
Pak Daryanto dan Bu Fatimah sampai depan pintu pun langsung menekan bel. Tidak lama pintu rumah pun terbuka, dan itu pak Herman.
"Assalamualaikum pak Herman," Ucap kedua orang tuanya Fahmi.
"Wa'alaikumsalam..., monggo masuk pak, bu." sambil menyambut uluran tangan pak Daryanto. Dan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya ketika berhadapan dengan bu Fatimah.
"Silahkan duduk pak, bu, anggap rumah sendiri."Pak Herman mempersilahkan tamunya yang tidak lain adalah calon besan.
"Iya pak, terima kasih."Kata keduanya.
"Siapa tamunya mas?"tanya bu Hafsah dari dalam bertanya dengan suara aga keras.
"Tolong buatkan minum ya sayang, ini ada calon besan yang datang."Jawab pak Herman sambil tersenyum pada calon besannya.
"Oh ya, baiklah kalau begitu."Kata bu Hafsah.
"Kebetulan ini bapak dan ibu datang kemari atau bagaimana? Cepat sekali datang nya perasaan saya baru saja memberi kabar ke nak Fahmi."Kata pak Herman.
"Iya pak, kebetulan kami tadi di rumah pak RT. Dan sudah keluar juga dari rumah beliau, jadi cepat sampai."Jawab pak Daryanto.
"Oh begitu, apa nak Fahmi langsung pergi mengajar?"tanya pak Herman.
"Iya pak, sudah mau berangkat. Kebetulan juga Fahmi, minta ibu datang ke sini. Katanya nak Asifa belum di urut sama sekali. Jadi ibu yang sedikit tahu tentang urat ini di minta untuk membantu calon mantunya."Jawab pak Daryanto yang menceritakan permintaan putranya.
__ADS_1
"Memang belum, rencana nanti siang baru mau cari. Tapi calon mantu sudah kirim ibunya yang menangani calon istrinya. Aduh.. Gimana saya tidak langsung terima coba. Dari awal ketemu tidak bisa di lupakan itu perhatian Fahmi. Yang langsung hafal apa saja tentang Asifa, harapan saya Fahmi dan Asifa bisa bersama di dunia dan akhirat kelak."Kata pak Herman, yang memang mengagumi sosok Fahmi. Kini semakin bertambah kagum, pada perhatian Fahmi untuk putrinya.
"Ayo ini di sambi bu, pak, teh dan kuenya."Ucap bu Hafsah, pada calon besannya.
"Terima kasih bu, pagi-pagi sudah merepotkan."Ucap bu Fatimah, di angguki pak Daryanto.
"Tidak sama sekali bu," kata bu Hafsah dengan senyum manisnya.
"Bu saya ingin bertemu dengan calon mantu ini, ada mandat dari calon mantu bu Hafsah. "Kata bu Fatimah sambil bercanda.
"Oh ya, aduh calon mantu saya memang is the best. Mari kita ke nya saja kalau begitu."Bu Hafsah langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar Asifa di ikuti bu Fatimah.
Sementara pak Herman dan pak Daryanto, melanjutkan obrolan mereka berdua.
"Iya Fahmi memang sangat cepat tanggap, untuk orang yang bisa menyentuh hatinya. Sebenarnya setahun ini dia mondar-mandir Jogja Jakarta. Sampai akhirnya dia mengambil keputusan untuk pindah ke Jogja. Namun sebelum pindah, dia memastikan lebih dahulu perkejaan tetap di Jogja. Padahal kalau pun dia tidak mengajar dan fokus dengan bisnisnya. Bisa langsung maju, tidak perlu untuk menyembunyikan lagi statusnya."
"Loh Fahmi memiliki usaha sendiri, lalu siapa yang pegang kendali pak?" tanya pak Herman, cukup kaget mendengar calon mantu nya punya usaha.
"Sebenarnya sudah setengah perceraian nya itu. Yang membuatnya menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Dengan teman saat kuliah dulu, sekaligus teman di pondok dulu. Cuma untuk ini saya tidak tahu nak Taufiq tau atau tidak. Karena dia merasa nyaman dengan Taufiq, apa pun minta pendapat beliau. Dan rencana lamaran, sebenarnya akan di lakukan lusa pak."
"Makanya dia sudah siap, dengan tanda pengikat semalam. Dan itu di pesan khusus untuk nak Asifa pada temannya, baru selesai sore kemarin. Namun bagi saya kasihan putra saya jika di tolak di depan banyak orang nanti. Cukup di depan keluarga dan sahabatnya saja." Jawab pak Daryanto panjang lebar.
"Pantas saja Taufiq sangat mendukung, sebenarnya juga saya berharap nak Fahmi juga menjadi menantu saya."Pak Herman mengatakan yang sejujurnya.
__ADS_1
"Masya Allah, mudah-mudahan ya pak ini jodoh dunia dan akhirat kelak." Ucap pak Daryanto.
"Aamiin ya Rabb," ucap pak Herman dan pak Daryanto.
"Saya mengundang bapak ke rumah, ini untuk membahas acara yang semalam saya sampaikan pak. Dan hari itu akan menjadi hari kejutan untuk putri saya Asifa. Dan rencana saya akan sekalian pertunangan Asifa dengan nak Fahmi. Namun ini setelah acara Asifa selesai, dan keluarga Dinata datang. Untuk mengumumkan acara pertunangan Asifa dan acara ulang tahunnya." Kata pak Herman, menyampaikan maksud dan tujuan mengundang calon besan.
"Loh bukannya kemarin itu sudah tanda pengikat ya pak. Itu artinya juga sudah bertunangan, kenapa harus di adakan pertunangan kembali?" tanya pak Daryanto yang bingung dengan maksud calon besannya.
"Bukan kah bapak tadi juga bilang, kalau langsung melamar putri saya kasihan putranya? Maka besok itu untuk mengumumkan pertunangan putra putri kita. Supaya tidak ada yang banyak menduga-duga dengan kedekatan mereka. Kebetulan keluarga Dinata itu adalah ayah angkatnya Asifa sekaligus mertuanya. Kami tidak bisa memutuskan silaturahmi dengan beliau. Bukan kah memutuskan silaturahmi itu adalah perbuatan tidak baik."Kata pak Herman.
Tidak ada perbuatan baik yang diajarkan Islam, kecuali memiliki banyak keutamaan baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Silaturahmi merupakan salah satu perbuatan baik yang paling nampak dan paling penting, karena kebaikannya ditujukan langsung kepada kerabat kita sendiri dan bukan orang lain. Di dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,
...الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ...
“Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah, sedangkan terhadap keluarga sendiri mendapatkan dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi no. 658, Nasa’i no. 2582, dan Ibnu Majah 1844)
Pentingnya menyambung silaturahmi terbukti dari bagaimana Allah Ta’ala memberikan ganjaran bagi pelakunya di dunia dan di akhirat serta memberikan hukuman bagi mereka yang memutus silaturahmi, baik di dunia maupun di akhirat.
"Benar sekali pak. Apa ini juga akan di rahasiakan dari mereka berdua pak?"tanya pak Daryanto.
"Iya pak, ini atas persetujuan dari pak Arya Dinata. Karena kerena untuk pertukaran cincin juga pak Arya yang menyediakan. Sebagai hadiah ulang tahun Asifa, nantinya."Jawab pak Herman.
"Baiklah kalau begitu saya ikut bagaimana baiknya. Oh apa nak Taufiq dan sahabatnya nak Asifa tahu rencana ini?"tanya pak Daryanto.
__ADS_1
"Tidak ada yang saya beri tahu pak, hanya memberitahu jika malam acara barbeque an itu akan memberi kejutan untuk Asifa. Yaitu hari ulang tahun nya. Karena sibuk dengan urusan yang akan di buat, dia lupa akan hal itu."Jawab pak Herman, dan di angguki oleh pak Daryanto sebagai tanda bahwa dirinya paham.
*****Bersambung....