
"Maaf ya Tan aku agak lama, soalnya sedikit debat dulu dengan Asifa."Kata Diana.
"Debat apaan sih Di?"tanya bu Hafsah.
"Hehehe, itu tadi Diana bilang kalau princess tidak keberatan jaga anak Diana." Terus Diana menceritakan kejadian di ruang tamu itu.
"Kalian ini ada-ada saja. Tapi dengan begitu Asifa bisa mengalihkan pikirannya."Kata bu Hafsah.
"Eh Tan, itu serius apa yang di katakan om Herman tadi?"tanya Diana, ingin tahu kebenaran nya. Karena jika iya maka dirinya akan meminta suaminya untuk datang. Dan dirinya tidak jadi pulang Jum'at besok.
"Iya, makanya om kemarin seharian sibuk pergi dengan pak RT. Namun Asifa tidak tahu, karena ini mau sekalian kejutan di hari ulang tahunnya. Sekalian pertunangan nya nanti dengan Fahmi. Dan ini akan di hadiri keluarga Dinata juga."Kata bu Hafsah.
"Hah?"
Tidak habis pikir dengan pak Herman, kenapa masih harus berhubungan dengan keluarga Dinata. Yang sudah melukai hati putri kesayangannya, sampai sekarang masih harus membuat Asifa terhibur. Tapi kenapa harus mengundang mereka apa tidak akan membuka lukanya yang sudah mau kering.
"Apa tidak salah tan, mengundang mereka? Diana khawatir kalau nanti akan membuat Asifa tambah terluka. Apa lagi Ardi kesini pasti sudah sama Salsa."Kata Diana yang keberatan akan kehadiran keluarga Dinata.
"Bukan berarti Asifa pisah dengan Ardi, terus silaturahmi juga putus. Bagaimana juga pak Arya ayah angkatnya Asifa. Kebetulan dia mau Asifa cepat bisa melupakan Ardi. Dengan acara ini merangkap pertunangan Asifa dengan Fahmi. Kalau tidak memberitahu atau kabar pun dia juga tetap tahu. Karena kami sudah tahu siapa keluarga Dinata luar dalam. Dan kami menciptakan keributan atau masalah pada ayahnya Asifa itu. Bikin stress yang ada, makanya selagi tidak merugikan tidak masalah. Bukan kah menjalin silaturahmi dengan baik itu akan mendatangkan keberkahan."Kata bu Hafsah panjang lebar menjelaskan pada Diana.
"Iya sih Tan, apa itu tidak berdampak buruk lagi untuk Asifa?"tanya Diana terlihat dari wajah kecemasan pada Asifa.
"Insya Allah tidak, kan ada kalian dan ada calon mantu tante yang tampan itu. Pasti dia bisa mengalihkan perhatian nya dari Ardi sang mantan suaminya. Karena selama ini dia yang paling bisa mengalihkan pikirannya."Kata Bu Hafsah dengan bangganya pada calon mantunya.
"Wasalam.... Pasti di ajak nya wisata kuliner. Pantas saja sekarang gembul begitu, ternyata itu idenya mas Fahmi. Benar-benar calon pasangan yang unik. Semoga itu adalah rencana Allah yang terindah kelak. Aamiin." Ucapan doa Diana untuk sahabatnya Asifa.
__ADS_1
"Aamiin ya Rabb."Ucap bu Hafsah.
"Ya sudah matang kamu panggil mereka pasti sudah pada lapar. Apa lagi Asifa yang sekarang suka lapar melulu."Perintah bu Hafsah pada Diana.
"Baik tante ku yang baik hati." Langsung berjalan menuju ruang tamu untuk memanggil yang lain.
Sekarang di meja maka sudah kumpul pak Herman, bu Hafsah, Asifa Diana, Atifah dan Aulia. Sedangkan si baby sedang tidur, jadi sekarang ada di kamar yang paling dekat dengan dapur. Supaya kalau terbangun, kedengaran dari dapur.
"Di kamu jadi pulang besok?"tanya Asifa.
"Ya enggak lah kan aku mau ikut barbeque an sama kamu. Dan aku akan minta izin pada suami ku kesini. Nanti kan kita bisa pesta bareng kan. Dan aku mau ketemu teman-teman kita di sini."Jawab Diana, sambil cengengesan.
"Teman yang mana lagi? paling Arsila dan Yosi." Kata Asifa yang tidak tahu rencana yang sebenarnya.
"Bukan tidak suka Diana, kasihan suamimu terlantar. Ya kecuali dia tidak merasa terlantar dan yang tepat nya lagi. Karena sudah ada yang mengurus nya selama jauh dari sang istri."Dengan wajah serius, sehingga Diana langsung melotot padanya.
"Kamu itu jangan jadi kompor Asifa ih... Doakan teman yang baik gitu, ini kamu kayak nya senang banget kalau di madu. Nauzubillah, semoga apa yang kamu ucapkan tidak di aminkan malaikat."Kata Diana dengan kesal beneran karena ucapan Asifa.
"Kalau kamu tidak mau maka kasih perhatian itu suami mu. Sebelum dia dapat perhatian dari perempuan lain. Sekarang itu pelakor lebih perhatian dari pada istrinya. Maka jangan kalah dengan pelakor, kamu harus lebih agresif dan gesit. Kalau sudah makan langsung telepon suamimu, jangan lupa salam manis dari princess ya."Perintah Asifa dengan senyum penuh kemenangan.
"Iya princess, siap laksanakan. Tapi jangan harap aku sampai salam manis mu itu. Enak saja, menggoda suami ku."Kata Diana dengan manyun, sebab ia kesal dengan kejahilan sahabat nya ini.
"Yeee gitu saja ngambek, sudah ah aku mau ke kamar dulu." Langsung berjalan ke kamar nya.
Berniat akan belanja online untuk sovernir anak-anak yatim piatu. Yang sudah di kordinasi kan dengan pak RT setempat dan anak panti asuhan terdekat.
__ADS_1
Tadi saat Diana dan mamanya masak, Asifa membahas rencana lusa dengan papanya. untuk anak-anak balita, anak-anak di bawah 10 tahun. Dan remaja yang lanjut sekolah menengah atas atau kejuruan. Bahkan dia dia akan bertanya minta tolong dengan Arsila atau Yosi.
Rencana Asifa akan menjual perhiasan milik mendiang. Dan akan di salurkan kepada orang yang membutuhkan. Untuk emas logam mulia, baru untuk tabungan dirinya. seluruh perhiasan itu Asifa tidak akan pakai, maka dirinya memilih untuk menjual dan di sumbangkan atas nama bu Gina.
Asifa tidak mau mengambil walau seperak saja. Sebab ia akan merasa bersalah pada ayahnya dan mantan suaminya. Dia hanya akan mengambil emas logam mulia saja.
Tapi dia juga akan minta pendapat ayahnya, kalau papanya terserah Asifa. Karena itu milik Asifa, dan pak Herman tidak memiliki wewenang atas warisan itu.
"Halo assalamu'alaikum,"ucap Asifa ketika panggilan tersambung.
"Wa'alaikumsalam sayang, gimana kabar mu sudah sehat kah?" suaranya pak Arya dari seberang.
"Baik yah, ayah sibuk tidak?"tanya Asifa.
"Tidak sayang, apa ada yang mau di bahas sayang?"tanya pak Arya.
"Iya, ini mengenai pemberian ibu tempo hari."Jawab Asifa.
"Apa itu perhiasan ibumu, apa yang membuat dilema sayang? Itu sudah milik mu. Terserah kamu sayang mau di pakai atau mau di jual. Ayah tidak masalah, dan ayah tahu kamu pasti tidak mau pakai kan? Maka jual lah, dan akan kamu gunakan juga tidak apa-apa. Tidak sungguh-sungguh lagi ayah mendukung mu sepenuhnya."Kata pak Arya.
"Baik lah yah. Asifa minta pendapat ayah dulu. Karena Asifa tidak ingin ayah tahu dari orang lain. Apa lagi nanti ada pihak tempat jual ada menduga Asifa yang tidak-tidak."Kata Asifa.
"Oke terima kasih, kamu masih minta pendapat sama ayah. Kalau kamu tidak keberatan, ayah hanya ingin menyarankan untuk penjualan nya nanti ke teman ayah. Dia nanti bisa datang ke rumah hari ini atau besok. Itu tergantung permintaan mu sayang. Bukan apa-apa, supaya aman nanti transaksi di rumah Asifa saja biar aman. Untuk uangnya sebagian besar transfer saja. Dan nanti sebagian tunai, kalau untuk acara barbeque nanti butuh penjagaan bilang sama ayah."Kata pak Arya.
"Terima kasih yah sebelumnya. Kalau untuk penjualan Asifa masih terima. Tapi untuk penjaga tida usah yah, takut warga pada canggung nanti."Kata Asifa menolak penjaga.
__ADS_1