
Seorang perempuan cantik mengikuti mobil yang sedan mewah warna hitam. Yang tidak lain adalah mobil suaminya yang sedang menuju sebuah apartemen.
Sampai lah di depan pintu unit apartemen tersebut. Perempuan itu menatap penuh tanda tanya, apartemen siapa yang di datangi suaminya. Yang belum ia ketahui selama ini, dan ia sudah curiga dengan gerak gerik suaminya beberapa bulan ini.
Dari jauh terlihat seorang perempuan keluar langsung memeluk suaminya bahkan dengan sangat manja. Hal itu membuat hatinya sangat sakit, ia mengambil ponsel untuk mengambil bukti. Bahwa suaminya memiliki perempuan lain, sehingga ia bisa mengajukan perceraian.
Karena jika ia bertahan dengan cara di madu maka ia lah yang tidak sanggup. Dengan perlahan ia berjalan mengikuti arah pintu apartemen tersebut. Dengan demikian ia bisa memergoki suaminya yang sedang asik dengan madunya.
Ia me rapih kan rambut dengan ke samping kanan mengenakan kaca mata hitam. Dan melepaskan blezer ya ia gunakan, ia taruh di lengan kiri.
Tok tok tok
Ia mengetuk pintu dengan keras lalu berbalik badan, supaya tidak terlihat bahwa ia yang datang. Sehingga yang merasa kedatangan tamu pun, tidak menyangka jika dirinya yang datang.
"Ya Nona mencari siapa?" tanya perempuan cantik itu yang tidak lain adalah istri muda alias madu.
"Hai nona apa suami mu ada?" tanya Yosi, dengan tatapan mengejek.
"Anda siapa? ada urusan apa mencari suami saya?" tanya Chiyo, dengan raut wajah yang berubah merah.
__ADS_1
Belum sempat Yosi menjawab, suaminya sudah muncul dan bertanya.
"Siapa yang datang hon....," pertanyaan nya terhenti lantaran matanya sudah mendapati sosok yang membuat dirinya syok.
"Honey ini ada yang mencari mu." Ucapnya Chiyo.
"Heem, kamu masuk dulu ya." Perintah Arata, matanya terus menatap Yosi.
"Baiklah," ia tidak membantah, namun matanya melirik ke arah Yosi. Yang mana saat ini sedang bertatap muka dengan suaminya.
"Jadi kamu mengikuti ku?"tanyanya dengan tatapan mengejek.
"Kenapa kamu lakukan ini pada ku? bukan kah kita sudah berjanji untuk sehidup semati. Kalau memang kamu sudah tidak lagi mencintai ku kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya. Kenapa harus aku yang mengetahui nya sendiri, bahkan dari orang lain?" tanya Yosi dengan nada pelan namun menekan.
"Wow, profesional ya dalam hal tipu menipu. Apa ini termasuk rencana perjodohan kita? dan kamu selama ini pura-pura mencintai ku!" bentak Yosi yang sudah tersulut emosi.
Yang di dalam apartemen itu, mendengar perdebatan suaminya dengan istri pertamanya. Barulah ia tahu jika yang datang adalah istri pertama yang memang ia tidak pernah tahu seperti apa sebenarnya. Dengan penampilan yang berbeda, bak seorang model. Padahal sudah lama ia menjadi istri Arata, baru bertemu sekarang.
"Awalnya dulu aku memang mencintai mu, sampai sekarang pun aku masih mencintaimu. Aku ingin memiliki keturunan kita menikah sudah 2 tahun kamu belum bisa hamil anak kita. Maka dari itu menikah Chiyo supaya cepat punya keturunan. Kalau kamu tanya, apakah aku mencintai nya. Maka jawabannya adalah aku mencintai nya, karena ia sudah bisa mengandung anak ku. Sedangkan dirimu tidak bisa memberikan keturunan untuk ku. Terserah kamu mau bertahan atau kita pisah. Dan satu lagi kamu tidak akan pernah bisa melarang ku untuk lebih sering bersama Chiyo. Karena dia lebih membutuhkan keberadaan ku dari pada kamu." Jawab Arata panjang lebar, sekaligus memberitahu bahwa dirinya memilih tinggal di tempat istri kedua.
__ADS_1
"Sudah jelas bagi ku, bahwa dirinya lebih berarti bagimu. Lalu apa artinya jika aku bersama mu, kalau pun aku bertahan. Hanya akan menderita batin, karena setiap hari aku terluka oleh perlakuan mu. Aku akan pasti dirimu akan menyesal, karena sudah membuat ku menghianati pernikahan kita. Aku akan meminta papi untuk menjemput ku, dan memutuskan kerja sama antara perusahaan keluarga kita." Ujar Yosi langsung balik badan dan tanpa menggubris perkataan ucapan suaminya.
"Apa yang kamu maksud Yosi, kamu pikir aku takut dengan ancaman mu?" tanya Arata.
Ia mencoba mencerna ucapan istri pertamanya itu. Sebelum ia menemui istri keduanya, ia menetralkan perasaan yang sempat kacau berhadapan dengan istri pertama. Lalu masuk kedalam menemui istrinya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
Sedangkan Yosi sampai di mobil menangis sejadi-jadinya. Ia tidak menyangka bahwa dirinya harus mengalami hal ini. Dulu memang ia menikah karena perjodohan, namun Arata mampu meluluhkan hatinya. Sehingga ia bisa melupakan, orang yang ia cintai sebelumnya ia menikah.
Sakit? tentu saja sakit hatinya, apa lagi kini suaminya sudah lama menikahnya. Karena bisa di lihat dari besarnya perut madunya. Pantas saja jika suaminya beberapa bulan ini selalu bilang ada kerjaan yang harus lembur. Rupanya ia ke apartemen istri keduanya dulu, baru tengah malam pulang. Kadang malah tidak pulang, dan alasan menginap di kantor.
Kini sudah tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain milih mundur dan bercerai dengan suaminya. Karena jika bertahan, yang ada dirinya akan menderita batin. Apa lagi suaminya terang-terangan menyatakan bahwa ia tidak akan pulang setiap hari. Karena istri kedua lebih membutuhkan dari pada dirinya.
Suaminya lupa bahwa perjanjian saat menikah, bahwa dirinya dirinya yang akan memiliki semua aset yang selama pernikahannya ini. Termasuk perusahaan yang sedang suaminya kelola itu atas nama dirinya. Maka Yosi lah yang menang, dan suaminya itu akan menjadi orang yang susah.
Karena perusahaan akan pindah padanya dan kerja sama dengan perusahaan keluarga nya pun akan di tarik juga oleh papinya. Yosi tersenyum penuh kemenangan, di dalam mobil itu. Walau pun hatinya hancur, namun ia bisa membayangkan bahwa suaminya akan menderita bersama madunya. Ia mengusap air matanya sebelum ia melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya.
"Bukan aku yang akan menderita, tapi kamu yang akan lebih menderita Arata." Ucapnya sambil mengusap air mata di wajahnya. Setelah itu ia benar-benar meninggalkan apartemen itu, menuju rumah orang tuanya.
Dengan perasaan yang tidak bisa terima jika di madu itu. Bukan sedih yang berkelanjutan, melainkan rasa kesal dan benci pada laki-laki pembohong. Sungguh tidak adil memang, dirinya di minta untuk selalu terbuka dan jujur. Sementara dirinya membohongi keluarga nya, begitu juga mertuanya ikut andil dalam pernikahan tersebut.
__ADS_1
Maka hal ini harus segera diatasi oleh papinya, yang selaku penerima permintaan perjodohan dirinya dan suami. Tapi di balik itu mereka lupa akan perjanjian yang mereka buat.
*****Bersambung...