APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
Jadi dosen


__ADS_3

Dua hari kemudian Yosi mendatangi kampus universitas negeri xxx Yogyakarta. Yosi datang ke kampus di antar sopir pribadi papinya.


Yosi keluar dari mobil dengan penampilan rapi dan modis. Dengan baju kemeja putih lengan panjang dan celana hitam. Rambut terurai panjang dan lurus, wajah yang cantik mulus dengan bibir merah muda. Bermata sipit, kulit putih bersih khas orang Jepang pada umumnya.


Tidak ada yang menyangka jika dirinya adalah seorang janda muda. Karena terlihat masih cantik bak seorang gadis muda belia yang mau kuliah di sana. Ya begitulah semua mahasiswa/i menilai nya, ia akan kuliah di universitas negeri xxx Yogyakarta tersebut.


"Good morning my love" ucap Maikel, yang menyapa Yosi sambil tersenyum menawan.


Maikel seorang mahasiswa yang berasal dari Jakarta masih keturunan Australia. Pemuda ini memang terkenal playboy, tidak bisa melihat perempuan cantik dan seksi. Sejak Yosi turun dari mobil, Maikel tak lepas memandangnya.


Yosi yang mendengar ucapan Maikel pun menoleh ke kanan kiri dan belakang. Melihat siapa yang di sapa oleh pemuda yang ada di hadapannya ini. Namun tidak menemukan siapa pun, kini ia tahu bahwa dirinya lah yang di sapa.


"Morning" jawab Yosi sambil tersenyum ramah.


"Uh...., Senyuman manis cuy" ujar Dodi salah satu teman Maikel.


"Oh...., tentu dong siapa dulu Maikel."


Maikel menepuk dadanya dengan bangganya ia menunjukkan bahwa dirinya adalah penakluk perempuan.


"Oh namamu Maikel? kalau begitu saya permisi ya mau ketemu Dekan. Bye anak-anak" Yosi berlalu pergi sambil melambaikan tangan pada Maikel dan teman-temannya.


Maikel dan teman-temannya pun bengong, bak orang yang kesambet. Dengan kompak mereka mengatakan "anak-anak"


Lalu mereka di kaget kan oleh Reza dan Iqbal.


"Woooiii, kalian pada kenapa?" ucap keduanya.


"Oooh...., bisa gak sih kalau tanya jangan bikin orang tambah sport jantung? Emang mau tanggung jawab kalau sampai itu terjadi?" Dodi yang kesal langsung nyerocos, itu yang terjadi jika ia kaget.


"Lebai amat sih kamu Dod. Biasa aja kali, kayak orang yang habis ke sambet aja kalian ini. Ada apa sih?" tanya Iqbal.

__ADS_1


"Iya kalian di tolak ya sama perempuan itu tadi?" timpal Reza.


"Bukan di tolak dodol." Jawab Wawan.


"Lalu?" tanya keduanya.


"Masak kami yang tampan rupawan ini di bilang "bye anak-anak" sedangkan aku panggil dia my love." Jawab Maikel yang masih tidak percaya bahwa dirinya di panggil anak-anak.


"Waaaah, hebat itu perempuan tidak tergoda dengan ketampanan seorang Maikel ya." ucap Iqbal.


"Masak seorang Maikel lemah, kemana Maikel yang selama ini kita kenal." Timpal Reza, yang memang sudah tahu seorang Maikel tidak ada kata menyerah bila berurusan dengan perempuan.


Bahkan ia tak segan-segan untuk meninggalkan kekasihnya yang sudah ia renggut kelopak bunga nya. Tidak perduli dengan nasip sang perempuan yang sudah tidak punya lagi masa depan itu. Yang ia kejar hanyalah kesenangan di masa muda.


"Jangan bilang kalau aku ini sudah kalah dengan itu perempuan keturunan Jepang. Tidak bisa aku dapat kan, kan ku tunggu nanti pas pulang nya. Dan akan ku ajak pulang bareng, toh tadi ia di antar. Tapi kenapa itu mobil yang mengantarkan itu perempuan familiar ya? Seperti nya aku sering melihat mobil itu, tapi di mana ya?" tanya Maikel pada teman-teman


"Banyak kali mobil yang seperti ini Maik, memang sering kita menemukan di jalanan. Apa lagi kalau lagi macet di lampu merah." ucap Joni teman Maikel, yang sejak tadi hanya menyimak saja.


"Beda lah, aku kenal dari nomor polisi mobil itu." Kata Maikel, yang dirinya sangat yakin bahwa mobil Yuda Chandrawinata papinya Yosi.


Yosi kini sudah sampai di ruang Dekan, untuk interview.


"Pagi pak Dekan" sapa Yosi.


"Pagi, silahkan masuk dengan Bu Yosi Chandraningtyas kan?" tanya pak Dekan universitas negeri xxx Yogyakarta.


"Benar pak" jawab Yosi.


"Saya pikir anda belum lancar bahasa Indonesia bu. Ujar pak Dekan.


"Saya tahu, hanya saja lidah saya ini belum terbiasa mengucapkan bahasa tersebut pak." jawab Yosi kembali.

__ADS_1


"Oh begitu rupanya, apakah ibu sudah lama di Indonesia?" pertanyaan formal yang di sampaikan Dekan itu. Sehingga yang di interview pun tidak ada lagi rasa tegang baru akan membicarakan tentang pekerjaan.


"Belum pak, baru beberapa minggu di Yogyakarta ini." Jawab Yosi dengan santai, sebab dirinya tidak merasakan tegang. Dan tidak terlalu berharap untuk bisa masuk universitas tersebut.


Beberapa menit kemudian mereka selesai membicarakan tentang pekerjaan.


"Selamat ya bu, anda mulai hari ini jadi dosen di universitas negeri xxx Yogyakarta ini." pak Dekan mengucapkan selamat pada Yosi, yang lolos dalam interview nya. Sambil menyodarkan tangan untuk menjabat tangan Yosi.


Yosi pun menyambut tangan pak Dekan "Terima kasih pak, sudah menerima saya dan memberikan kepercayaan kepada saya sebagai dosen di universitas negeri xxx Yogyakarta ini." ucap Yosi, yang merasa senang karena di berikan kepercayaan untuk menjadi dosen di universitas tersebut.


"Sama-sama bu, mulai besok bu Yosi sudah bisa mengajar di universitas ini." Pak Dekan memberitahukan kepada Yosi bahwa besok sudah boleh mengajar.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi. Selamat pagi pak." ucap Yosi, lalu berlalu dari ruangan Dekan tersebut.


"Pagi juga bu" jawab pak Dekan, yang memandang punggung Yosi yang berlalu dari ruangannya.


"Kasihan sekali masih muda sudah menjadi Janda muda. Untung belum punya anak, jadi ingat Devina yang masih muda harus jadi Janda muda. Semoga Yosi dan Devina mendapatkan jodoh yang terbaik dari Allah." Ucapan doa tersebut keluar begitu saja dari bibirnya pak Dekan.


Ya Devina adalah adiknya yang kini menjadi Janda beranak satu. Setelah di ceraikan oleh suaminya yang telah memilih untuk hidup bersama perempuan lain.


Kini ia berperan sebagai kakak juga sekaligus ayah untuk keponakan nya. Yang usianya masih 1'5 tahun, yang mana anak segitu sedang lucu-lucunya. Harus kehilangan sosok ayah. Sebab sejak bersama perempuan lain, tidak pernah menjenguk anaknya selama 1 tahun. Kini usianya sudah 2 tahun setengah, hanya mengenal Ayah Syahroni dan Devina ibunya.


Yosi yang di parkiran mobil menunggu supir pribadi papinya. Saat selesai menelepon sang supir, Yosi duduk santai di kursi yang di sekitar parkiran.


"My love" suara itu sangat jelas di pendengaran Yosi, namun tidak meresponnya.


Maikel yang penasaran dengan perempuan cantik seperti Yosi pun mendekati lalu duduk di samping Yosi.


Yosi yang tahu akan keberadaan Maikel pun hanya diam saja alias cuek.


"My love mau pulang ya?" tanya Maikel.

__ADS_1


Yosi merasa risih dengan panggilan my love dari Maikel. Akhirnya Yosi pun bertanya pada Maikel kenapa.....?


*****Bersambung.


__ADS_2