APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
74.Surat dari ibu


__ADS_3

Asifa menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan. Dengan pelan namun pasti, Asifa membuka amplop putih yang tertulis 'untuk putriku' Asifa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamualaikum putri ku tercinta.


Mungkin saat kamu baca surat ini, ibu sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Ibu minta maaf pada mu sayang, mungkin karena kepergian ibu ini. Membuat kamu berada dalam keadaan yang sangat menyakitkan dan membuat mu semakin terluka.


Ibu hanya ingin memberikan apa yang sudah seharusnya menjadi milik mu.


Ketika kamu menoleh harta gono-gini dari kakak mu Ardi. Ibu yang karena kamu tidak ingin mengingat semua kenangan yang indah dan menyakitkan.


Sungguh ibu tidak bermaksud untuk merendahkan mu sayang. Perjuangan mu sebagai istri Ardi, itu tidak mudah. Ardi terlalu posesif terhadap mu, itu karena Ardi sangat mencintai mu.


Namun apa yang di lakukan pada mu juga menyakiti hatinya sendiri. Melihat mu menderita itu akan membuatnya menderita pula. Tapi itu semua harus ia tahan di hadapan kami.


Di samping itu juga Ardi juga sangat ingin menjadi ayah. Ibu akan mencari wanita yang bisa mendampingi Ardi. Baik itu dia bisa memberikan keturunan atau tidak. Ibu berharap Ardi tidak bertindak bodoh lagi. Seperti saat bersama mu, tanpa diskusi dulu dengan keluarga dia langsung menalakmu.


Harta gono-gini yang kamu tolak dan meminta pada kami, untuk memberikan pada orang yang membutuhkan.


Itu sudah ibu lakukan beberapa minggu lalu sebelum ibu jatuh sakit. Ibu sudah serah pada panti asuhan, panti jompo, yang ada di Jakarta. Bahkan mobil juga ibu berikan pada panti untuk keperluan mendesak. Di sebuah panti jompo, yang masih butuh fasilitas.


Ada juga yang ibu berikan pada pondok pesantren Yatim-piatu. Yang ada di pulau Jawa, dari Jakarta, Banten, sampai ujung pulau Jawa. Semua atas nama Asifa Az Zahra bin Hermansyah.


Tapi ibu cuma memantau saja dan menerima laporan. Karena ibu memberikan tugas itu pada pengawal pribadi mu Andik dan Irgi.


Ibu minta laporan secara data lengkap dari semua yang sudah tersampaikan pada yang membutuhkan. Yang sekarang ini mungkin sudah di tangan mu.


Dan mungkin kamu masih bingung apa yang ibu berikan pada mu di dalam koper-koper besar itu. Itu milik mu, karena ibu tidak punya anak perempuan selain kamu.


Maka apa yang ibu punya semua milik mu. kecuali yang melekat di tubuh ibu. Yaitu cincin pernikahan, anting-anting dan kalung saat ibu masih hidup.

__ADS_1


Dan ibu memberikan itu sebagai warisan untuk mu dari ibu. Maaf sayang jika apa yang ibu berikan ini, membuat bingung. Ibu berikan ini untuk putri ibu yaitu kamu. Bukan untuk menantu, karena jika untuk menantu.


Sudah pasti akan membuat menantu ibu satu lagi iri, karena ibu hanya memberikan untuk mu. Maka semampu ibu tetap berusaha mencari mu sampai bertemu. Ibu senang bisa bertemu dengan mu, untuk yang terakhir.


Ibu harap kamu tidak memutuskan tali silaturahmi dengan ayah dan opa ya sayang. Ibu jamin setelah kepergian ibu, tidak akan ada yang membantah apa pun permintaan mu.


Karena ibu tidak ingin kamu terus menerus menderita batin. Ibu juga ingin, putri ibu bahagia. Tenang dengan tidak lagi menyandang gelar keluarga Dinata.


Semoga Allah memberikan jodoh dunia dan akhirat kelak. Karena hanya itu yang bisa membuat mu bahagia.


Selamat tinggal sayang ibu selalu mencintaimu.


~ Ginanti ~


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Asifa melipat kertas itu, lalu pindah pada kertas HVS setumpuk. Semua kertas HVS itu adalah laporan yang dan copy an tanda terima.


Ada rasa senang dan juga sedih yang Asifa rasakan. Tidak ada yang bisa Asifa lakukan selain menerima itu semua.


Begitu terbuka Asifa ternganga, dan segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bagaimana mana Asifa tidak ternganga melihat isi koper yang di berikan oleh bu Gina.


Isi koper itu adalah uang tunai berjumlah 1 M dan logam mulia 100 gram berjumlah 100 keping. Asifa menangis tersedu-sedu, ia tidak menyangka itu simpanan ibunya.


Namun mata Asifa pindah pada koper yang satu, berukuran kecil kecil. Dengan perlahan dia buka, isinya adalah perhiasan yang sering di pakai ibu Gina.


Asifa kenal dengan perhiasan yang sering di pakai ibunya dan yang jarang di pakai. Yang jarang terpakai itu hanya akan di pakai acara tertentu.


Sungguh ini tidak bisa di bayangkan. Dari perhiasan tersebut, nilainya bisa dua sampai tiga kali lipat. Dari koper yang besar tadi, bahkan bisa sampai 10 kali lipat lebih.


Sebab dari perhiasan yang jarang di pakai. Itu ada 5 set perhiasan Dengan harga cukup mahal. Salah satunya harganya 5 miliar. Asifa menutup koper kembali sebelum ia berdiri.


"Ibu terlalu baik pada ku, semoga kebaikan mu di balas Allah, diampuni segala dosanya. Aamiinn."Ucap Asifa.

__ADS_1


Asifa beranjak berdiri dan hendak keluar dari kamar. Namun ia urungkan niatnya, karena sudah terdengar aja. Asifa memilih sholat ashar lebih dahulu sebelum menemui kedua orang tuanya.


Setelah selesai Asifa segera keluar ke kamar, menemui kedua orang tuanya. Ternyata masih ada kakak dan kakak iparnya beserta keponakan.


Mereka menoleh semua ketika mendengar suara pintu kamar Asifa terbuka.


"Mama aku lapar, apa ada yang Asifa makan?" tanya Asifa.


"Tenang, yuk kita ke ruang makan, kakak sudah buat sup ayam kesukaan mu." Ajak Aisyah, yang langsung berjalan menuju ruang makan.


"Wah mantap nih, Atifah mau makan bareng tante tidak?"tanya Asifa.


"Mau, tapi nanti temani Ifah main sama mbak Saena ya."Jawab Atifah.


"Siap princess imut."Ucap Asifa, sambil memberikan hormat.


Hal itu membuat Atifah senang segera ia berlari menghampiri Asifa. Lalu mereka berjalan menuju ruang makan.


Ternyata Amir mengikuti Asifa dan adiknya, yang menuju ruang makan. Amir langsung duduk di sebelah kanan Asifa. Membuat Asifa mengerutkan keningnya dan bertanya.


"Apa mas Amir juga lapar?"tanya Asifa, dan di jawab dengan anggukan.


"Oh maaf ya, tante pikir cuma princess imut yang lapar."Ucap Asifa.


"Iya tidak apa-apa tante incess, Amir paham kok."Kata Amir dengan senyum manis.


"Amir paham apa?" tanya Asifa.


"Amir ini tidak bisa menarik perhatian tante incess yang cantik luar biasa."Kata Amir sambil tersenyum menggoda Asifa, dengan wajah imutnya.


Asifa yang di goda keponakan itu spontan ngakak. "Hahahahaha," tertawa lepas.


"Eh bocil, kamu ini belajar gombal dari mana hah?... Jelas saja tante tidak tertarik sama kamu. Karena kamu itu lebih bagus di kasih ini." Asifa langsung menggelitiki Amir, sampai.

__ADS_1


"Bruk...."....


*****Bersambung......


__ADS_2