APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
56.ASJ2. Yosi Chandraningtyas


__ADS_3

Mereka berjalan menuju pesawat yang akan ia tumpangi untuk menuju negara Indonesia. Tapi mereka harus menempuh waktu yang berjam-jam untuk sampai di Indonesia.


Sudah seminggu Yosi di Indonesia, berbicara Indonesia juga lancar karena dia sudah terbiasa di ajak bicara dengan bahasa Indonesia oleh papinya. Setelah kedatangan Yosi membuat warga sekitar heboh. Terlebih para laki-laki yang biasa melihat wajah Indonesia, melihat wajah Jepang jadi terpana. Apa lagi yang mereka dengar dari pak RT, jika Yosi putri pak Yuda ada janda muda tanpa anak.


Yosi tidak perduli akan ucapan semua orang, selagi dia tidak tergoda dengan suami orang. Sudah pasti aman dan tidak akan menyakiti hati seorang istri. Karena dirinya lah yang lebih dahulu merasakan yang seperti apa sakitnya hati ketika di khianati suami.


Namun semua orang itu tidak mudah percaya dengan apa yang di katakan oleh nya. Karena percuma menjelaskan pada seseorang yang memang orang tersebut sudah tidak suka kepada kita. Maka kita tidak perlu menjelaskan apa pun pada orang tersebut, karena akan sia-sia dan membuang waktu saja.


Yosi kini keluar dari rumah untuk berjoging, dengan baju olahraga. Yang ia kenakan pakaian yang biang di kenakan saat di Jepang. Yaitu baju ketat dan terbuka lalu cela treining 3/4, dengan handuk kecil di leher. Sehingga terlihat sangat cantik nan indah bentuk tubuh idealnya.


Maka tidak ada seorang laki-laki maupun perempuan yang mudah memalingkan pandangannya. Kalau laki-laki tentu itu adalah pemandangan yang indah dan menakjubkan. Tentunya bagi laki-laki yang tidak bisa menjaga pandangannya terhadap lawan jenisnya. Jika perempuan memandangi dengan rasa iri, karena bisa menarik perhatian para laki-laki. Itu jika masih singel, kalau yang sudah bersuami maka pasangan mereka penuh dengan rasa cemburu.


Yosi duduk di sebuah kursi panjang yang berada di taman itu. Itu tak luput dari perhatian orang sekitar, yang ada di taman juga. Yang sejak tadi memperhatikan pergerakan Yosi, bukan hanya lelaki saja. Namun para perempuan pun terus menerus memperhatikan dengan tatapan iri dan benci.


"Itu lihat dia duduk di kursi itu gayanya itu lo." Ucap salah satu dari tiga perempuan yang menatap Yosi dengan tatapan tidak suka.


"Iya, dasar janda gatel. Dia gunakan ke cantik kan untuk menari perhatian para laki-laki." Timpal yang B.


"Cuma laki-laki yang bodoh, yang mau dengan perempuan kaya dia. Apa lagi dia itu jadi janda kan karena tidak bisa memberikan keturunan. Setiap laki-laki yang mau menikah pasti juga ingin punya keturunan. Lain soal kalau laki-laki tersebut hanya membutuhkan pelampiasan nafsu semata. Maka perempuan seperti dia yang di cari, buat jadi yang kedua atau simpanan." Ucap yang C.


"Tapi kalau jadi simpenan mana mau dia, kan dia juga bukan orang yang kekurangan. Malah dia itu janda kaya, mantan suaminya saja yang bodoh. Padahal istri pertama nya sudah cantik, kaya, eh cuma karena belum di berikan keturunan dia cari lagi perempuan lain. Kan kalau banyak uang, apa sih yang susah untuk mereka. Masih banyak cara untuk mendapatkan keturunan dengan program kehamilan. Aku tu iri aja sama dia, udah cantik, kaya, di sukai perjaka apa lagi duda. Lah aku boro-boro di sukai, di lirik aja gak." Ujarnya si A.

__ADS_1


Yah mereka sibuk membicarakan Yosi, yang sebagai warga baru dan berstatus janda. Yang menarik di mata para lelaki lajang ataupun duda. Sehingga membuat para gadis dan seorang istri merasa iri dan benci.


Yang gadis merasa terabaikan oleh para lelaki lajang atau pun duda. Karena kalah di fisik, yang memang kurang menarik untuk para lelaki yang memandang perempuan dari fisiknya.


Sedangkan para istri, mereka membencinya karena Yosi sudah membuat para suami pada memandangnya dengan penuh damba. Terlebih para laki-laki melihat Yosi yang memiliki body mulus nan cetar membahana. Berbeda dengan mereka yang sudah berubah bentuk bodynya karena sudah menjadi seorang ibu. Yang kebanyakan akan lebih gemuk bahkan gemuk hingga tidak terbentuk. Di hatinya juga ada rasa was-was jikalau sang suami kepincut janda muda.


Di sebuah kursi panjang, di mana Yosi sedang duduk. Datang lah dua orang dua orang pemuda mereka menyapa dan berkenalan dengan Yosi.


"Permisi cantik, boleh saya duduk di sini?" tanya salah satu pemuda tersebut, tanpa menunggu jawaban langsung duduk di sebelah Yosi.


Yosi menoleh ke arah pemuda tersebut, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Dalam hati berkata " Aneh sekali ini orang, minta izin tapi belum juga di jawab, sudah duduk apa gunanya bertanya."


"Hehehe, habis gak sabar menunggu jawaban adik yang cantik ini." Ujar pemuda tersebut.


Yosi mendengar ucapan pemuda tersebut sudah ilfil duluan. Kemudian ia beranjak dari duduknya, sebelum ia meninggalkan pemuda tersebut.


"Maaf ya saya duluan, permisi." Ucap Yosi.


Langsung lari melanjutkan joging nya tanpa memperdulikan pemuda tersebut.


"Eh, dek kita kan belum berkenalan," teriaknya, namun tidak di perduli kan oleh Yosi.

__ADS_1


Mereka berdua menelan kekecewaan karena di abaikan oleh Yosi. Perempuan yang sedang di perebutkan oleh para lelaki setempat.


Sementara para gadis dan ibu-ibu menyaksikan itu, mereka tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha, emang enak." Mereka seperti sedang menonton film drama Thailand.


Tawa mereka menyadarkan kedua pemuda tersebut. Membuat mereka malu karena sudah di abaikan oleh perempuan yang ia dambakan. Sekaligus menjadi tontonan para ibu-ibu dan gadis. Yang menyaksikan acara tersebut, seperti sedang menonton drama saja.


Sedangkan Yosi masih terus berlari tidak memperdulikan tatapan mata para lelaki yang terpana akan ke cantik kan nya.


"Heran kenapa sih orang Indo, melihat aku seperti itu. Males banget berjumpa dengan orang yang seperti itu. Mana horor banget jika melihat para perempuan di sini. Aku juga gak tidak mau di sebut orang ketiga. Hanya perempuan yang bodoh mau menerima lelaki seperti tadi. Sangat menjijikan sekali, hidup bersama mereka bisa jadi apa aku. Bisa lebih parah kali dari kehidupan ku sebelumnya. Tidak enak juga jadi janda, selalu di curigai terus menerus." Gerutu Yosi sambil berlari.


Hingga ia sampai di rumah, lalu duduk di teras. Pak Yuda yang melihat putrinya duduk di teras depan dengan wajah kusut. Ia pun langsung menghampiri putrinya, dan duduk di kursi sebelah.


"Ada apa honey, kenapa kusut habis lari pagi?" tanya pak Yuda.


"Tidak apa-apa Pi, cuma lagi bete saja." Jawab Yosi.


"Bete kan ada penyebabnya honey, apa ada masalah saat lari tadi." tanyanya pak Yuda.


*****Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2