APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
128.Perlakuan manis Fahmi


__ADS_3

Kini Fahmi memberi segelas susu, tadi pagi belum sempat minum susu. Asifa pun menerima gelas berisi susu itu, dengan senyum manisnya. Fahmi pun membalas senyuman manis istrinya itu dengan senyuman manis juga.


"Terima kasih ya mas susu nya." Ucap Asifa setelah susu itu habis.


"Ya sayang, apa pun yang terbaik untuk mu sebisa mungkin mas akan lakukan. Apa lagi cuma bikin susu, itu hal yang mudah sayang." Ucap Fahmi sambil mengusap bibirnya Asifa Pakai tissue. Sebab di hadapan banyak orang, tidak mungkin ia menjahili istrinya seperti saat berduaan. Fahmi akan melakukan hal yang lebih dari sekedar mengusap bibir tersebut.


Asifa yang mendapatkan perlakuan manis suaminya tentu bahagia juga malu. Sebab dirinya berasa menjadi pemeran drama Thailand. Atau mungkin Korea, yang sangat romantis, jika di nikmati oleh mata memandang.


Asifa hanya menunduk menyembunyikan rona merah di wajah cantik nya itu. Fahmi tersenyum bahagia melihat istrinya tidak dapat menolak perlakukan manis darinya.


Fahmi dan Asifa, di ikuti oleh orang tuanya dan orang tua Asifa. Mereka pergi untuk menuju rumah baru asifa dan Fahmi. Yang tidak jauh dari rumah keluarga Hermansyah dan Daryanto.


"Sayang ayo naik pelan-pelan ya," Fahmi membukakan pintu mobil untuk Asifa, ketika Asifa hendak masuk mobil pun. Fahmi meletakkan tangannya di atas kepala Asifa agar tida kepentok body mobil.


Setelah Asifa di dalam mobil, dirinya memutari mobil tersebut untuk mengemudi sendiri. Tidak ada yang ingin ada yang mengganggunya untuk menikmati masa pengantin baru nya. Fahmi memilih mengemudi mobil sendiri, selama ia bisa dan tidak mengendarai mobil jauh-jauh.


Beberapa menit kemudian sudah sampai kurang lebih perjalanan 5 menit. Fahmi lebih dulu turun dari mobil dan segera membuka pintu mobil untuk Asifa. Setelah semua keluar dari mobil, Fahmi menggiring nya masuk rumah barunya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," Ucap semuanya yang datang.


Kemudian, semua pergi untuk ambil bagian untuk menyusun perabotan. Terutama untuk yang laki-laki, menyusun meja makan, sofa ruang tamu, dan ruang keluarga. Perabotan dapur lengkap, dan yang terakhir bagian cuci pakaian.


Sedangkan para wanita berada di kamar utama, menyusun pakaian Asifa, dan barang-barang miliknya. Sedangkan pakaian Fahmi belum di bawa, rencana besok setelah menginap di rumahnya.


Setelah selesai, semua kumpul di ruang keluarga dan tamu. Mereka rehat sejenak sebelum mereka pulang kerumahnya masing-masing. Asifa dan Fahmi ikut orang tua Fahmi, dengan mobilnya.

__ADS_1


"Sayang itu rumah dari ayah tidak di pakai? sepertinya juga satu perumahan komplek ini? rencana untuk apa sayang, mau di kontrakan atau mau bagaimana?" tanya Fahmi pada istrinya.


"Iya sayang, itu rumah jika tidak terawat kan sayang. Sudah bagus, setidaknya kamu tidak mengecewakan yang memberikan pada mu sayang." Timpal pak Herman.


Biar di tempati pekerja saja pa, yang saat ini pada ngekos. Tidak perlu bayar kos lagi, ya anggap saja itu mes. Tapi khusus untuk laki-laki. Jika perempuan kak Andik tolong belikan rumah juga ya. Yang tidak jauh dari toko kue AZ ZAHRA saja di setiap cabang. Begitu juga untuk yang laki-laki, di setiap cabang." Ujar Asifa dengan serius.


"Baik lah nanti kakak cari dulu yang pas. Tapi bagaimana jika yang berumah tangga, mareka juga ngontrak kan?" tanya Andik. karena ada beberapa karyawan yang sudah menikah dan hidup juga pas-pasan.


"Kalau itu kakak, cari tanah kosong di sekitar toko itu. Atau rumah yang di jual, lalu bangun kontrakan petak. Khusus untuk yang sudah nikah, dan siapkan tukang kebersihan untuk lingkungan rumah itu. Dan siapkan kamar untuk tukang kebersihan itu, untuk tinggal di sana." Ujar Asifa.


Yang Asifa pikir kan semua karyawan tercukupi, toh uang yang ia dapat pun jerih payahnya mereka. Maka baginya tidak ada salah memberikan kenyamanan untuk semua karyawan nya.


"Apa kamu yakin sayang, itu mengeluarkan uang cukup banyak dan tidak itu saja. Mereka juga pasti merasa terkekang, atau apa dengan kita memberikan tempat tinggal?" tanya pak Herman.


"Tidak akan pa, semua itu sudah Asifa pikiran dari beberapa minggu lalu. Terutama setelah kak Andik Memberikan datang mereka. Karena Asifa juga ingin meringankan beban mereka. Asifa tidak ingin karyawan ada yang masih dengan beban hidup. Sehingga berdampak buruk dengan pekerjaan mereka juga."Jawab Asifa dengan gamblang tanpa beban.


Asifa yang sudah biasa hidup mewah bersama keluarga Dinata. Sudah hafal dengan semuanya untuk mengatur uang. Apalagi Asifa pernah belajar manajemen keuangan pun. Tidak sulit untuk itu semua, bahkan Asifa dengan cepat dalam berpikir.


Hal itu membuktikan saat Andik yang mempertanyakan tentang karyawan yang sudah berumah tangga. Dengan cepat ia mendapat kan ide, tanpa berpikir panjang dulu. Sambil berbicara spontan itu juga keluar dari otak nya, sehingga tidak perlu lama-lama untuk menerangkan.


Fahmi kagum dengan kelebihan istrinya, hal ini juga tidak pernah ia bahas saat berduaan. Tanpa banyak pikir, istrinya mampu memberikan tugas dan perintah pada Andik asisten sekaligus kakak angkatnya itu.


Fahmi tidak keberatan, apa yang di lakukan Asifa itu hak nya. Sebab itu juga adalah hasil dari pekerjaannya sendiri bukan dari dirinya. Namun patut untuk di contoh, jika ia juga ingin bisa memberikan yang terbaik untuk karyawan.


Namun hal itu ia perlu berembuk pada istrinya, karena uang penghasilan nya itu juga hak istri dan keluarganya. Berbeda dengan istrinya, ia sudah bisa menafkahi keluarga Asifa dan keluarganya. Jadi ia merasa yang harus bisa menyukupi keluarga nya lebih dahulu.

__ADS_1


Mereka kekayaannya di bandingkan dengan istrinya masih banyak dirinya. namun istrinya ingin uangnya juga berguna untuk orang yang membutuhkan. Sehingga apa pun yang dilakukan oleh istrinya ia akan mendukungnya. Karena itu juga yang di lakukan istri Rasulullah:


Zainab binti Jahsi, merupakan salah satu istri Rasulullah yang dikenal sebagai muslimah yang giat bekerja dan berkarier . Meski Rasulullah memberikan nafkah yang cukup. Ummul Mukminin ini tetap giat mengumpulkan rezeki karena keinginannya untuk bersedekah.


Dirangkum dari buku 'Keutamaan Keluarga Nabi ' yang ditulis Ummu Syu'aib Al Wadi'iyah, kisah Zainab binti Jahsy ini menjadi potret perempuan karier yang dermawan dan layak diteladani oleh kaum perempuan masa kini.


Zainab binti Jahsy adalah putri bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdil Muthalib. Ia merupakan janda dari Zaid bin Haritsah yang bukan lain adalah anak angkat nabi. Allah menikahkan Rasulullah dengan Zainab dari langit ketujuh dan menjadikan pernikahan tersebut sebagai dalil tentang pembatalan hukum anak angkat yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an.


*****Bersambung.....


*


*


*


Hai..., Teman-teman pembaca setia,πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Mampir yuk di karya yang satu ini,πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Yang memilih menjadi singel mom, setelah di ceraikan oleh suaminya.



Seorang wanita mana yang mau menderita di dalam rumah tangganya. Menderita lahir dan batin, akhirnya memilih untuk hidup sendiri.

__ADS_1


Bagaimana kisahnya yuk mampir ke karya ku, yang hanya di Noveltoon.


__ADS_2