
"Bete kan ada penyebabnya honey, apa ada masalah saat lari tadi." tanyanya pak Yuda.
"Ya memang ada penyebabnya Pi, selama aku olahraga tadi. semua mata para perempuan baik yang masih gadis atau pun ibu-ibu, menatap Yosi dengan tatapan mata yang horor Pi. Bagaimana kalau aku menggoda para pacar dan para suami mereka coba?" tanya Yosi pada papinya.
"Itu sudah nasib orang cantik sempurna seperti mu ini. Banyak yang kagum dan banyak pula yang iri. Sudah pasti juga banyak yang membenci mu, karena mereka takut kehilangan miliknya. Semua itu tergantung diri mu yang menjalani nya honey. Yang kagum itu adalah yang baik pada mu, menjadikan diri sebagai inspirasi dan motivasi hidup mereka. Yang iri padamu, itu karena kamu itu cantik sempurna di mata lelaki. Sehingga semua lelaki terpesona dengan mu dan mengabaikan mereka. Itu hal biasa honey, begitu juga yang terjadi pada duda tampan pasti akan di dambakan oleh para perempuan." Jawab pak Yuda dengan panjang lebar pada putrinya.
"Enak laki-laki kali Pi, tidak ada yang memusuhi atau di tatap horor oleh para laki-laki lain." Kata Yosi, dengan raut wajah lesu.
__ADS_1
"Siapa bilang tidak ada musuhnya, kalau laki-laki itu tidak menampakkan ketidaksukaan di depan perempuan honey. Berbeda dengan kaum perempuan, jika tidak suka langsung terungkap dengan tatapan nya." Kata pak Yuda, mengatakan apa yang ia sudah alami. Yang memang memiliki nasib sama dengan putrinya.
"Apakah salah janda ya? kalau yang namanya janda pasti yang memiliki pacar atau suami waspada dan siaga satu. Apa begitu rendahnya nilai seorang janda di mata orang yang sempurna. Apa lagi jika janda cerai seperti aku ini, selalu saja pergerakan nya tak lepas dari pandangan mereka. Apa meraka pikir aku memilih jadi janda itu karena kemauan. Bagiku ketakutan mereka itu berlebihan Pi." Kata Yosi dengan tatapan mata terus kedepan namun kosong.
"Itu semua jangan di ambil hati, karena tidak akan mempengaruhi masa depan kita. Apa lagi kita ini hidup bukan bergantung dengan mereka. Jadikan itu sebagai motivasi hidup kita, bahkan hidup itu memang berwarna. Anggap tatapan dan perkataan mereka melengkapi warna kehidupan kita Honey."Nasehat pak Yuda berikan pada putrinya, ia berharap putrinya tidak mengalami depresi.
Bagi seorang perempuan tidak akan pernah bisa sempurna jika tidak bisa memberikan keturunan pada suaminya. Di tambah lagi mengetahui suaminya saat itu bersama perempuan lain. Yang tidak lain adalah mantan pacar nya, yang ternyata telah menjadi madunya. Bahkan perutnya sudah terlihat membesar, yang ia tahu adalah buah hati mereka berdua. Sebagai seorang istri sudah pasti hancur berkeping-keping hatinya.
__ADS_1
Kini sudah menjadi janda, juga tidak bisa tenang. Sebab sesama perempuan, semuanya menatap dirinya penuh dengan curiga dan kebencian terhadap putrinya.
Yosi langsung beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan pada papinya untuk lanjut dengan aktifitas nya.
"Sudah lah Pi, sesuka mereka mau bagaimana. Yang penting aku tidak melakukan apa yang mereka katakan.. Aku mau mandi dulu ya pi."Pamit Yosi pada papinya.
*****Bersambung....
__ADS_1
Segini dulu ya teman-teman, author belum bisa panjang-panjang.😊😊😊😊