
"Sayang kalau masak jangan melamun, kamu mau masak apa kamu bisa ambil bahan di kulkas. Ini biar kakak yang lanjutkan, ayam krispi nya."Mengambil alih kerjaan Asifa.
"Kak aku ingin hidup tenang, tapi kenapa di sini lebih runyam. Apa lagi orang yang tidak tahu masalah sebenarnya jadi sok tahu. Aku yang menghindar dari keluarga Dinata, tapi gara-gara perbuatan Erna aku jadi agak sulit." Keluh Asifa.
"Memang berat sayang tapi kamu harus ingat, bahwa tidak masalah yang tidak selesai jika kita serahkan pada sang pencipta. Bertawakal, berdoa dan ikhtiar sayang, tidak mungkin kamu tidak menemukan jalan keluar."Nasehat Aisyah berikan pada adik kesayangannya.
"Insya Allah kak, aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi."Ucap Asifa sambil senyum terpaksa, karena memang masih dalam tahap pemulihan dari keterpurukan.
"Ya sudah, sekarang kamu mau masak apa? dari tadi cuma bantu kakak. Apa bahan yang ingin di masak tidak kamu temukan di kulkas kakak?"tanya Aisyah dengan tatapan lembut pada adiknya.
"Aku bingung kak mau masak apa tapi aku lagi ingin makan yang pedas manis. Sepertinya enak deh kalau makan gado-gado, di sini di mana jual ya kak?"tanya Asifa.
"Tapi kamu tidak lagi ngidam kan dek? kenapa kamu tiba-tiba pengen makan yang tidak ada di rumah, atau sekitar sini? tanya Aisyah yang bingung dengan keinginan adiknya.
"Isst... kakak kalau aku ngidam, tidak mungkin aku di cerai dengannya kak."Kata Asifa, yang langsung cemberut dan kesal. langsung pergi meninggalkan kakak yang terdiam di dapur.
Asifa menyambar kantong kresek belanjaannya tadi. Langsung pergi dari rumah kakaknya untuk pulang ke rumahnya.
Sebenarnya Asifa ada rasa takut jika ketemu pak Edi Susanto. Tapi dia kesal dengan kakaknya, karena ucapannya yang menyinggung hatinya.
Taufiq melihat adik iparnya keluar dengan cemberut, bahkan tidak menoleh dan pamit dengannya. Membuat hatinya tidak tenang, mungkin tersinggung dengan ucapan kakaknya atau ada hal lain.
Tanpa pikir panjang Taufiq pergi meninggalkan putrinya di ruang tamu keluarga. Mengikuti Asifa yang setengah berlari arah kerumah mertuanya.
Taufiq mengawasi Zahra dari jarak jauh, karena tidak ingin terjadi yang tidak-tidak pada Asifa.
Tidak jauh dari rumahnya, Asifa ketemu dengan bu Salimah yang tak lain ibunya Rais.
"Zahra kamu dari mana kok sepertinya kamu lari-lari, ada apa?"tanya bu Salimah.
__ADS_1
"Iya bu, tidak ada apa-apa, saya hanya takut ketemu sama pak Edi."Jawab Asifa sambil tersenyum kaku.
"Oh begitu, memang itu orang harus di hindari. Ya sudah sana buruan masuk, nanti berada kalau ketemu, bisa perang dunia ketiga."Ujar bu Salimah.
"Baik bu saya permisi assalamualaikum."Ucap Asifa, segera pulang ke rumah yang tinggal dua lagi.
"Wa'alaikumsalam, kasihan, semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untuk mu Zahra."Ucap bu Salimah.
Bu Salimah sebenernya suka dengan Asifa, namun kekurangan Asifa yang membuatnya ragu. Di tambah lagi putranya usianya masih sangat muda. Jika menyetujui keinginan kedua putranya percuma, karena ia berharap untuk punya cucu. Dan kabar yang beredar tentang Asifa, karena Asifa janda mandul.
Taufiq tidak lagi mengikuti Asifa, cukup sampai tikungan masuk blok. Karena rumah mertuanya hanya 6 rumah dari tikungan.
Kini Asifa sudah ada di dalam rumah, ia langsung merasa lega karena tidak ketemu pak Edi.
"Huff alhamdulilah aman, ih aku kesel banget sama kakak. Apa orang yang pengen makan sesuatu, yang susah di jumpa berarti ngidam. Padahal dia tahu kalau aku baru saja datang bulan minggu ini."Asifa menggerutu.
Karena mulai terbiasa dengan berbagai gunjingan dan jauh dengan Ardi. Asifa tidak lagi banyak beban pikiran, bahkan setiap hari minggu keluarga Hermansyah kumpul di rumahnya. Mengadakan barbeque di rumah pak Herman. Yang mana rumah pak Herman lebih besar dari Taufiq.
Karena uang hasil penjualan perhiasan Asifa, yang selama hidup bersama Ardi. Yang nilainya cukup besar, sehingga bisa beli rumah dan beli kios. Untuk toko kue baru bu Hafsah, namun di beri nama toko kue AZ-ZAHRA.
Dan toko kue bu Hafsah juga memiliki karyawan 3 sekaligus, Karena Aisyah dan Asifa tidak ingin kedua orang tuanya capek.
Akhirnya Asifa nonton TV di ruang keluarga. Tepat dengan berita, tentang pak Surya Dinata yang kini di bawa ke rumah sakit.
...----------------...
Pak Surya tersorot kamera dengan suara sangat jelas. Bahkan pak Surya yang terbaring lemah dan tidak berdaya itu menyebut-nyebut nama Asifa.
"Asifa... Asifa.... maafkan opa Asifa"
__ADS_1
Itu yang keluar dari mulut pak Surya yang terlihat wajahnya pucat dan terbaring di branker.
Terlihat pak Surya di ikuti oleh pak Arya dan Ardi.
Bahkan secara live dalam acara talk show.
"Ternyata nama Nona ASIFA AZ ZAHRA mendapatkan tempat di hati keluarga Dinata. Selama ini Nona ASIFA AZ ZAHRA masih bertengger di hati Tuan ARDI KUSUMA DINATA. Karena Tuan ARDI masih mengharapkan kehadiran sang pujaan hati.
Dengan permintaan Nyonya GINA ARIANA DINATA untuk mencari Nona ASIFA AZ ZAHRA. Karena Nyonya GINA sudah menganggap sebagai putri kandungnya sendiri. Dan ternyata kedekatan Nyonya GINA dan Nona ASIFA. Ketika Nona ASIFA sejak masih bayi sudah dalam dekapan keluarga Dinata. Benar begitu Nyonya GINA? apakah ada kata-kata yang akan di katakan. Mungkin di luar sana Nona ASIFA juga sedang menonton atau ada yang mengenal Nona ASIFA mungkin?" tanya pembawa acara.
"Ya sangat benar, kami sangat mencintai Asifa, bahkan papa selalu memanggil namanya. Karena papa suami saya tidak tahu menahu waktu perpisahan Ardi dan Asifa. Beberapa hari setelah berita viral tentang perceraian, kami kehilangan jejaknya Asifa. Sampai saat ini kami masih mencarinya sungguh dari lubuk hati yang terdalam saya sangat menyayangi Asifa."Ujar Bu Gina panjang lebar tentang keluarganya yang menyayangi Asifa. Dengan luruhnya air mata membasahi pipinya.
"Lalu apa pesan yang akan Nyonya Gina sampaikan?"tanyanya lagi.
"Untuk sahabat ku Hafsah dan keluarga Hermansyah. Dengan segenap hati saya dan keluarga minta maaf. Karena kami yang telah menggoreskan luka di hati kalian. Sungguh kami tidak akan mencari lagi keberadaan mba Hafsah dan Asifa. Asifa sayang maafkan opa dan Ardi ya sayang. Jaga kesehatan, maafkan kami yang sudah menyakiti hati mu. Ibu sudah menyerah untuk mencari mu, karena kami selama sebulan lebih ini membuat mu tidak nyaman. Semoga setelah ini kamu bisa tenang dan tidak lagi takut akan berjumpa kami. Ibu akan selalu menyayangi mu I LOVE YOU ASIFA." Bu Gina berbicara dengan tulus dan derai air matanya mengalir tanpa henti.
...----------------...
Asifa sungguh sakit hatinya ketika melihat TV tersebut.
Dia tidak lagi ingin bersedih, bahkan Asifa yakin beberapa hari ke depan keluarga Dinata akan datang. Jika ada yang melaporkan kan keberadaan dirinya di kota pelajar ini.
*****Bersambung....
kira kira keberadaan Asifa ketahuan tidak ya?...
Dan siapa yang akan memberikan informasi pada keluarga Dinata tentang Asifa?...
teman teman Jang lupa ya tinggalkan jejak ya👇👇👇👇🙏🙏🙏
__ADS_1