APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
98.Ucapan ulang tahun


__ADS_3

"Kita sudah di acara selanjutnya. Akhirnya kedatangan tamu agung, yang kita tunggu-tunggu."ucap MC.


"Assalamualaikum,"Ucap pak Arya dan keluarga Dinata.


Wa'alaikumsalam warahmatullahi......," jawab semua yang di atas mimbar, mereka saling berjabat tangan dan berpelukan.


Untuk yang sesama jenis, yaitu pak Herman, pak Daryanto, Taufiq, Zaki, Fahmi.


"Sayang..., opa ikut bahagia. Karena opa sudah lama tidak melihat senyum manis mu ini. Semoga ke depannya, senyuman manis ini tidak akan pudar lagi ya." Kata pak Surya dengan memeluk Asifa dengan penuh kasih sayang.


"Insya Allah opa. Alhamdulillah opa juga bisa hadir di acara yang Asifa adak kan mesti terlambat.


"Siapa bilang terlambat sayang, bukan kah tadi MC bilang acara selanjutnya?" tanya pak Surya dengan senyum penuh arti.


"Hah? Asifa lupa masih ada acara barbeque an ya opa." Itu yang Asifa tahu, pak Surya hanya mengangguk saja.


Kemudian beralih pada sosok pemuda yang tampan dengan balutan batik senada dengan Asifa.


"Pasti ini Fahmi calon cucu opa yang baru."Ucap pak Surya yang memeluk Fahmi dengan erat.


"Iya tuan besar benar,"kata dengan senyum malu, lalu mengiring pak Surya ke sebuah kursi yang sudah di bawa kan Rendra sang pengawal.


"Panggil opa, sama dengan Taufiq, Aisyah dan Asifa. Semua cucu opa, terima kasih sudah bantu opa."Ucapnya dengan senyum yang tulus pada Fahmi.


"Baik opa," Ucap Fahmi dengan senyum manisnya.


Fahmi dapat melihat ketulusan hati dari keluarga Dinata. Namun berita hal yang buruk tentang keluarga Dinata, itu biasanya terjadi pada para pengusaha ternama.


Dengan satu kesalahan, maka di mata masyarakat Indonesia semua menjadi jelek semua. Begitu pun dengan Asifa, karena berita tentang perceraian nya. Kini Asifa selalu di pandang dengan rendah, dan hina.


Di tambah lagi dengan kekurangan, maka Asifa di cap sebagai pemuas nafsu Om Om dan pelakor. Karena setelah pisah dengan Ardi pasti menjadi miskin. Dengan itu maka Asifa mendapatkan fasilitas mewah, nauzubillah.


Yang datang tidak hanya pak Arya dan pak Surya, Ardi dan Salsa datang. Yang sebelumnya ia akan pergi berbulan madu, untuk menghindari acara ini. Namun dengan tegas pak Surya melarang mereka pergi sebelum datang ke acara Asifa.


"Sayang...., ayah sangat rindu dengan mu, terutama dengan senyuman mu yang ini."Pak Arya menangkup kedua sisi kepala Asifa, kemudian mendapatkan kecupan di kepala Asifa. Namun Asifa hanya senyum merekah tidak hanti-hentinya.


"Adek kakinya kenapa?"tanya Ardi, saat di hadapan Asifa dengan perasaan khawatir.


Karena dari jauh tadi ia melihat Asifa, yang dalam dekapan Fahmi. Membuat dirinya merasa sesak nafas, melihat keromantisan mantan istrinya.


Pertanyaan Ardi pada Asifa di dengar oleh Fahmi dan Salsa istrinya. Salsa ada rasa cemburu saat melihat dan mendengar suaminya masih perhatian dengan mantan istrinya.


Namun Fahmi langsung pergi dari mimbar tanpa sepatah kata pun. Asifa merasa bersalah saat melihat Fahmi pergi. Tidak ingin mendengar jawaban, yang akan di berikan untuk mantan suaminya. Di ikuti Zaki sahabat, yang di pikir Fahmi cemburu dan memilih pergi.


"Tidak apa-apa kok mas, ini cuma masih dalam masa pemulihan."Jawab Asifa dengan senyum tipis, tepatnya terpaksa senyum.


Tak lama berjalan dengan membawa kue tart coklat. Di iringi sahabat nya Zaki, yang membawa kotak perhiasan sebagai hadiah untuk Asifa.


__ADS_1



Di belakang mereka ada Diana dan suaminya, Lira dan Rendi, Arsila dan suaminya, Aisyah, Amir, Anisa, Henry, Yosi, Haris, Andik, Irgi. Membawa kado masing-masing, kecuali yang berpasangan.


Lantunan lagu ini mengiringi langkanya.


......................


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Selamat hari milad


Semoga dapat rohmat


Selamat hari milad


Semoga dapat rohmat


Hingga hidup selamat


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Selamat ulang tahun


Semoga berkah turun


Selamat ulang tahun


Semoga berkah turun


Dari Allah Pengampun


Sehingga hidup rukun


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk

__ADS_1


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Amin amin amin amin


Amin amin amin amin


Amin amin amin amin


Allah Robbul A'lamin


......................


Antonio dan Purnomo menyiapkan meja kecil di tengah mimbar. Di susul oleh Fahmi yang meletakkan kue tart. Kemudian mengambil kotak yang di pegang Zaki. Melangkah dekat pada Asifa, dan memberikan kotak perhiasan.


"Barakallahu fii umrik, dek Zahra. Semoga sehat selalu, buat kedepannya bahagia menyertai mu. Maaf ini kado dari saya yang tidak seberapa, semoga adek Zahra suka."Ucap Fahmi pada Asifa sang bidadari hatinya.


"Terima kasih mas. Alhamdulillah Asifa suka, dengan hadiah ini mas."Ucap Asifa dengan senyum manisnya, menerima kotak tersebut.


"Alhamdulillah kalau adek suka," Fahmi senang melihat senyum manisnya, sang bidadari hatinya.


"Barakallahu fii umrik sayang, semoga kebahagiaan selalu menyertai mu."Ucap Aisyah, memeluk dan mencium kening, dan kedua pipinya Asifa.


"Terima kasih kak,"ucap Asifa.


Di susul orang kedua orang tuanya "Barakallahu fii umrik princess papa dan mama,"secara bersamaan papa dan mamanya. Mereka memeluk Asifa dan mencium kening dan kedua pipinya Asifa secara bergantian.


"Terima kasih ma, pa. Tapi bukan nya ulang tahun Asifa masih besok ya?"Asifa.


"Sekalian sayang, lihat sahabat dan teman sekolah mu SMP datang juga." Menunjukkan para sahabat dan teman sekolah.


Yang teman Henry saja, namun Asifa tidak mengenali sama sekali. Sementara pak Arya dan opa tidak ingin ketinggalan.


"Sayang ini kado dari Opa dan Ayah. Barakallahu fii umrik princess.., semoga kedepannya tidak ada badai lagi di kehidupan mu. Dan selalu bahagia, lupakan masa lalu mu ya." Ucap pak Surya.


"Iya sayang, jangan menoleh ke belakang lagi tatapan lah ke depan. Agar tidak lagi mengingat yang lalu, sehingga kamu bahagia selalu."Timpal pak Arya.


"Terima kasih Opa, Ayah. Insya Allah Asifa akan berusaha agar tidak menoleh ke belakang.


"Adek ini dari mas dan Salsa. Semangat untuk melupakan masa lalu kita, karena kita sudah punya kehidupan masing-masing. Maafkan yang sudah melukai hati mu dek, dan maaf kan Salsa yang tanpa sengaja juga sudah melukai hati mu. Karena sekarang dia yang bersama mas, untuk selamanya." Ucap Ardi sambil memberikan kotak kado kecil.


"Saya sudah memaafkan mas mau pun Salsa. Terima kasih sudah hampir di acara Asifa dan terima kasih hadiah nya."Ucap Asifa. Tanpa menatap Ardi sama sekali, lalu memeluk Salsa dan Salsa pun membalas nya.


"Terima kasih ya Asifa, kamu sudah memaafkan aku. Semoga kamu bahagia selalu."Ucap Salsa.


"Kamu tidak perlu meminta maaf Sal, kamu ini menantu pilihan ibu juga. Sekarang yang menjadi kakak ipar ku juga." ucap Asifa, membuat yang sedikit bingung.


"Kok kakak ipar?"

__ADS_1


__ADS_2