APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
122.Keturunan dan harta


__ADS_3

"Maksud ayah apa sih?"tanya Ardi, yang memang tidak faham.


"Kamu yakin ingin tahu? ayah harap kamu bisa lapang dada. Dan itu sudah kita butuhkan lagi, sebab perusahaan yang milik Oma sudah ada di tangan mu. Dan setelah akhir bulan ini kamu yang pegang perusahaan Opa dan Ayah. Supaya kamu tidak larut dalam masalah yang sedang kamu alami. Dan ayah harap kamu tidak bertindak bodoh lagi, belajar lah dari masa lalu mu." Jawab pak Arya.


"Insya Allah yah, apa pun itu sudah saya terima. Apa ini tentang Asifa yang ayah maksud?"tanya Ardi, yang mulai faham jika dirinya harus lapang dada. Jika tentang mendiang ibunya atau Salsa tidak mungkin. Sebab tadi ini bukan tentang ibunya, siapa lagi kalau buka Asifa.


"Iya memang ini mengenai Asifa. Apa kamu sudah tahu apa masalah yang membuat, program bayi tabung mu gagal?"tanya pak Arya, dengan tatapan penuh kecewa.


"Kenapa harus bahas itu sih yah? kan itu sudah berlalu setengah tahun yang lalu. Lagian Asifa juga sudah berumah tangga lagi tidak akan berdampak buruk lagi jika tidak di bahas dan sampai luar beritanya."Jawab Ardi dengan nada kesal.


Ardi merasa kesal pada ayahnya, lantaran tadi ia di minta lapang dada. Tapi kenapa harus kembali memikirkan hal yang sudah berlalu dan tidak mungkin bisa di ulangi kembali.


"Tapi ini yang akan berdampak buruk di kamu sayang bukan Asifa."Kata pak Arya yang membuat Ardi mengerutkan keningnya.


"Kenapa bisa begitu, kan yang bermasalah itu Asifa yah. Bukan Ardi, kenapa ayah menyalahkan saya sih. Kan sudah ketahuan juga dari pemeriksaan jika Asifa yang sulit memiliki keturunan." Kata Ardi, yang tidak terima jika di salahkan.


"Apa kamu memeriksa kan kondisi mu, sebelum?" tanya pak Arya.

__ADS_1


"Sudah lah, kalau ayah tidak terima dengan Asifa bahagia sama orang lain. Kenapa ayah menyuruh Ardi untuk punya keturunan dengan orang lain. Sekarang saya yang sudah berpisah dengan orang yang saya cintai, juga karena ayah yang mendesak saya! Supaya saya segera memiliki keturunan dan harta peninggalan Oma, tidak jatuh ke tangan orang jahat itu. Sekarang ayah menyalahkan saya karena saya sudah menceraikan Asifa. Perceraian itu atas permintaan Asifa sendiri karena tidak mau di madu! Saya hanya mengabulkan permintaan nya, Karena saya juga ingin memiliki keturunan. Jadi jangan salah saya jika sekarang Asifa juga menjauhi keluarga Dinata! Karena Asifa lebih mementingkan keluarga barunya itu, yaitu keluarga Daryanto!"Jawab Ardi penuh emosi, sehingga tanpa ia sadari bahwa dirinya sudah berbicara dengan nada tinggi pada orang tuanya.


"Itu yang membuat ayah kecewa Ardi! itu semua memang kamu yang melakukan segala sesuatu yang setengah-setengah. Dan bertindak tanpa pikir panjang, dan tentunya dampak dari tindakan itu sendiri. Sudah lah percuma ayah berbicara panjang kali lebar. Nasi sudah menjadi bubur, tidak akan bisa kembali seperti semula. Besok periksa kan dirimu ke dokter spesialis kandungan, sekalian dengan Salsa. Saran ayah kamu sekalian tanya tentang kamu dan Asifa dulu. Apa yang menyebabkan program bayi tabung itu gagal. Sambil menunggu hasil pemeriksaan medis tentang dirimu. Sekarang silahkan keluar dari kamar ayah, sebab ayah mau istirahat." Pak Arya mendorong Ardi agar bangun dari duduknya.


kemudian ia masuk ke dalam selimut dan menutup dirinya sampai tidak terlihat. Di dalam selimut itu ia memeluk bingkai foto dirinya dan mendiang istrinya.


"Ardi ternganga mendengar ocehan dan perlakuan ayahnya. Arti tahu ayahnya kecewa padanya dan marah. Karena sudah di bentak secara tidak sengaja tadi. Kemudian ia ingat ketika ia membentak ibunya di telpon. Sebelum ibunya pergi ke Jogja, untuk menemui mantan istrinya. Kini jatuh air mata, apa kah dirinya juga sudah mengecewakan ibunya.


Bagaimana pun orang tua mana yang akan membenarkan tindakan anaknya. Jika tindakan anaknya yang salah, apa lagi sampai membuat malu keluarga. Di tambah lagi keluarganya ini adalah keluarga terpandang, hal itu akan mempengaruhi perkembangan perusahaan.


"Ayah Ardi minta maaf. Karena sudah kasar sama ayah. Baiklah besok Ardi akan lakukan apa yang ayah katakan. Sekali lagi Ardi minta maaf, selamat istirahat."Ucap Ardi dengan suara berat karena ia menangis. Merasa bersalah pada ayahnya, di dalam hatinya ia berharap ayahnya bertahan untuk beberapa tahun ke depan. Sampai ia bisa memberikan keturunan, ia tidak mau yang terjadi pada ibunya juga terjadi pada ayahnya.


Kini Ardi sudah berada di kamar, ia langsung duduk di sofa. Tanpa menatap Salsa, walau pun sudah tidak menangis. Namum di matanya ada bekas air mata yang masih membasahi matanya.


Salsa hanya memperhatikan wajah Ardi yang sembab. Ia yakin baru terjadi sesuatu di kamar ayah mertuanya. Bukan tak perduli, ia hanya membiarkan suaminya menenangkan diri. Agar hatinya tenang, dan dapat berpikir jernih. Sehingga dapat mengambil langkah dengan kepala dingin. Sehingga tidak gegabah, dalam mengambil tindakan dari segala sesuatu. Dan ke depan nya tidak akan pernah terjadi sebuah penyesalan.


Salsa sebagai istri, tidak ingin memperkeruh suasana di saat suaminya dalam masalah. Salsa merebahkan diri, lalu menarik selimut dan menutup tubuhnya hingga di dadanya. Kemudian ia memilih untuk tidur, apa lagi saat ini dirinya yang sedang tidak enak badan. Tentu dengan tidur itu pilihan terbaik, agar dirinya tidak berpikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


Beberapa saat Ardi melihat ke arah Salsa, terlihat Salsa yang sedang tidur. Kemudian ia membersihkan diri ke kamar mandi, setelah itu ia menyusul Salsa. Dengan perlahan ia memeluk Salsa dari belakang, memejamkan matanya untuk masuk ke alam mimpi.


...****************...


Di malam sama kini pengantin baru sedang bergulat di malam pengantin ini. Tidak ada yang mengganggu mereka, membuat mereka lebih leluasa menikmati pengantin baru.


Setelah beberapa jam mereka memadu kasih, berakhir dengan keringat bercucuran. Kini mereka saling berpelukan setelah melakukan olahraga malam.


"Terima kasih ya sayang, mas sangat puas dengan pelayanan mu. Bahkan mas masih ingin melakukan nya lagi, boleh ya?" tanya Fahmi.


"Aku capek mas, istirahat dulu ya? aku juga ngantuk, jika mas masih menginginkan nya tunggu satu atau dua jam ya." Asifa mencoba untuk bernegosiasi dengan suaminya ini.


"Iya sayang, maaf ya kalau masih terlalu semangat. Siapa tahu kita bisa mendapatkan mukjizat dari Allah. Ada kehidupan di dalam sini, itu artinya adek bisa lepas dari padangan buruk beberapa bulan lalu. Dan kita akan menjadi orang tua, karena bisa merasakan mukjizat dari Allah SWT. Kalau kesempurnaan hanyalah miliknya, dan kita yang mendapatkan rahmatnya." Ucap Fahmi dengan mengusap-usap perut rata Asifa.


"Aamiin, semoga ya mas. Asifa ingin menjadi ibu dari dulu, semoga kita bisa merasakan itu."Ucap Asifa.


"Iya sayang, sekarang kita ke kamar mandi dulu. Membersihkan diri, minimal wudhu jika tidak sanggup mandi langsung. Itu.....

__ADS_1


*****Bersambung....


__ADS_2