APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
34.Peduli dengan Asifa


__ADS_3

"Apakah yang mereka berikan karena sebagai harta gono-gini pak? kan memang seharusnya di dapat oleh Zahra. Apa lagi jika pernikahan mereka memang sudah lama, meski belum di berikan keturunan?"tanya Fahmi.


"Ya itu jika mereka tulus tidak akan ribet dan menambah luka hatinya anak saya nak."lalu pak Herman menceritakan semuanya pada Fahmi dari Asifa di kembalikan sampai dua hari lalu kejadian di rumahnya.


"Jadi intinya itu untuk dirinya sendiri, saya saja yang menjadi pendengar sakit hati apalagi yang mengalaminya."kali ni Fatur yang berkata.


"Maaf pak apakah dek Zahra baik-baik saja atau karena cuma tidur." Terlihat jelas di wajahnya Fahmi kecemasan pada Asifa.


Lalu melepaskan rangkulannya pada istrinya. Dan berbalik badan naik ke atas jok dengan hati-hati karena mobil terus berjalan. Memeriksa Asifa takut apa yang di cemas terjadi.


Asifa benar-benar tertidur dengan matanya ada bekas air matanya.


"Putri kita tidak apa-apa kan mas?"tanya bu Hafsah.


"Dia hanya tertidur, tadi mungkin terbawa emosi saja. Jadi istirahatlah supaya pikiran mu rileks juga."Titah pak Herman pada istrinya.


Tepat jam dua belas mereka singgah di rumah makan sederhana, yaitu masakan khas daerah Padang. Sekalian mereka akan menjalankan ibadah sholat zhuhur kecuali Asifa. Fatur dan Arif kini tahu kenapa Asifa mudah emosi, itu di sebabkan oleh apa.


Saat yang lain sholat Asifa makan dengan lahap makanan dari rumah makan dan jengkol buatan mpo Yati. Tak perduli dengan orang sekitarnya, hingga kedatangan orang tuanya dan yang lainnya.


"Eh itu bukannya mantan istrinya salah satu pengusaha sukses Indonesia dan luar negeri itu."salah satu penunjang rumah makan itu


"Iya nona Asifa, malangnya nasib cantik sih tapi sayang tidak bisa memberikan keturunan."cibirnya yang masih satu meja.


"*Baru juga cerai sudah dapat yang baru saja."


"Mungkin karena cantik, jadi mudah untuk mendapatkan gantinya."


"Buat apa cantik kalau cuma bisa memuaskan hasrat, wanita akan terlihat sempurna jika bisa memberikan keturunan. Pria bodoh yang mau menjadi istrinya."


"Kebanyakan pria hidung belang dan brengsek yang memanfaatkan janda kembang seperti nya*."


Berbagai kata cibiran tertuju padanya membuat Asifa semakin terpuruk saja. Namun Asifa menahan tangisnya dan amarahnya saat mendengar itu.


Fahmi tahu apa yang di rasakan Asifa walau hanya menatap wajahnya saja. Dan Fahmi tahu Asifa menahan amarahnya supaya tidak terjadi sesuatu yang akan sampai pada keluarga Dinata.

__ADS_1


Pak Herman menggenggam tangan putrinya guna menguatkan Asifa. Iya sungguh tidak habis pikir kenapa putrinya harus mengalami ini semua. Memang tidak mudah untuk menghindari keluarga Dinata.


"Sayang kalian ke mobil dengan Fatur dan Arif ya" setengah berbisik yang hanya terdengar oleh teman satu meja.


Karena pak Herman tadi memberikan isyarat untuk mendekat. Setelah berbicara pak Herman mencolek lengan Fahmi untuk mengikuti dirinya.


Sebelum jalan pak Herman membisikkan sesuatu pada Fatur. Setelah itu dia ke bagia kasir, untuk membayar makanan yang sudah di makan.


"Maaf mba bisa saya ketemu dengan menejer atau pemilik rumah makan ini?"tanya pak Herman.


"Kalau boleh tahu ada keperluan apa ya pak? apa ada pelayanan yang kurang baik dari rumah makan kami?"tanya sang kasir.


"Saya ada perlu dengan saja, untuk pelayanan sangat memuaskan, tidak ada masalah mba."Kata pak Herman.


"Baik pak mari saya antar ke ruangan beliau."Petugas kasih tersebut mengantarkan keruangan pemilik rumah makan.


tok tok tok


"Masuk"suara dari dalam.


"Baik silahkan masuk, kamu kembali kerja."Perintah pemilik rumah makan.


"Ada yang bisa saya bantu pak Her-man... silahkan duduk pak mas.."Terkejut sekaligus gagap atas kedatangan pak Herman.


" Kamu kenal saya?"tanya pak Herman.


"Saya kenal bapak kan papa Asifa Az Zahra kan?"memastikan takut salah bicara.


"Iya, apa kamu temannya?"tanya pak Herman.


"Iya pak saya temannya waktu SMP Asifa, saya Henri Aditya. Gimana kabarnya bapak dan Asifa? jujur saya turut prihatin atas apa yang di alaminya."Ucap Henri.


"Seperti yang kamu lihat, dan Asifa sekarang sangat terpuruk. Dia terlihat tegar namun jika sedang sendirian dia sangat rapuh."kata pak Herman.


"Lalu apa yang membuat bapak menemui saya. Apa ada yang bapak perlukan, saya akan bantu sebisa saya?"tanya Henri

__ADS_1


"Begini Henri saya mau minta tolong hapus video cctv di sini dari saya baru datang sampai mobil saya keluar."Ujar pak Herman.


"Siap pak, mari tunjukkan pada saya sebelah sini."ajak henri.


Langsung saja mereka menatap monitor. dimana mobil yang di tumpangi Pak Herman dan keluarga. Henri menghapus sesuai yang diinginkan pak Herman. Bahkan Henri menawarkan bahwa dirinya, yang akan meminta ruko depan yaitu cafe. Untuk menghapus, jika terdapat rekaman mobil pak Herman.


"Nak Henri apa tidak repot, tapi bagaimana dengan alasan apa nak Henri?"tanya pak Herman.


"Tenang pak nanti saya akan minta kirim ke flashdisk ini setelah itu akan saya hapus yang di sana di di flashdisk ini. Bahkan saya kenal dengan pemilik cafe tersebut."Henri benar-benar tidak rela jika Asifa menderita karena Ardi.


Karena Henri menyukai Asifa saat SMP, tapi suka dalam diam. Karena saat SMP dia culun, jadi minder jika dekat dengan Asifa.


"Baiklah saya terima kasih banyak atas bantuannya. Kalau boleh tau kenapa kamu begitu perduli dengan Asifa?"tanya pak Herman pada Henri tapi matanya melirik Fahmi. Karena Fahmi seperti kurang nyaman dengan perhatian Henri pada putrinya.


"Saya hanya memberikan bantuan pada idola saya, karena Asifa primadona di sekolah kami."Ujar Henri.


"Apa hanya itu?" pak Herman menatap nya begitu dalam.


"Iya pak tidak lebih, karena saya harus menjaga hati istrinya."Ujar Henri.


"Baiklah terima kasih atas bantuannya. Maaf saya tidak bisa lama-lama keluarga saya sudah menunggu. Jaga istrimu baik-baik, karena dia butuh bahu kita sebagai suami."kata pak Herman panjang lebar, setelah itu pergi dari rumah makan Padang.


Henri keturunan Jawa dan Padang, dia membuka warung Padang juga banyak belajar dari ibunya. Dan ayah pedagang pakaian batik khas Pekalongan, sesuai asalnya.


...****************...


Di mobil, mereka gelisah terutama bu Hafsah. Karena Asifa makin tidak jelas kadang dia tersenyum dalam tangisnya.


Hal ini yang tidak bisa bu Hafsah hadapi. Karena Asifa akan bisa tenang jika dalam dekapan papanya.


"Sayang banyak istighfar ya jangan di pikirkan omongan orang tadi, kita serahkan semua pada Allah. Pasti kamu bisa melewati ini dengan baik sayang." Bu Hafsah menenangkan Asifa.


"Kenapa semua orang memasang aku hina kenapa....


*****bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2