APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
133.Istri saya tidak mandul


__ADS_3

"Iya mas ini anak kami, memang mas yang gak bisa punya anak. Eh sekarang nikah dengan janda mandul yang sudah di campakkan oleh keluarga Dinata."Ejek Lasmi.


"LASMI!!,"bentak pak Djohar.


Ucapan Lasmi itu membuat suaminya langsung marah, namun di tahan. Pak Djohar tidak suka dengan ucapannya istrinya yang merendahkan Asifa. Di depan suaminya langsung, selain itu ia takut kena dampak nya. Dari omongan Lasmi istrinya ini akan kehilangan pekerjaannya.


Sebab mereka akan berurusan dengan pak Arya, yang tidak lain keluarga Dinata. Yang akan bertindak jika ada yang menghina putri angkat sekaligus menantunya itu.


Fahmi yang tadi sempat bermuka ramah pun langsung memerah. Hatinya sakit ketika ada yang menghina istrinya di depan umum. Apa lagi ada beberapa orang langsung heboh dan berusaha mendapatkan berita tentang Asifa dan Fahmi.


Walau yang orang tahu kalau Asifa mandul dan di campakkan oleh Ardi Kusuma Dinata. Tapi selama dia yang mendampingi istrinya, tidak akan ia biarkan air matanya jatuh. Jangan di hina seperti ini, bersedih saja dia tidak rela.


Untungnya tadi tidur, dan ia memilih pergi sendiri. Sehingga istrinya tidak drop di tempat ini karena mantan istrinya. Baru ia memikirkan istrinya tadi pagi, jika ada yang terjadi hal yang buruk. Ia bersyukur Allah masih melindungi istrinya dari hal yang buruk. Kalau benar tebakan nya istrinya hamil, jika istri juga belum mengetahui itu. Ia tidak bisa membayangkan dampaknya setelah kejadian ini.


Semua orang ingin tahu, apa yang akan terjadi hari ini. Si pemilik restoran BERKAH BERSAMA di rendahkan pengunjungnya. Yang mana orang tahu istri dari pemilik toko perhiasan berlian di Jogja.


Irgi yang saat itu baru saja keluar dari ruangan kerjanya Zaki. Ia baru mau manggil bosnya, malah mendengar ucapan perempuan yang tidak lain adalah mantan istri bosnya. Ia pun ikut marah mendengar ucapan Lasmi, yang merendahkan dan menghina Asifa yang sudah ia anggap adik sendiri.


"Jaga ucapan mu itu Lasmi, saya tidak pernah mengusik hidupmu. Dan tidak pernah terima siapa pun yang merendahkan istri saya. Dengar ya, istri saya tidak mandul seperti orang-orang yang membicarakan itu. Bahkan dokter spesialis kandungan pun tidak mengatakan bahwa istri saya mandul. Saat ini istri saya sudah membuktikan pada saya yang menerimanya. Kini istri saya sedang mengandung anak pertama kami. Apa pantas ucapan itu di tujukan pada istri saya." Mengalihkan tatapannya pada pak Djohar.


"Dan anda yang sudah membawa Lasmi ke sini, silahkan bawa perempuan tidak tahu malu ini. Keluar dari sini, jangan pernah izinkan dia menampakkan wajahnya di hadapan saya." Tangannya menunjuk wajah Lasmi, yang masih mematung.

__ADS_1


Sebab selama hidup dengan Fahmi, Fahmi tidak pernah semarah ini. Bahkan saat menceraikan dirinya tetap dengan bahasa yang biasa.


"Irgi tolong kasih tahu semua satpam perempuan ini jangan izinkan masuk di restoran BERKAH BERSAMA. Saya haramkan restoran saya di kotori penghianat ini. Begitu pula berlaku untuk suaminya dan keluarganya." Perintah Fahmi yang sudah tidak ada lagi toleransi untuk mantan istrinya yang sudah menghina istrinya.


"Baik pak, siap laksanakan."Kata Irgi, kemudian menatap wajah pak Djohar Herlambang yang sudah mengenal sejak beberapa tahun lalu.


Pak Djohar menjadi pias yang mengetahui jika Irgi salah satu pengawal Asifa. Menjadi ketar ketir, sebab istrinya sudah menyinggung keluarga Dinata dan keluarga Hermansyah. Ia menghela nafas sebelum berbicara, pada Fahmi.


"Maaf tuan, atas sikap kurang baik istri saya. Dan saya juga akan pasti kan ini terakhir kalinya kami berada di restoran anda. Irgi sampai maaf saya pada tuan besar Hermansyah dan Arya Dinata. Saya minta maaf atas ucapan istri saya, kami permisi. Assalamualaikum," ucapnya lalu menarik tangan Lasmi dengan kasar, berbicara pada istrinya.


"Wa'alaikumsalam," hanya itu jawab keduanya dan ada beberapa pengunjung di sekitar Fahmi yang sebagian besar muslim.


"Saya ke ruangan dulu ya Ir, tolong nanti bawakan capuccino ya."Pinta Fahmi.


"Tidak tahu kenapa aku tiba-tiba pengen banget capuccino ini, rasanya juga seperti sudah ada di lidah. Jadi gak sabar pengen minum nya." Jawab Fahmi mengatakan apa yang di rasakan, saat melihat pengunjung minum cappuccino.


"Ya sudah saya ke bagian dapur dulu buat pesan. Tapi yang dingin apa panas?" tanya Irgi.


"Dingin aja ya biar tambah nikmat. Terima kasih."Ucap Fahmi sambil menepuk pundak Irgi.


"Ya pak sama-sama kalau begitu anda tunggu di dalam saja biar saya buatkan." ujar Irgi, langsung menuju dapur.

__ADS_1


Fahmi tersenyum bahagia mendengar akan di buatkan oleh Irgi. Dengan senyuman itu ia pergi ke ruangan, di mana Zaki berada.


Sementara pengunjung dapat menyimpulkan kalau saat ini Asifa beneran hamil. Karena mendengar ucapan Fahmi jika dirinya tiba-tiba ingin minum minuman yang ia tidak suka. Itu artinya Asifa yang hamil dan Fahmi yang ngidam.


Mereka pada berbisik membicarakan Fahmi yang tadi sempat marah. Dan ketika melihat Irgi mereka terdiam, apa lagi melihat tatapan mata Irgi. Melihat para pengunjung pada berbisik, Irgi menjadi kesal. Karena ia tidak ingin membuat Fahmi ikut stress menghadapi hedtes. Semenjak bersama Asifa dia jadi ikut buming, apa lagi tadi Fahmi terbawa emosi saat menghadapi mantan istrinya.


Sementara di dalam ruangan Zaki, Fahmi masuk tanpa salam. Tapi malah senyam-senyum sendiri langsung duduk di sofa. Menyadarkan kepalanya di sandaran sofa yang ada di ruang itu.


"Assalamualaikum bos, kayak nya lagi seneng banget nih." ucap Zaki yang sudah duduk di sebelah Fahmi.


"Wa'alaikumsalam, mau tahu saja kamu." Jawab Fahmi, masih dengan senyum.


"Harus itu, ada kabar apa nih? gak mungkin kan jika karena ketemu mantan istri tadi di depan. Soalnya dia sering ke sini, dia suka makan restoran ini."Apa yang di katakan oleh Zaki, membuat Fahmi berubah seketika. Bahkan Zaki kaget melihat wajah sahabat sekaligus bosnya ini merah padam. Ia pun yakin telah terjadi sesuatu oleh bosnya, tidak mungkin bisa marah dalam hitungan detik.


"Maaf Ami, apa terjadi sesuatu tadi?"tanya Zaki dengan hati-hati karena bosnya ini marah. Karena dia sudah hafal dengan sahabat nya ini. Tidak pernah marah kalau tidak ada masalah besar. Terakhir ia marah saat mengetahui istrinya selingkuh di saat ia jatuh miskin. Dan saat ini Fahmi lebih dari beberapa tahun lalu saat di khianati Lasmi.


Kemudian dah Fahmi menceritakan kejadian tadi. Di mana mantan istrinya itu telah menghina dirinya dan istri, di depan umum. Untungnya istrinya tidak ikut, kalau ikut bisa di pastikan istrinya bakal kambuh. Dan bisa lebih buruk dari yang ia bayangkan, karena itu langsung di tempat umum.


"Apa maksudnya coba dia ngomong begitu, apa membanggakan suami bandot nya itu."Kata Zaki yang tidak tahu tentang suami dari mantan istrinya itu.


"Justru suaminya marah tadi, bahkan saat pergi meninggalkan restoran kita. Suaminya itu menarik nya dengan kasar, apa lagi ia mengenal keluarga Dinata dan papa saat baik."Kata Fahmi.

__ADS_1


*****Bersambung......


__ADS_2