APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
153.Bisa menjadi ibu


__ADS_3

"Aku juga bahagia mas, sungguh aku tidak menyangka masih bisa bersama dengan mas dan si kembar."Asifa berkata dengan suara lemah.


"Ya sayang, sekarang yang paling sehat dulu. Nanti kita pulang kumpul bersama putra-putri kita ya. Sekarang sayang mau makan apa biar mas carikan di luar atau mau yang dari rumah sakit ini? Kan sebentar lagi di antar oleh suster?" tanya Fahmi pada Asifa supaya mau makan dan cepat pulih.


"Yang dari rumah sakit saja mas, nanti kalau dari luar malah tidak boleh. Kan aku baru sadar selama beberapa minggu ini. Tapi sekarang ini bulan apa mas? berapa minggu aku baru sadar?" tanya Asifa yang merasa dirinya tidak sadar cukup lama.


"Hari ini tepatnya lima minggu sayang, Alhamdulillah Allah sudah sembuh kan mu. Kami sangat senang mendengar bahwa sayang sudah keluar dari ruang ICU. Mas langsung berangkat ke sini, karena mas ingin 56 yang pertama yang sayang lihat." Jawab Fahmi sambil tersenyum manis pada istrinya.


Asifa sangat senang mendengar jawaban sang suami. Sungguh ia bahagia memiliki suami seperti Fahmi, walau bucin habis. Namum semua juga sesuai dengan keinginannya bukan ia harus mengikuti keinginan suami sepenuhnya. Seperti dahulu ia hidup bersama Ardi, hidupnya selalu terkekang. Bahkan kehidupan burung dalam sangkar emas, yang hidup serba ada namun tidak bahagia.


"Terima kasih ya mas, selalu ada di samping ku. Sungguh mas yang selalu bisa mengerti aku. Sampai saat ini mas juga yang menjadi kan aku istri yang sempurna. Dengan mas lah aku bisa menjadi ibu dan lepas dari pandangan buruk semua orang." Ucap Asifa dengan tangis bahagia, karena ia merasa bebas dari hinaan dan cacian orang. Bahwa dirinya perempuan mandul yang tidak berguna. Pada kenyataannya dirinya bisa menjadi ibu dari anak kembar 3 sekaligus. Hal itu sungguh sangat luar biasa baginya, karena sebuah mukjizat tidak mungkin mudah ia dapatkan.


"Sayang kita ini sama-sama memiliki kekurangan di mata manusia. Tapi tidak bagi Allah, karena Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Kesempurnaan seorang perempuan juga atas kehendak Allah SWT. Kita harus bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan pada kita. Sekarang kita nikmati yang sudah Allah berikan pada kita. Kita besarkan si kembar sama-sama ya, sampai mereka besar dan kita menjadi nenek dan kakek ya." Ucap Fahmi, sambil memeluk tubuh istrinya yang kita sedang menangis. Ya ia tahu tangisan istrinya adalah tangis bahagia. Dengan memeluk istrinya itu ia juga bisa merasakan kebahagiaan yang kini mereka rasakan.


Asifa membalas pelukan suaminya, yang sangat ia rindukan. Ya tanpa ia sadari, bahwa dirinya sudah lima minggu tidak berjumpa. Karena dirinya tidak sadarkan diri selama lima minggu, setelah melahirkan putra putrinya yang kembar 3 itu. Ia sangat bersyukur masih di berikan kesempatan untuk kumpul dan membesarkan si kembar.


"Assalamualaikum, maaf pak, bu, saya ingin mengantarkan makanan untuk ibu." ucap suster yang langsung menyampaikan maksudnya kedatangannya. Apa lagi merasa tidak enak hati, karena memergoki kedua sedang berpelukan. Saling mencurahkan rasa rindu yang sudah lama tidak bisa mereka rasakan bersama.


"Wa'alaikumsalam, oh ya sus, sini biar saya langsung suapin istri saya."Jawab Fahmi dan langsung meminta nampan yang di bawa suster. Yang mana isinya adalah bubur dan susu buah dan puding.

__ADS_1


"Ini pak silahkan, kalau begitu saya permisi." Pamit suster tersebut.


"Baik sus, terima kasih." Ucap Fahmi.


"Sama-sama pak, assalamualaikum." ucapnya lalu pergi dari ruangan Asifa.


"Wa'alaikumsalam," jawab Fahmi dan Asifa.


"Ayo sayang makan yang banyak supaya cepat sembuh dan bisa pulang." Kata Fahmi sambil menyodorkan sendok yang sudah di isi bubur, ke depan mulut Asifa.


"Bismillahirrahmanirrahim...... ," Asifa langsung menerima makanan yang di berikan Fahmi. Karena ia ingin segera pulang ke rumah untuk berjumpa dengan putra putrinya.


Seminggu telah berlalu, kini Asifa sudah berada di rumah. Rumah nya kini sangat ramai dengan keluarga dan sahabat nya. Mereka bersenda gurau dengan Asifa dan baby Al, Almira dan Amira. Ada anak-anak yang lain seperti anak Andik, anak Zaki, anak-anak Arsila sahabat Asifa. Bahkan Diana juga datang dari Surabaya, untuk berjumpa dengan sahabatnya. Lalu anak-anak Aisyah dan anak Anis kakaknya Fahmi pun juga datang dari Surabaya.


"Aduh manis nya, ih gemes banget tahu sama Amira. Ini seperti mau jadi laki-laki gak jadi, malah jadi perempuan. Wajah cantik namun tingkah polah nya seperti bayi perempuan. Berbeda sekali dengan Almira, yang kalem menggambar bahwa dirinya sesuai dengan namanya." Ujar Diana yang memang kalau ngomong asal dan seadanya.


"Benar itu Di, waktu ngasih nama Fahmi bisa pas begitu ya?" Timpal bu Hafsah.


"Kan itu bisa di lihat dari wajah nya yang teduh dan periang ma. Amira itu biar tidur sangat terlihat bahwa ia anak yang tidak bisa diam alias aktif. Sedangkan Almira sangat anteng, melihat wajah pasti adem." Jawab Fahmi.

__ADS_1


Memang waktu Memberikan nama itu Fahmi memperhatikan wajah kedua putrinya. Dari mana yang ia berikan adalah sebuah doa untuk putrinya. Maka baginya harus tepat nama itu di berikan pada siapa.


"Iya memang benar, harus sesuai juga dengan karakter mereka masing-masing." Ujar pak Herman di angguki oleh pak Daryanto.


Dari pertemuan mereka yang meramaikan rumah Fahmi dan Asifa. Dan mengadakan syukuran kecil-kecilan atas kesembuhan Asifa. Tasyakuran pemberian nama si kembar sudah di laksanakan saat si kembar berusia satu minggu.


Kini mereka makan bersama dengan duduk di atas karpet. Karena banyak keluarga dan sahabat yang kumpul. Maka dengan duduk seperti itu lebih nyaman, bisa leluasa.


Yang berkumpul dari sebagian karyawan atau penjaga yang sedang off. Maka di undang kumpul di rumah, makan bersama secara kekeluargaan. Itu Fahmi lakukan adat istri dan mertuanya, bahwa karyawan adalah keluarga juga. Sebab tanpa mereka maka tidak ada kata sukses di dalam segala usaha.


Dan dengan begitu akan mempererat hubungan antara karyawan dan pemiliknya. Bahkan mereka tidak boleh menyembunyikan hal apa pun. Yang akan memicu kehancuran kekeluargaan tersebut. Dan semua harus bisa saling bahu membahu di dalam anggota keluarga tersebut.


Kini mereka sebagai karyawan juga merasa senang bisa kenal dan kerja di keluarga Hermansyah. Yang mana bisa menganggap mereka keluar, jika ada kesalahan bukan di marahin tapi di kasih arahan. Sehingga mereka tidak ada yang merasa di tersinggung atau sakit hati. Hanya rasa syukur dan berharap mereka bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga Hermansyah dan Daryanto.


~TAMAT~


CERITA ASIFA SAMPAI DI SINI YA TEMAN-TEMAN. 🤗🤗🤗


Terima kasih atas dukungannya selama ini, tunggu cerita selanjutnya ya, sampai jumpa.👋👋👋👋👋🥰🥰🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2