
Malam hari Fahmi yang berfikir untuk mengudang teman barunya, yang sekaligus pengagum rahasia calon istrinya. Yang memang semenjak pertemuan nya dengan pemuda di cafe. Di saat Asifa kabur sementara dari keluarga Dinata. Yang kini ia selalu memberikan informasi tentang Asifa pada pemuda tersebut.
Dan Fahmi yang sudah tahu, jika pemuda itu sudah baik membantu lancarnya perjalanan. Sampai akhirnya ia yang memberi kabar bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Kenapa Fahmi yang memberi kabar, sebab saat sampai tujuan. Tidak ada yang ingat akan pesan yang disampaikan oleh pemilik cafe. Dan pada saat itu juga Asifa mengalami depresi, yang harus di tangani dengan extra. Dukungan keluarga dan orang terdekat, seorang dokter spiskiater.
Fahmi membuka layar kunci ponsel miliknya, dan mencari nama pemilik cafe.
"Assalamualaikum," jawab dari seberang.
"Wa'alaikumsalam Henry, apa kabar?" tanya Fahmi.
"Saya baik kak, kakak sendiri bagaimana?"Henry balik tanya.
"Alhamdulillah baik, lagi sibuk apa tidak?"tanya Fahmi.
"Oh..., tidak sama sekali kak. Ada apa nih, tumben telepon saya jam segini?"tanyanya.
"Eem..., Begini saya pengen kasih kabar. Kalau pak Herman mengadakan acara kejutan untuk Asifa Az Zahra. Kira-kira kamu mau ikut kasih kejutan apa tidak?"tanya Fahmi.
"Waaah, seru kayak nya, kebetulan istri pengen ketemu dengan Asifa dari kemarin. Kapan kak acara nya di langsung kan?"tanya Henry.
"Sabtu ini jam 19:30, kalau begitu sampai jumpa di acara tersebut. Nanti saya kirim alamat nya, rumah pak Herman."Jawab Fahmi.
"Baik kak, sampai ketemu di sana." Kata Henry.
"Ya sudah, selamat istirahat. Assalamualaikum," ucap Fahmi mengakhiri sambungan telepon nya.
"Ya wa'alaikumsalam,"Jawab Henry.
...****************...
Di kediaman Dinata, tepatnya di kamarnya Ardi.
"Mas apa kita akan datang ke acara Asifa?"tanya Salsa dengan hati-hati, sebab takut membuat Ardi marah.
"Bagaimana menurut mu? apa kamu tidak canggung untuk datang ke acara Asifa. Bagaimana pun kamu dulu sahabat Asifa, saya tidak ingin nanti kamu di pandang rendah dengan sahabat-sahabat mu. Saya pun tidak ingin terjadi gosip yang tidak enak. Yang ujung-ujungnya akan membuat Asifa susah untuk move on."Jawab Ardi dengan panjang lebar dan terus menatap wajah istrinya.
"Apa mas sendiri sudah move on dari Asifa?"tanya Salsa, ia pun menatap mata suaminya dengan tatapan dalam.
Ardi tidak langsung menjawab, tapi Ardi mengangkat tangannya. Kemudian mengelus kepala Salsa, lalu mendapat ciuman di bibir Salsa sekilas.
"Apakah kamu juga sudah bisa melupakan Kevin? kalau mas tidak bisa melupakan Asifa begitu saja. Tapi untuk masa depan mas, cuma sama kamu sayang."Jawab Ardi, mendapatkan kecupan manis di kening Salsa.
Salsa mendengar jawaban suaminya, tentu senang hati nya. Itu artinya suaminya sedikit demi sedikit menyimpan namanya di dalam hati. Salsa tersenyum manis, dia pun merasa tersanjung saat suaminya memanggil sayang.
"Mas.....
__ADS_1
"Sudah jangan banyak tanya tentang masa lalu, lebih baik kita bahas masa depan. Itu akan lebih indah dari pada masa lalu, akan membuat kita terluka." Ucapnya, langsung kembali mencumbui istrinya.
Mereka berdua melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kali. Yaitu malam pertama yang tertunda, yang memang belum adanya rasa cinta. Sehingga membuat mereka menundanya sampai mereka bisa nyaman satu sama lain.
...****************...
Dua hari kini berlalu hari ini persiapan untuk acara nanti malam. Semua sovernir untuk anak-anak sudah siap, dengan di bungkus yang cantik dan menarik.
Di dalam tas tersebut lengkap dengan alat sholat dan alat tulis. Baik itu untuk anak laki-laki atau perempuan, sesuai dengan usia atau ukurannya.
Untuk anak laki-laki:
Tas sesuai usianya.(TK, SD, SMP, SMA.)
Baju koko+sarung, untuk SMP dan SMA.
Baju koko setelan, untuk TK dan SD.
Sajadah.
Iqra/Alquran
Buku tulis 1 pak, isi 10 pcs.
Pensil/pulpen 1 pak.
Sneck (makanan ringan)
Mukena sesuai usianya.
Sajadah.
Iqra/Alquran
Buku tulis 1 pak, isi 10 pcs.
Pensil/pulpen 1 pak.
Sneck (makanan ringan)
Dan juga sudah di siapkan amplop putih, di sesuai dengan tingkat pendidikan nya. Dan di siapkan bingkisan khusus untuk balita yang ikut sesuai undangan dari panti asuhan yatim piatu.
Di dalam bingkisan:
Susu bubuk 1 box(sesuai petunjuk pihak panti asuhan).
Baju muslim perempuan/laki-laki sesuai ukuran.
__ADS_1
Buku edukasi dan majalah anak-anak.
Sneck (makanan ringan) sesuai usianya.
Menurut yang melihat memang terkesan ribet, namun Asifa tidak mau nantinya pemberian tidak terpakai atau tidak bermanfaat sama sekali.
Hari ini dari pagi sibuk mempersiapkan, di bantu oleh Fahmi, Taufiq, membungkus bingkisan tersebut. Asifa hari ini sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Sehingga ia tidak ingat dengan masalah yang sebelumnya selalu menu pikiran nya.
Asifa juga tadi pagi sudah di urut ulang oleh ibunya Fahmi. Dan kakinya sudah lebih baik, walau masih terasa sedikit sakit. Namun sudah tidak sulit untuk berjalan, sehingga pihak keluarga tidak menyiapkan korosi roda.
...****************...
Di rumah Fahmi kini sudah ada kakaknya Fahmi, yang memang ingin menghadirkan acara lamaran adiknya. Hal itu juga tidak diketahui oleh Fahmi, mereka di minta pura-pura tidak tahu. Karena memang Fahmi pikir orang tuanya sudah memberi tau kakak dan kakak iparnya.
"Ibu apa rumah calon istrinya adek jauh?"tanya Anis Ayuningtyas, kakaknya Fahmi.
"Tidak, tadi pagi sebelum sibuk, ibu juga datang ke sana."Jawab bu Fatimah.
"Kalau ibu kesana ngapain?"tanyanya lagi.
"Itu calon istrinya adek mu kakinya terkilir tempo hari. Dan ibu di minta sama adek mu, yang mengurutnya."Jawab bu Fatimah.
"Terkilir bagaimana bu? memang dia habis jatuh atau apa?"tanya Ihsan Jiratullah suami Anis.
"Iya dia jatuh saat bercanda dengan keponakan nya. Semu cindera, keponakan nya tangan kiri yang terkilir. Nah Asifa kaki kanannya, dan ada luka juga di kedua sisi kaki yang terkilir."Jawab bi Fatimah.
"Habis makan kalian istirahat ya supaya kalian fit lagi untuk acara nanti malam. Karena acara juga mungkin sampai jam 12 malam." Kata pak Daryanto.
"Baik pak,"Kata Anis dan Ihsan.
"Husna dan Husni tidur di mana nek?" tanya Husna.
"Oh iya," Bu Fatimah menepuk keningnya "Husna tidur sama nenek dan kakek, jadi sekarang Husna tidur di kamar nenek. Husni tidur sama om Fahmi, soalnya ini rumah om kamarnya cuma tiga." Lanjut bu Fatimah.
"Ayo kakek antar Husni ke kamar Om." Ajak pak Daryanto.
"Baiklah kek, Husni mengantuk dan capek." Keluh Husni, yang merasa lelah perjalanan.
"Husna sama nenek yuk, biar bunda dan ayah ke kamar yang tadi buat tidur adek Putri ."Ajak bu Fatimah.
"Iya nek, bunda, ayah Husna ke kamar nenek ya."Pamit Husna.
"Iya sayang, ayah dan bunda juga mau istirahat."Kata Ihsan di angguki Anis.
Ya kakak Fahmi, memiliki anak 3, yang pertama Husna Nayla Jiratullah berusia 13 tahun. Yang kedua Husni Ghaisan Masud Jiratullah berusia 10 tahun. Yang ketiga Putri Nabila Jiratullah, yang baru berusia dua bulan lebih.
*****Bersambung....
__ADS_1