APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
32.Pernah merasakan surga dunia


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita melihat dlm dulu."Ajak Fahmi.


"Boleh mas,"Yasmin sangat tidak sabar.


Akhirnya Fahmi, Harun dan Yasmin masuk melihat bagian dalam.


Asifa yang melihat Harun, dari tadi lewat celah jendela. Kini dia sudah memakai kacamata dan masker. Karena tidak mau jika Harun mengenalinya, dan nanti akan bertanya banyak hal. Asifa tidak mau rencananya gagal karena ketemu Harun.


Harun adalah rekan bisnis Ardi, dan setahu Asifa. Kalau Harun sudah menikah dan ini dia mengaku pengantin baru. Dan dia beli rumah untuk Yasmin dan dirinya. Itu artinya istrinya ada dua, dan bisa jadi dia menikah secara diam diam dari istri pertamanya.


"Silahkan mas ini saya jual berikut isi rumahnya. Karena saya tidak bawa barang perabotan rumah. Jika mas Harun tidak mau ya tidak apa-apa ini perabotan biar bang Komar angkat. Dan terserah bang Komar mau jual apa pakai sendiri."Ujar Fahmi.


"Gimana sayang mau sekalian perabotan atau rumah saja?"tanya Harun pada Yasmin.


"Sepertinya masih bagus mas, tapi aku tidak mau box nya itu di ganti lemari kecil dari kayu ya mas."Jawab Yasmin.


"Sama ini perabotan dapur yang baru dan di ganti kitchen set yang modern ya mas."Lanjut Yasmin.


"Oke nanti aku minta orang untuk renovasi dulu sebelum kita tempati."Kata Harun.


Akhirnya mereka sepakat untuk membeli secara cash dan surat langsung di urus oleh pengacara. Bahkan bang Komar dan pak RT langsung dapat bonus dari Harun lumayan besar.


Fahmi tidak menyangka bahwa rumahnya langsung ada yang beli tanpa ada tawar-menawar bahkan cash.


"Terima kasih mas Harun, apa mas Harun langsung pergi apa nunggu saya berangkat?"tanya Fahmi.


"Memang mas Fahmi kapan mau berangkat?"tanya Harun balik.


Pak Herman menerima telepon, dan ternyata itu dari trevel yang akan menjemput mereka. Dan itu adalah sahabat Taufiq dan juga teman Fahmi.


"Oh ya kamu masuk gapura itu ke dalam rumah Fahmi di depan tanah kosong dan pos ronda. Kami juga sudah nunggu di depan rumah." Ujar pak Herman, lalu mematikan ponselnya.


"Ayo sayang siap tunggu depan, princess apa ll nya sudah semuanya tidak tertinggal?"tanya pak Herman pada putrinya.

__ADS_1


"Sudah pa, oh iya mas Fahmi pesanan ku mana?"tanya Asifa.


Astaghfirullah lupa biar tak ambil di rumah mpo Yati. Tapi saya bantu mengeluarkan koper dulu soalnya koper saya banyak dan tidak boleh ada yang tertinggal."Jawab Fqahmi, dan segera dia mengangkat koper ke depan. semuanya ada tiga koper dan tas ransel satu tas kecil berisi baju kotor.


Pak Herman pun sama mengeluarkan koper miliknya dan istrinya. Sedangkan Asifa juga menarik koper besar milik nya. Bu Hafsah membawa tas baju kotor mereka. Yang sebelumnya tas besar itu isi baju bersih yang sudah di setrika Asifa kemarin.


Tin tin tin"(anggap suara klakson mobil)


Sebuah mobil kijang Innova datang dan berhenti di depan rumah Fahmi.


Lalu bang Komar mengarahkan untuk parkir putar balik baru memasukan barang. Sang supir keluar tida sendiri dan ternyata keduanya teman Fahmi di pesantren.


"Halo bro gimana kabarmu?" tanya Arif Hidayatullah, teman sekamar sekaligus sekelas Fahmi.


"Kabar baik, kamu sendiri bagaimana? Apakah sudah berkeluarga?"tanya balik dan menekuk temannya dengan erat.


"Iiih jangan kencang begini aku normal ya bukan gay." Kata Arif.


"Kalau normal kenapa masih jomblo sampai sekarang hah!"bentak Arif, dengan nada canda.


"Enak saja aku normal bahkan pernah merasakan sugar dunia tahu. Kalau gak percaya tanya saja dengan pak RT ini."Ujar Fahmi sambil menunjuk pak RT.


"Masak? pak RT kalau boleh tahu apa status laki-laki lajang, kalau bukan jomblo?"tanya Arif.


"Bisa juga duda mas, jika sudah pernah merasakan surga dunia."Jawab pak RT, dengan tersenyum geli.


Melihat tingkah mereka, yang lain pun ikut tersenyum bahkan menggelengkan kepalanya.


"Serius kamu terus apa yang membuat mu kandas begitu? sudah punya anak belum?"tanya Arif.


"Karena aku di PHK dan susah cari kerjaan dan cuma jadi tukang ojek yang tidak tentu penghasilannya jadi di tinggal selingkuh deh. Di cari laki-laki yang kaya raya, yang mampu memberikan apa pun yang dia mau."Ujar Fahmi.


Apa yang di katakan oleh Fahmi bagaikan tamparan bagi Yasmin dan Harun. Yasmin memilih jadi istri kedua dari laki-laki kaya raya dan memutuskan pertunangannya. Kalau Harun selingkuh dari istrinya, padahal istrinya sudah cantik dan setia.

__ADS_1


"Heh apa kalian akan mengacuhkan ku, kalau begitu aku jalan saja dengan pak Herman kamu lanjutkan saja."Ujar Faturrahman.


"Ya elah merajuk dia, maaf mas jangan di hukum lagi ya."canda Fahmi.


"Karena kamu bayar aku gak akan suruh dorong mobil ku sampai Jogja."Ujarnya balas candaan Fahmi.


"Mas gimana kabar keluarga sehat?"tanya Fahmi.


"Eh semprul jangan jadi pembinor ya, masih banyak perempuan baik di dunia ini."semprot Arif.


"Gak level aku mas sama istrinya orang. Yang singel banyak kok ngapain yang di ikat, hubungan seperti itu tidak bikin bahagia dan tenang."kata Fahmi.


Lagi-lagi perkataan Fahmi menjadi tamparan buat pasangan pengantin baru itu. Sehingga mereka berdua hanya saling pandang dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Lagian nanyain keluarganya mas Fatur." Kata Arif.


"Lah wajar kali keluarga itu terdiri dari anak-anak dan ibunya. Lain soal kalau aku cuma tanya keadaan ibunya."kesal Fahmi, kalau meladeni Arif tidak ada habisnya.


"Ya sudah ini barang harus taruh di mana atas atau bagasi saja. Tapi apa muat di bagasi mas, soalnya koper enam besar semua. belum tas kecilnya."Ujar Fahmi.


"Ya sudah, kita susun di atas yang empat koper. Yang lain di bagasi, ayo Arif kamu naik di atas pasang tali."Perintah Fatur.


"Mas Fahmi pesanan Zahra belum di ambil."Kata Asifa


"Astaghfirullah, maaf dek Zahra saya, baiklah saya mau ambil ke rumah mpo Yati."Langsung pergi ke rumah mpo Yati.


"Sayang kamu ini masih saja ingat, kalau lagi begini tidak kan repot sayang."Kata bu Hafsah.


"Kan aku cuma mengingat kan ma, apa salahnya sih?" tanya Asifa, dengan nada kesal dan cemberut namun tidak nampak karena pakai masker.


"Kita itu lagi mau perjalanan jauh sayang, lagian kasihan nak Fahmi. Dia lagi repot malah kamu tambahin repot."Ujar bu Hafsah, tidak anaknya merepotkan orang, dan merasa tidak enak dengan Fahmi.


"Lagian kan tadi mas Fahmi sendiri yang bilang dan dia sudah pesan kan kasian yang punya warung ma. Kalau mas Fahmi tidak pesan pasti sudah di jual ke orang lain. Kalau sudah di pesan yang punya warung jadi bingung kalau tidak di ambil."gerutukan Asifa panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2