
Cekrek
"Sayang kamu tidak apa-apa?"tanya bu Hafsah ketika sudah di dalam. Dan menatap wajah putrinya yang sembab.
"Asifa baik-baik saja ma, sudah tidak sesak lagi ini dada ku."Jawab Asifa.
"Jangan terlalu di pikirkan ya. Sudah ashar, sholat setelah itu, kita mulai aktivitas sore ini. Mama setrika baju kamu bersih-bersih rumah oke."Ajak bu Hafsah.
"Ya ma, tapi kita jama'ah mama yang imam ya."Dengan nada manja pada mamanya.
"Baiklah sana ambil wudhu, setelah itu kamu ke kamar mama."Titah bu Hafsah.
"Siap bu guru!"sambil memberi hormat dan langsung ke kamar mandi.
Malam harinya Asifa makan malam bersama, mereka kumpul di ruang keluarga. Lalu bu Hafsah menceritakan kejadian petang tadi pada suaminya.
"Kan papa sudah bilang tidak mungkin mereka cukup sekali untuk itu. Yah mudah mudahan mereka tidak lagi membujuk kamu sayang."Kata pak Herman.
"Pa aku tidak ingin terus di sini mas Ardi, tidak mencari ku tapi orang tuanya terus menerus ingin bersama. Bikin Asifa risih pa, kesannya memaksa ingin Asifa ada di sisi mereka."Keluh Asifa pada papanya.
"Terus kapan kamu siap ke jogja. Papa akan susun rencana dengan taufiq. Taufiq punya teman untuk kamu ikut perintah mereka. Namun nanti di bandara ada yang membantu mu tiga orang satu perempuan dan dua laki-laki. Dan dua laki-laki itu orang punya travel, yang perempuan petugas yayasan TKW."Kata pak Herman
"Jadi Asifa akan berangkat sebagai TKW gitu pa?"tanya Asifa.
"Iya nanti akan ada surat kontrak dan tujuan. Namun itu ada nama yang sama hanya beda binti saja."Kata pak Herman.
"Apa tidak masalah pa? nanti Asifa kenapa-napa gimana?"ada keraguan, di hati Asifa.
Nanti kamu masuk yayasan saja dulu selama 2-3 untuk buat dokumen palsunya. Kan nanti bisa di bilang jika kamu kabur. Sebelum masuk pesawat, dari yayasan kamu pakai baju yang sama petugas. Ini papa kasih kamu gambaran cukup di sini nomor dan ponsel kamu harus ganti. Nanti akan ada paket itu ponsel baru nomor baru nanti sampai jogja kamu beli nomor lagi. Nomor itu hanya untuk mengecoh saja."Jelas pak Herman.
"Baiklah lah Asifa akan ikut apa yang menurut papa baik."Asifa pasrah pada rencana papa dan kakak iparnya.
...****************...
Di kediaman keluarga Dinata.
Pak Surya juga menceraikan istrinya yaitu bu Sita. Yang kini sedang mendekam di penjara, dan pak Surya tinggal bersama anaknya Arya.
__ADS_1
Yang di katakan bu Gina benar adanya, ada duda dua di rumah. Jika pak Arya ingin berpisah maka akan ada tiga duda di rumahnya.
Kini semua kumpul kecuali bu Gina, tidak ada bersama. Yang sejak pulang dari rumah Asifa, tidak keluar kamar sama sekali. Memilih menyibukkan diri dengan menonton tv dengan serial komedi atau drama.
"Yah, ibu kemana kok tidak ikut makan malam?"tanya Ardi pada ayahnya.
"Emm ibu mu ngambek. Jadi dia tidak mau menatap wajah ayah deh."Dengan nada sedih.
"Ya tidak apa-apa yah, kan kalau ayah akur terus kita iri ya opa tidak ada yang kita rangkul soalnya."Ucap Ardi dengan nada mengejek ayahnya.
"Ini anak durhaka, orang tua lagi sedih. Bukannya menghibur malah meledek, kualat baru rasa kamu!"Kata pak Arya dengan kesal.
Bisa-bisa apa yang di katakan oleh ibumu terkabul."Gumamnya pak Arya
"Lah memang Gina mengatakan apa Arya?"tanya pak Surya pada anaknya.
"Dia bilang di rumah ini ada tiga duda, jika Arya dan dia berpisah." dengan menunduk karena sedih jika itu benar terjadi.
"Emang kenapa kamu harus pisah sama Gina Arya?"tanya pak Surya.
"Iya yah, kenapa kalian harus berpisah? oh... apa papa selingkuh lagi, iya kan jadi ibu minta cerai!"Ucap Ardi dengan suara agak tinggi karena kaget.
"Kamu selingkuh Ar? istri sudah baik setia, kurang apa lagi yang kamu cari? apa kamu mau seperti kami ini menyesal ya?"pertanyaan pak Surya beruntun.
Pa kalau nanya satu-satu kenapa? sudah seperti kereta api saja. Lagian emang aku ini papa apa, yang mudah di rayu perempuan. Kalau saya mau dari ardi ma umur 6 tahun saja. Kenapa baru sekarang, terlambat, saya sudah tidak selera lagi."Kata pak Arya.
"Lalu kenapa ibu bilang begitu yah?"tanya Ardi yang tidak mengerti akan maksud ayahnya.
"Itu awalnya kami bahas Asifa," lalu pak Arya menceritakan tentang penolakan Asifa akan pemberian Ardi dan dirinya.
"Ya begitulah ceritanya, dia ngambek deh."Kata pak Arya.
"Lagian kamu ini seperti tidak hafal istri sendiri saja."Kata pak Surya pada anaknya.
"Biarin opa, ayah puasa hari ini, emang kita aja yang puasa. Ya... lumayan sehari dua hari kan kita tidak harus mengelus dada yah."Ucapan Ardi, ditanggapi dengan anggukan oleh pak Surya.
Dasar anak kurang ajar, beraninya meledek orang tua. Itu Ardi begini, karena ada papa. Kalau tidak, dia tidak akan berani melek ayahnya ini."Kata pak Arya, kesel di ledek anak dan papanya.
__ADS_1
"Hahahaha berjuang lah ayah....." Langsung kabur dan segera masuk kamarnya.
"Ah ini ni, susahnya menghadapi perempuan, dari pada mencari investor."Sudah merasa pusing menghadapi istrinya setiap kali marah.
...**************...
Di kamar Ardi.
"Halo apa yang terjadi hari ini?"tanya Ardi pada seseorang.
"Itu tuan, tadi nyonya di hina dan di tuduh menggoda, padahal suaminya yang menggoda nyonya. Wanita itu juga menghasut para warga bahwa mereka harus hati-hati dengan nyonya. Karena status nyonya yang membuat para suami mereka mudah tergoda."Laporan si penelepon
"Kamu tahu siapa yang telah menghina nyonya?"Ardi tersulut emosi.
"Nona Erna tuan."Jawab si penelepon.
"Baiklah terima kasih untuk hari ini."Ucap Ardi langsung mematikan ponselnya.
Ya Ardi memang masih menyuruh seseorang untuk memantau keadaan Asifa, ia tidak mau kejadian beberapa hari lalu terulang lagi. Walau pun Asifa sudah menjadi mantan istrinya, sekarang ia menganggap adiknya atas permintaan ibunya.
...****************...
Pak Herman meminta Taufiq persiapkan rencananya besok. Karena tidak ingin terus dalam pengawasan keluarga Dinata. Mereka merasa tidak nyaman dengan semua itu. Karena pak Herman melihat dua orang, beberapa hari ini setelah Asifa keluar rumah sakit.
"Assalamualaikum pa,"jawab Taufiq dari seberang.
"Wa'alaikumsalam Fiq, apa bisa kamu atur besok jam sepuluh malam. Asifa berangkat kalau bisa jangan lewat yayasan itu akan rumit. Kita rubah saja rencananya."Pak Herman, minta di rubah rencananya pada menantunya.
"Sudah saya siapkan pa, begitu paket datang. Segera saja Asifa download aplikasi ojek online. Nanti saya kirim alamat, papa dan mama juga sudah siap dari toko. Nanti papa dan mama, nunggu di gerbang komplek. Dan mengikuti Asifa dari belakang, karena daerah yang di tuju masih sepi."Taufiq menjelaskan sebagian rencananya.
"Baiklah nak. Besok akan papa jelaskan pada Asifa."Kata pak Herman.
"Baik pa, salam buat mama. Assalamualaikum."Ucap Taufiq dan langsung mematikan ponselnya.
"Ya nak, wa'alaikumsalam."jawab pak Herman.
*****Bersambung....
__ADS_1
apakah asifa bisa lolos dari pengawasan Ardi dan keluarganya?....