
"Lihatlah sayang putra kita tampan sekali," Ardi menunjukkan pada Salsa.
"Iya tampan sekali, kenapa wajahmu semua ya yang di miliki putra kita?" tanya Salsa, yang cemburu melihat anaknya sangat mirip dengan ayahnya. Tidak ada sedikit pun darinya yang di miliki oleh putranya.
"Mungkin karena dia laki-laki, apa lagi ibunya saat mengandungnya sering kali marah pada ayahnya." Kata Ardi sambil mengusap kepala Salsa, setelah menyerahkan putranya di pangkuan istrinya.
Salsa mencerna ucapan suaminya, apa yang di katakan suaminya benar. Selama dirinya keluar dari rumah sakit, sering marah dan tidak ingin jauh dari Ardi. Bahkan saat Ardi kerja dan bertemu dengan klien yang seorang perempuan cantik. Ia sudah marah pada Ardi dan menuduh Ardi yang tidak-tidak.
"Tapi itu karena saya tidak ingin kehilangan mas, semua itu karena saya terbiasa bersama mas. Selama berbulan-bulan kita di rumah sakit, mas tidak sedikit pun meninggalkan saya. Rasa takut kehilanganmu itu selalu menghantui, sampai terbawa mimpi mas."Kata Salsa yang kini menangis antara kesal, menyesal, senang jadi satu.
"Sayang, jangan masa lalu itu kamu bawa di dalam rumah tangga kita. Sebab itu akan berdampak buruk pada rumah tangga kita. Saling menjaga satu sama lainnya, mas tidak ingin kehilangan mu juga. Apa lagi putra kita, sekarang membutuhkan kita. Jangan pernah berpikir akan perpisahan, karena itu termasuk doa. Berpikirlah yang positif, baik-baik saja semuanya. Supaya semua juga baik-baik saja, langgeng, dan bahagia untuk rumah tangga kita sayang." Nasehat Ardi pada istrinya, sudah tidak ingin lagi di curigai terus menerus oleh istrinya.
Ardi mengusap air mata Salsa, dan mencium seluruh wajahnya. Ia berusaha memberikan ketenangan jiwa untuk istrinya. Dan tidak ingin istrinya menangis terus, yang akan berdampak buruk untuk ibu paska melahirkan.
"Maafin saya ya mas, karena terlalu berlebihan."Ucap Salsa.
"Ya sayang, tanpa kamu minta maaf pun sudah mas maafkan. Sekarang kita mulai menata rumah tangga kita untuk menjadi lebih baik lagi ya." Ucap Ardi, di angguki oleh Salsa sebagai jawaban.
"Permisi tuan, nyonya Salsa akan kami pindahkan ke ruang rawat sesuai permintaan anda." Ucap salah satu perawat yang akan memindahkan Salsa.
"Oh ya, silahkan." Ardi menyingkir.
"Sayang mas belum sholat subuh, mas ke musholla dulu ya. Nanti mas langsung ke ruang rawat inap ya." Pamit Ardi pada Salsa.
"Iya mas," hanya itu yang keluar dari mulut Salsa, karena tidak ingin menghalangi suaminya untuk beribadah.
Saat ini jam menunjukkan pukul 05:15 WIB, Ardi baru ingat bahwa dirinya belum melaksanakan sholat subuh. Karena mendampingi istrinya melahirkan, maka ia segera pergi menuju ke musholla yang ada di rumah sakit tersebut.
"Antonio bawa baju ganti saya tidak?" tanya Ardi saat berada di luar ruangan bersalin.
"Ini tuan muda sudah saya bawakan," Menyodorkan paper bag berisi baju ganti Ardi.
"Baik, terima kasih ya. Tolong awasi istri saya, saya mau ke musholla dulu." Perintah Ardi pada pengawal pribadi nya.
"Siap tuan, silahkan anda ke musholla." Jawab Antonio.
*
Ardi tidak berkata apa-apa lagi langsung pergi menuju ke musholla rumah sakit. Semuanya pengawal berjaga-jaga di depan ruangan bersalin. Dan akan mengawal salsa yang akan di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP.
Setelah melaksanakan sholat subuh, Ardi langsung menuju ke ruangan Salsa di rawat. Ternyata kedua mertuanya, opa, dan ayahnya sudah ada di dalam ruangan tersebut.
"Selamat yang sayang, kini sudah ayah." Ucap pak Arya pada putra semata wayangnya, sambil memeluk erat.
"Terima kasih yah, ini semua berkat doa kalian semua sebagai orang tua." Ardi membalas pelukan hangat dari ayahnya.
Tidak terasa keduanya menetes kan air mata, sebab keduanya mengingat mendiang Bu Gina. Seumuran dengan pernikahan Ardi dan Salsa, bu Gina meninggalkan mereka. Baik Ardi atau pun pak Arya ingin bahagia bersama mendiang. Mereka menyadari tidak ada yang boleh bersedih di hadapan orang yang baru melahirkan.
__ADS_1
Keduanya melerai pelukan nya, bergantian memeluk pak Surya, pak Gunawarman dan dokter Miranti. Setelah selesai dengan pelukannya, kini membahas nama sang bayi.
"Apakah kalian sudah memiliki nama untuk putra kalian ini?"tanya dokter Miranti.
Salsa menatap suaminya, seakan bertanya apa ia sudah menyiapkan nama untuk putra mereka.
"Sudah ada mi, saya sudah menyiapkan nama putra kami." Jawab Ardi dengan senyum pada mami mertuanya.
"Siapa namanya?" kompak dari para orang tua.
"AZMI PUTRA DINATA." Jawabnya Ardi dengan santai.
"Bagus sekali namanya." Ucapnya kompak sekali kedua keluarga Dinata dan keluarga Gunawarman.
Kini keluarga Dinata bahagia menyambut Azmi cicit yang di nanti-nantikan selama delapan tahun lebih. Namun dalam suasana bahagia ini mereka di kejutkan dengan baby Azmi yang kejang-kejang. Seketika menjadi panik yang luar biasa untuk mereka yang di dalam ruangan tersebut. Tidak terkecuali Ardi dan Salsa yang panik dan histeris melihat putranya yang baru satu jaman itu lahir ke dunia. Kini mengalami kejang-kejang.
Dokter Miranti memeriksa keadaan cucunya yang kini sedang kejang-kejang. Sedangkan pak Gunawarman menekan tombol darurat ya berada dekat branker Salsa. Tidak berapa lama perawat dan dokter spesialis kandungan datang.
Mereka memeriksa keadaan baby Azmi yang sedang kejang-kejang itu. Karena butuh penanganan khusus, sang dokter membawanya ke ruangan ICU untuk rawat instensif.
"Suster tolong hubungi spesialis anak ya, langsung ke ICU." Perintah dokter spesialis kandungan tersebut pada asisten nya.
"Saya permisi tuan, nyonya , kami harus menangani baby ini. Untuk di lakukan pemeriksaan medis bagian dalam, untuk mengetahui penyebabnya." Kata dokter tersebut.
"Baik Dok, berikan penanganan yang terbaik untuk cucu saya."Kata pak Arya pada dokter spesialis kandungan itu.
"Dokter, boleh kah saya ikut. Saya ingin tahu apa penyebabnya cucu saya?" tanya dokter Miranti.
"Maaf sebelumnya, jika saya lancang. Tapi ini harus di tangani oleh spesialis anak. Jika nanti sudah di ketahui maka kami akan memberitahu dokter Miranti. Saya permisi," Jawab dokter spesialis kandungan tersebut.
Langsung pergi dari ruangan Salsa, menuju ruang ICU anak yang baru lahir. Untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab bayi yang baru lahir tersebut kejang-kejang.
Setelah beberapa jam pemeriksaan medis di lakukan pada baby Azmi yang baru lahir tersebut. Dokter meminta dokter Miranti dan Ardi selaku orang tua dan pemilik rumah sakit.
Tok tok tok
"Masuk," teriak dokter spesialis anak.
Dokter Miranti dan Ardi masuk ke ruangan dokter spesialis anak, yang juga sudah ada dokter spesialis kandungan. Yang telah menunggu kedatangan mereka berdua, untuk menyampaikan penyebab utama bayinya kejang-kejang.
*
Bayi sangat mungkin mengalami kejang setiap saat. Bahkan kasus kejang pada bayi tertinggi ditemukan pada bayi setelah beberapa jam hingga hari pertama kelahirannya. Apa penyebabnya?
Penyebab kejang pada bayi adalah karena otak bayi, terutama bayi baru lahir, masih belum matang. Dikarenakan kurangnya perlindungan tersebut, maka bayi pun sangat rentan mengalami kejang.
Umumnya kejang pada bayi yang terjadi dalam waktu singkat tidak akan berpengaruh bagi otaknya. Bahkan bila bayi menderita kejang singkat hingga beberapa tahun, otaknya tidak akan mengalami kerusakan. Namun jika kejangnya berlangsung lama (sekitar 10 menit atau lebih), maka dapat berpotensi menyebabkan kerusakan otak bagi beberapa bayi. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada kecerdasannya.
__ADS_1
Kejang pada bayi yang berlangsung selama 5 menit atau lebih dianggap sebagai kondisi yang darurat, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis. Pada bayi baru lahir, kejang berisiko tinggi menyebabkan penurunan memori jangka panjang hingga gangguan kognitif seperti aut*sme. Sayangnya hingga kini masih belum diketahui bagaimana penurunan memori tersebut dapat terjadi, begitu pula dengan langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa bayi yang mengalami kejang selama lebih dari 30 menit atau yang disebut Status Epileptikus (SE) dapat berpengaruh pada perkembangannya. SE lebih dikenal dengan istilah epilepsi dan paling sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama pada tiga tahun awal kehidupan anak yang merupakan fase penting tumbuh kembangnya.
Dikarenakan tergolong ke dalam kondisi yang mengkhawatirkan, bayi yang mengidap SE sangat perlu untuk mendapatkan perawatan medis sesegera mungkin. setahun setelah menderita SE, seseorang dapat mengalami gangguan perkembangan saraf yang serius.
Meski sudah mendapatkan penanganan medis, tapi bayi masih berisiko untuk mengalami kejang demam lanjutan. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan kejang demam lanjutan pada bayi:
Memiliki riwayat keluarga yang sama.
Mengalami demam sedang saat kejang dengan suhu antara 39-40 derajat Celcius.
Mengalami kejang demam pertama di bawah usia 18 bulan.
Mengalami kejang segera setelah demam (kurun waktu satu jam).
Jika kejangnya masih bisa ditangani, Ibu tidak perlu membawa bayi ke dokter. Namun jika terjadi beberapa kondisi tersebut, segeralah minta bantuan medis:
Bayi mengalami muntah atau leher kaku.
Kejang hanya terjadi pada satu sisi tubuh.
Mengalami demam hingga 40 derajat Celcius atau lebih.
Kejang tanpa demam.
Kejang berulang dalam sehari.
*
"Jadi cucu saya mengalami itu dok?"tanya dokter Miranti.
"Apa ada penanganan khusus dok, yang bisa menyembuhkan penyakitnya tersebut?" tanya Ardi.
"Selama ini ada penanganan khusus tuan, sampai benar-benar sembuh. Namun tidak jarang juga yang berhasil sempurna. Itu tergantung dari pasien sendiri, tentunya untuk tuan sendiri harus semangat untuk menjalani penanganan nya. Sebagai orang tua harus sabar menghadapi ini semua tuan."Dokter spesialis anak tersebut menyemangati Ardi yang terlihat lesu.
"Baik dokter, terima kasih saya permisi." Ucap Ardi, yang langsung keluar dari ruangan dokter spesialis anak. Di ikuti oleh dokter Miranti, yang akan menuju ruang rawat inap Salsa.
"Ardi, kamu yang sabar ya, jangan patah semangat. Semoga ini tidak berdampak buruk untuk Azmi. Bukan kah namanya itu termasuk doa, maka yakinlah semua akan baik-baik saja. Biar bagaimana pun itu buah hati kalian. Dan kalian harus semangat, merawat Azmi. Setelah beberapa tahun nanti kalian buat adiknya. Ini memang dari awalnya kurang sempurna maka perlu penyempurnaan dari kedua orang tuanya. Harus di besarkan dengan penuh kasih sayang, dan perhatian."Nasehat dokter Miranti pada menantunya.
Sebagai orang tua dokter Miranti juga sedih, karena cucunya lahir ada yang kurang sempurna. Itu semua ia memaklumi kondisi tersebut, dari awal bayi dalam kandungan ibunya. Sudah harus di tangani secara khusus, untuk tumbuh kembang bayi itu sendiri.
"Insya Allah Mi, cuma saat ini bagaimana dengan Salsa." Kata Ardi, yang memikirkan istrinya yang tetap tenang. Agar ASI-nya tetap bagus untuk bayinya nanti.
"Biar nanti mami yang jelaskan padanya, kamu juga harus tenang. Sehingga Salsa juga tidak merasa sedih dan berdampak pada kesehatan. Karena sekarang dia butuh dukungan penuh untuk cepat sehat dan memiliki ASI yang bagus nantinya." Dokter Miranti terus menasehati menantunya itu.
"Baik mi, terima kasih. Selalu mensupport saya, tanpa mu pasti tidak akan bisa seperti ini." Ucap Ardi sambil menggenggam tangan mami mertuanya.
__ADS_1
"Iya sayang, mami ini juga mami mu, maka jangan pernah sungkan ya." Yang di angguki oleh Ardi, keduanya berjalan menuju ruang rawat inap Salsa.
*****Bersambung.....