APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
42.Melupakan masalah


__ADS_3

Aisyah dan Taufiq sudah sampai rumah Asifa.


tok tok tok


"Assalamualaikum"ucap Aisyah dan Taufiq.


Namun tidak ada jawaban, karena posisi ruang tamu dan dapur lumayan jaraknya.


Sedangkan Asifa saat ini asik makan, walau dengan lauk sederhana. Itu sudah membuat ia bisa makan dengan lahap, itu karena lapar.


Saat sedang menikmati makanan yang di depan matanya. Samar-samar ia mendengar ada yang ketuk pintu.


Lalu beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju pintu utama.


tok tok tok


"Assalamualaikum"ucap Aisyah dan Taufiq lagi.


"Wa'alaikumsalam"Jawab Asifa sambil buka pintu, melihat kakak dan kakak iparnya yang menggendong balita.


"Masuk kak"ujarnya langsung di tinggal ke belakang menuju dapur.


Ya dapur dan ruang makan jadi satu. maka lebih luas dari ruang keluarga.


"Kamu mau kemana?"tanya Aisyah melihat adiknya pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


"Mau makan"jawab singkat Asifa.


"Makan sama apa?"tanya Aisyah, berusaha mengejar dan bertanya.


Tapi tidak di jawab oleh Asifa, dia malah asik makan tanpa mempedulikan kakak dan kakak iparnya.


Aisyah melihat tingkah laku adiknya, ia merasa jika adiknya masih marah dengan dirinya.


Sedangkan Asifa lagi mengalihkan pikirannya dari masalah yang sedang ia hadapi.


Ya Asifa masih kesal dengan keluarga Dinata.


Karena selama bu Gina di wawancarai di acara talk show tadi. Foto-foto dirinya terpampang jelas di layar belakang. Dari Asifa masih bayi sampai foto keluarga, yang di buat sebelum Asifa mengikuti program bayi tabung.


Sehingga saat ini asif jadi viral dan berita ter hizs. Karena itu dia tidak bisa sembunyi lagi, karena pasti sebentar keluarga Dinata tahu di mana ia tinggal.


Kini Asifa melampiaskan dengan makan bahkan sekarang tidak perduli dengan penampilan.


Pada dasarnya Asifa tidak bisa gemuk meski makan melulu.


(Author juga nih Asifa, dari dulu pengen berisi saja susah.)


"Dek kamu baik-baik saja kan?"tanya Taufiq.


"Memang aku kenapa?"malah balik tanya tanpa menatap lawan bicaranya.

__ADS_1


"Apa kamu tadi nonton TV dek?"tanyanya lagi.


"Hem aku nonton memang kenapa?"melirik sekilas, kemudian ia beranjak dari duduknya membawa piring bekas makan ke wastafel dan mencucinya.


"Tapi kamu tidak kenapa-kenapa kan sayang?"kali ini Aisyah yang bertanya.


"Yang kakak lihat aku kenapa?"tanya Asifa.


"Iiiih sayang bisa gak sih kamu itu jangan balik tanya terus!"geram Aisyah dengan tingkah adiknya yang menurutnya menyebalkan.


"Bukan kah dari tadi aku juga serius. memang ada aku bercanda tidak kan!" Asifa yang tidak mau kalah dengan kakaknya.


"Ya sudah kalau begitu kakak minta maaf atas ucapan kata yang menyinggung mu. Kalau hal itu yang membuat mu kesal dengan kakak."Kata Aisyah, merasa adiknya masih kesal.


"Sudah dari tadi di maafkan. Kakak aja yang baper."Kata Asifa dengan tersenyum.


"Jadi dari tadi kamu kerjain kakak? kakak kira kamu masih marah sama kakak."kata Aisyah.


Asifa jalan menuju ruang keluarga, tiba-tiba pintu utama terbuka dan muncul pak Herman dan bu Hafsah.


"Assalamualaikum"Ucapnya bersamaan.


"Wa'alaikumsalam" jawab Aisyah, Taufiq Atifah dan Zahra.


"Kakek sudah pulang?"tanya Atifah.


"Sudah dong kan kakek kangen sama dua princess kakek."Ujar pak Herman, langsung mengangkat Atifah dan memangkunya.


"Princess baik-baik saja kan?"tanya pak Herman.


"Baik-baik saja pa. Apa papa senang punya anak jadi artis dadakan? Entah artis yang lagi anjlok atau naik daun."Celoteh Asifa, dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.


"Bisa jadi sayang, mau gimana lagi punya mertua pengusaha. Serba salah kita, menghindari malah jadi viral."Ujar pak Herman.


"Bertahan jadi terkekang karena selalu di awasi setiap pergerakan kita."Timpal bu Hafsah.


"Waaaooo"teriak Aisyah membuat semua kaget dan menatap nya.


"Hehehe, maaf mengagetkan. Kalau kamu viral, siap-siap saja banyak tawaran Endowss atau iklan."Ujar Aisyah.


"Masak sih kak?"tanya Asifa, antara percaya dan tidak.


"Iya tinggal kamu saja mau atau tidak. Pertama kamu Endowss toko kue mama dan milik mu. Kakak yakin nanti banyak tawaran, berbagai produk, tinggal kamu yang tentukan. Bisa jadi model busana muslim, makanan, kosmetik, dan banyak lagi."Ujar Taufiq.


"Baiklah saatnya melupakan masalah, dengan menyibukkan diri agar bisa move on."Ucap Asifa.


"Semangat princess"mereka kompak memberi semangat untuk Zahra.


"Bagaimana jika kita makan di luar sekalian jemput Amir."Ajak Taufiq.


"Tapi aku mau makan gado-gado ya kak ada gak dekat sini?"tanya Zahra.

__ADS_1


"Eh kirain sudah lupa."kata Aisyah sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu aku di rumah saja. yang penting nanti kalian pulang bawakan aku makanan yang banyak."Kata Asifa sambil merenggut.


"Ya elah sayang, kamu ini sensi banget sih. Ya sudah mas, boleh pesan taksi online, nanti jemput Amir dulu."kata Aisyah sambil tersenyum manis pada suaminya.


"Baiklah sayang,"Taufiq menuruti permintaan istrinya.


Tidak lama kemudian taksi online yang di nanti telah tiba. Begini semua masuk supir taksi itu langsung mengenali Asifa. Dan langsung menanyakan benar atau tidaknya.


"Apa ini benar mbak Asifa Az Zahra menantunya keluarga Dinata?"tanya sang supir pada Zahra.


Asifa yang di tanya serba salah. Tidak di jawab itu tidak sopan, di jawab ia malu banyak orang sudah mengenali dirinya.


"Iya mas, tolong fokus ya saat mengemudi."Kata itulah yang keluar dari mulut Asifa.


"Iya mbak, maaf atas kelancangan saya."Jadi merasa tidak enak, karena sudah membuat penumpang nya tidak nyaman.


"Iya tidak apa-apa."Ujar Asifa' dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.


Tidak lama mereka sampai di Amir.


Dan Amir sudah menunggu di depan gerbang sekolah bingung dengan mobil taksi yang berhenti tepat di depannya.


Taufiq menurunkan kaca mobil,. sehingga Amir dapat melihat bahwa di mobil itu Abi dan adiknya.


"Abi, assalamualaikum."Ucapnya sedikit kaget, bahwa dirinya di jemput mengunakan taksi.


"Wa'alaikumsalam sayang,"sambil menyambut uluran tangan putranya.


"Sama umi di belakang ya."perintah Taufiq.


Aisyah sudah membuka pintunya, Amir langsung masuk menyalami tangan uminya lalu kakek nenek dan Tantenya.


"Kita mau kemana umi?" tanya Amir.


"Mau makan sayang, kamu mau maka apa hari ini?"tanya Aisyah pada putranya.


"Boleh tidak umi kalau kita makan gado-gado, Amir pengen makan gado-gado kan sudah kita tida makan."Keluh Amir.


Belum sempet Aisyah menjawab, Asifa sudah nyamber dulu.


"Apa Amir lagi ngidam, minta makan yang aneh-aneh?"tanya asifa, bertujuan untuk menyindir kakaknya.


"Ih Tante incess. Emang yang pengen makan gado-gado itu ibu hamil doang Amir tidak boleh makan?"tanya Amir dengan raut wajah kesalnya.


"Karena yang ngidam itu kan hanya orang hamil aja, yang tidak hamil tidak ngidam. Tapi rasa ingin makan saja ya, itu yang kamu rasakan?"tanya balik Asifa pada ponakannya yang beranjak remaja.


"Iya tente, aku lagi pengen banget."Keluh Amir dengan wajah memelas.


"Tanya itu sama umi mu boleh apa tidak."Kata Asifa, dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


*****Bersambung....


__ADS_2