APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
106.Buka kado


__ADS_3

Setelah acara makan dan berbincang-bincang bersama, mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing. Seperti keluarga Dinata, keluarga Daryanto, Diana dan Taufiq. Kini sudah sepi tinggal Asifa dan kedua orang tuanya.


Asifa duduk di teras rumah masih ingin melihat mobil pemberian keluarga Dinata. mobil keluaran terbaru, yang memang muat untuk keluarga Hermansyah. Mobil dengan warna hitam dan terkesan mewah, menggambarkan siapa yang memberikan.


~Gambar hanya pemanis~



Hari ini ia merasa bahagia, bahkan tidak mengingat tentang Ardi sedikit pun. Bahkan sejak kemarin Asifa, yang di sibukkan dengan acara. Ia pun kepikiran sedikit pun tentang masa lalunya.


Setelah selesai dengan renungan hari ini yang penuh dengan kata-kata manis dari Fahmi dan keluarga. Masih terngiang-ngiang di telinga dan pikiran nya, sehingga tanya sadar bibirnya tersenyum manis.


Kemudian ia kembali masuk ke dalam rumah dan melihat mamanya, sedang beberes rumah di bantu papanya. Asifa berjalan menuju dapur, ia memilih untuk mencuci piring dan gelas. Karena itu tidak akan berat untuk ia kerjakan. Baginya tidak banyak menggerakkan kakinya, hanya tangan yang bekerja.


Setelah semua beres maka adzan ashar pun sudah tiba. Pak Herman segera bergegas membersihkan diri sebelum pergi ke masjid. Tidak jauh berbeda dengan pak Herman Asifa dan bu Hafsah pun membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu mereka sholat, di kamar masing-masing.


Setelah selesai sholat ashar Asifa membuat kado dari sahabat teman dan pengawal pribadi dan Antonio dan Rendra pengawal pribadi pak Arya dan pak Surya. Terakhir kado dari sahabat dan mantan suaminya itu.



Ardi dan Salsa memberikan kado itu karena ia tahu Asifa sudah menerima lamaran Fahmi. Hanya sekedar memberikan hadiah yang sesuai dengan dirinya punya.



Tas Gucci unlimited Yosi.



Gelang dari Diana dan Irfan langsung di pakai, menurutnya harga memang tak seberapa namun keindahan nya menyentuh hatinya.


(Author pun suka banget lihatnya sempat ternganga. Untung tidak sampai ngiler 🤭)



Sedangkan Arsila memberi kalung emas mewah.



Aisyah dan Taufiq memberi kalung emas sederhana.

__ADS_1



Yang ini dari Irgi.



Dari Andik, kalung emas berlian.



Dari Anisa dan Henry.



Dari Anis dan Ihsan.



Dari Zaki.



Dari Antonio dan Rendra dan para pengawal yang lain membeli kado ini. Yang harganya cukup fantastis untuk barang unlimited.




Papa dan mama


Ayo para pembaca, yang suka shopping mall pasti tahu barang branded original dan mewah ya. Author mah cuma lihat di Mbah G*ogle aja.😄😄😄😜


Dari semua hadiah yang sudah di buka yang langsung di pakai gelang dari Diana dan suaminya. Lalu kalung yang sangat indah yaitu kalung dari kedua orang tuanya. Harga yang cukup fantastis memang lebih indah dan mewah. Namun Asifa sudah terbiasa, sehingga Asifa lebih tertarik dengan yang sederhana.


Kemudian ia membereskan barang-barang tersebut ke dalam lemari. Lalu membawa bekas bungkus kado itu untuk di buang ke tempat sampah.


Asifa keluar dari kamar tanpa pakaian hijab nya. Sehingga terlihat cantik dengan gelang dan kalung emas, pemberian orang tuanya dan sahabat nya.


"Membawa apa itu sayang?"tanya pak Herman, saat melihat putrinya membawa bungkusan plastik hitam besar.

__ADS_1


"Ini sampah bekas bungkus kado pa."Jawab Asifa, pak Herman langsung melihat ke tangan yang menggunakan gelang cantik. Lalu keatas bagian leher Asifa yang terpasang kalung berinisial H. Yaitu kalung pemberian nya, yang menyatukan namanya dan nama istrinya.


"Sayang kamu tambah cantik dengan kalung itu."Puji pak Herman, membuat Asifa merasa tersanjung dan malu.


"Karena hadiah dari papa dan mama Asifa jadi cantik seperti ini." Merendah karena di puji cantik oleh papanya.


"Eh, kan papa bilang tambah cantik. Bukan karena kalungnya saja sayang, itu hanya pelengkap untuk mu. Karena pada dasarnya kamu ini sudah cantik luar dalam. Sudah sekarang princess duduk manis di sini. Biar papa buang sampahnya ke depan sekali, mumpung masih ada tukang sampah. Yang papa minta lembur buat buang sampah kita yang numpuk, sisa acara semalam dan tadi makan-makan."Langsung menggiring Asifa duduk di sofa, lalu di ambilnya sampah itu. Dan pergi keluar rumah untuk membuang sampahnya.


...****************...


Keesokkan harinya di sebuah kampus, heboh dengan berita tentang pertunangan dosen barunya. Yang memiliki status duren, membuat banyak mahasiswi yang mengidolakan bahkan berharap menjadi istrinya. Namun sayangnya mereka semua kecewa dengan status barunya. Yang ternyata bukan hanya seorang dosen tapi juga seorang pengusaha muda.


Kini berstatus tunangan dengan seorang janda muda, yang memiliki paras cantik, imut. Jika bersanding dengan dosen idolanya, yang memiliki paras tinggi besar. Yang memiliki paras cantik, tinggi dan seksi bak model ternama merasa iri.


Saat ini Fahmi sudah parkir di parkiran motor, walau pun hidup berkecukupan. Fahmi masih suka dengan yang sederhana, tidak ingin terlihat mewah untuk saat ini. Lain nanti saat sudah menikah dengan Asifa, sebab ia hidup mengikuti kemauan Asifa. Karena masa lalunya itu, yang membuat ia trauma akan di tinggalkan kembali.


Yosi yang juga baru sampai kampus pun, akhirnya mereka jalan ke ruangan dosen bersama. Hal itu tidak luput dari perhatian para mahasiswa atau pun mahasiswi. Karena selama ini dosen cantik itu mendekati dosen barunya. Untuk dirinya, tidak tahu hanya berteman saja. Dan bertunangan dengan temannya yaitu Asifa. Itu yang mereka tahu, ketika di acara ulang tahun Asifa kemarin malam.


"Assalamualaikum, selamat pagi pak Fahmi, Bu Yosi." Sapa beberapa mahasiswa/i.


"Wa'alaikumsalam, selamat pagi juga."Jawab Fahmi dan Yosi, namun tidak ada yang berlama-lama.


Sepanjang perjalanan menuju ruang dosen, beberapa kali mereka berdua berhenti untuk menjawab salam.


"Assalamualaikum pak, bu,"sapa keduanya saat sampai ruang dosen.


"Wa'alaikumsalam,"jawab semua yang di dalam ruangan.


"Pak Fahmi dan bu Yosi berangkat bareng?"tanya Taufiq, dengan tatapan mata yang tajam pada Fahmi.


"Tidak," jawab Fahmi, sedangkan Yosi cuma menggeleng kepala saja.


"Kebetulan tadi sampai parkir bareng pak, makanya sampai sini bareng juga."Jawab Fahmi dengan santai, lalu duduk di kursinya.


"Oh baiklah, jika kalian macam-macam di belakang Asifa. Tanggung akibatnya sendiri jangan bawa-bawa, saya tidak mau terseret oleh masalah kalian."Ucapan Taufiq, penuh dengan ancaman bagi Yosi dan Fahmi.


"Demi Allah ya pak, saya tidak main belakang kok. Kalau saya mau merebut pak Fahmi sebelum pertunangan itu terjadi. Tapi itu bukan tipe saya, karena saya tahu sakitnya di tikung." Langsung berjalan ke mejanya, dengan senyum kecut.


Secara tidak langsung ia sakit hati, jika ada yang mengatakan bahwa dirinya perempuan perebut milik orang. Hal itu mengingat diri di masa lalunya, di mana suaminya berselingkuh dengan wanita lain.

__ADS_1


Hanya dirinya yang belum bisa hamil, padahal menurut hasil pemeriksaan medis. Yosi sehat, tidak masalah kesehatan pada rahim pun. Hanya butuh kesabaran, ikhtiar dan usaha. Hal yang membuat Yosi, tahu dengan posisi nya. Tidak ingin merebut atau menyakiti sesama perempuan, rasanya begitu sakit.


*****Bersambung....


__ADS_2