APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
23.Seleksi calon karyawan


__ADS_3

"Kalian nanti pulang kerumah hari ini, jadi tidak usah ngontrak lagi. kalian tempati rumah itu, kami akan tinggal bersama Aisyah."Permintaan pak Herman pada Lira dan Rendi.


"Baik om nanti saya akan jaga rumah dan toko."Jawab Rendi.


"Ya sudah nanti om kabari lagi setelah keadaan ini lebih tenang. Terutama princess om ini, yang sekarang sedang melow begini."Kata pak Herman dengan senyum menggoda putrinya.


"Iya om, siap laksanakan!"dengan gerakan cepat Rendi berdiri dan memberi hormat, pada pak Herman.


Sehingga di dalam ruangan tertawa semua, sampai di luar yang mendengar pun sedikit bingung. Apa yang membuat keluarga majikan mereka gembira dan tertawa lepas.


Dan hari ini akan menerima karyawan baru dua orang. Karena Rendi akan menggantikan posisi pak Herman dan Lira menggantikan bu Hafsah mengawasi bagian produksi kue yaitu di dapur. Walau pun bagian dapur sudah ada Firmansyah. Banyak yang mengira Firman adalah anak pak Herman. karena memiliki nama bagian belakang sama. Namum beda kelahiran Semarang dan orang asli Semarang. Sedangkan pak Hermansyah kelahiran Jakarta sebagai pendatang yang berasal dari Pekalongan dan Surabaya.


tok tok tok


"Ya masuk" Teriak pak Herman.


"Maaf itu pak itu di depan ada yang melamar kerja."Ujar Firman.


"Berapa orang Fir?"tanya pak Herman.


"Ada 7 orang di depan pak."Jawabnya.


"Banyak sekali orang membutuhkan pekerjaan, bagaimana ini Ren. Apa kamu punya pendapat? toh kedepannya toko kue ini kamu yang hendel." Pak Herman minta pendapat pada menantu adiknya ini alias menantu ponakan.


"Kalau menurut saya nih om, kita kalau mau maju harus berani ambil kesempatan di masa kini. Seperti buka membuka lapak online, di mana sekarang segala sesuatu lewat online. Jadi kita tidak butuh kurir khusus lagi juga, hanya butuh tenaga chef dan pelayanan toko.


Karena jika kita sudah terkenal nanti mudah mendapat konsumen. Kecuali pelanggan yang membutuhkan pelayanan khusus.


Itu hanya pendapat saya saja om, jika om berkenan kita bisa seleksi dan training 5-6 dari 7 orang tersebut. Kalau chef utama kita punya Ismi. tinggal cari tangan kanan dan kiri, bisa juga firman tangan kanan Ismi jika mau." Kata Rendi dan matanya melirik Firman.


"Boleh juga itu pendapat mu, baiklah urusan ini ku serahkan padamu. Dan kamu yang seleksi juga yang training mereka ya."Kata pak Herman.

__ADS_1


Terus kamu mau tidak Fir? apa jawaban mu?"tanya pak Herman pada Firman.


"Tentu saja saya mau pak itu kan selama ini posisi saya. Kalau di geser saya akan di posisi apa dong pak?" tanya Firman pada pak Herman selaku bosnya.


"Saya tempat kan kamu sebagai tangan kanan Rendi menjadi manejer toko."Jawab pak Herman.


"Baiklah saya terima tawaran ke dua pak."Kata Firman.


Ok kamu saya tetap kan menjadi menejer membantu Rendi dan mengawasi karyaman termasuk bagian produksi. Bagaimana?"tanya pak Herman.


"Siap pak."Jawab Firman dengan lantang.


"Baiklah langsung saja suruh masuk keruangan ini ya."perintah pak Herman


"Baik pak saya permisi."Firman mengundurkan diri dari ruangan.


"Sayang kita pindah ke kamar saja ya. Lira mau di sini mau ber sekarang apa nanti setelah lahir. Tapi om rasa kamu harus banyak istirahat, itu terserah Rendi juga. Kalau memang iya biar sekalian cari kasir baru. Cari bagian dapur laki-laki kalau ada bakat dapur, yaitu jurusan TATA BOGA. Kalau tidak laki-laki yang jurusan itu, kamu boleh pilih perempuan."Pak Herman memberi syarat untuk bagian dapur.


Lalu masuk ke kamar yang ada di ruang itu, ini yang minta disain ruangan Ardi agar mertuanya nyaman saat lelah bisa Istirahat.


"Aku ikut apa yang menurut mas baik untuk ku."Jawab Lira.


"Baiklah mulai besok tidak usah kerja cukup di rumah ya. Toh gaji ku pasti sudah naik cukup untuk keluarga kita. Rumah juga kita tidak sewa lagi dan yang pasti cukup untuk sehari-hari. Jika lebih untuk masa depan keluarga kita. Ya sudah sana kamu bekerja lagi ya, aku mau seleksi calon karyawan dulu mungkin sampai sore."Kata Rendi.


"Baik bos."Sambil cekikikan ia berjalan keluar dari ruangan.


Sedangkan Rendi menempati posisi pak Herman. Dan siap-siap untuk mewawancarai calon karyawan.


...****************...


Di dalam kamar Asifa pamit pulang pada papa dan mamanya untuk berkemas-kemas barang miliknya.

__ADS_1


"Pa ma Asifa pulang ya, Asifa belum berkemas dan membereskan barang yang ada jejak mas Ardi."Kata Asifa.


"Kalau menurut papa yang kiranya tak ingin kamu pakai di sumbangkan saja nan minta tolong Man atau Rendi. Kalau perhiasan nanti di jual saja atau kamu kembalikan. melalui paket kilat atau ekspres saja kamu siapkan nanti Lira yang kirim."Perintah pak Herman.


"Baiklah pa ma, aku pamit pulang ya, assalamualaikum."Ucap Asifa sambil menyalami dan mencium tangan kedua orang tuanya.


"Ya, hati-hati ya sayang, wa'alaikumsalam."Kompak keduanya dan memberikan ciuman di kening putrinya.


Asifa keluar kamar melihat Lira juga sudah menutup pintunya. Lalu berjalan menuju meja dan mengambil rantang tempat makanan tadi.


"Ren aku langsung pulang ya, nanti kamu jangan lupa kemasin barang kalian dari kontrak ya barang mu urusan besok juga tidak apa-apa. Yang penting hari ini kalian cicil bawa barang minimal pakai kalian buat kerja."Kata Asifa.


"Ya kak, tenang itu gampang di atur."Kata Rendi.


"Oke kalau begitu aku pulang ya, assalamualaikum"Ucap Asifa.


"Wa'alaikumsalam"jawab Rendi.


...****************...


Di depan toko Firman ikut andil menyeleksi calon karyawan/i dari pengalaman kerja dan pendidikan. Ternyata di depan ternyata datang lagi dan pada duduk di depan. Toko bukan banyak pelanggan melain kan orang melamar kerja. Jadi banyak yang datang untuk mendapatkan keberuntungan.


"wah tidak di sangka banyak yang butuh pekerjaan mudah mudahan yang tidak dapat tidak berkecil hati."Hanya itu yang di kata dalam hati.


Ismi lagi jadi pelayan sekaligus kasih. Karena yang lain sibuk mengurus calon karyawan.


"Baiklah kalian siap masuk, sesuai urutan datang tadi dah harus tertib."Kata Firman dengan lantang dan tegas.


"Si siap pak,"Tergagap mereka kaget, dengan suara lantang dan tegas, mereka langsung ambil barisan.


"Kalian akan di wawancara oleh bos kita langsung. Kemarikan surat surat lamaran kalian sesuai antrian."Mendengar ucapan Firman mereka langsung menyerahkan surat lamaran. Setelah terkumpul, Firman langsung membuka satu persatu.

__ADS_1


Para calon karyawan tersebut memperhatikan apa yang sedang dilakukan Firman, ada yang kurang suka. Dan dari situ langsung bisa di nilai kelakuan sifat dan sikap.


"


__ADS_2