APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
55.Makanan favorit Asifa


__ADS_3

"Apakah princess papa masih mau di sini atau sudah cukup. Papa tidak ingin kamu terluka yang semakin dalam sayang?"tanya pak Herman.


"Ya pa, Asifa mau pulang lapar."Rengek Asifa, dengan manja.


"Baiklah princess mau makan di mana? Tapi kita ke musholla rumah sakit dulu ya, ini sudah mau magrib?"tanya pak Herman.


"Asifa mau makan rendang jengkol pa, kita makan rumah makan sederhana khas Padang ya."Jawab Asifa.


"Apa sih yang tidak, untuk princess papa ini."


"Pak Surya cepat sembuh ya, jangan terlalu memikirkan Asifa. Karena Asifa sekarang sudah bisa melepas beban pikiran dan masa lalunya. Lihat sekarang di lebih berisi, dari pada saat masih jadi istri Ardi lalu. Karena saya tidak akan pernah membiarkan Asifa seperti dulu lagi. Dan jangan merasa bersalah, sebab perpisahan Ardi dan Asifa itu sudah yang benar. Dan itu semua bukan di sebabkan oleh pak Surya atau pun Ardi. tapi itu semua takdir, bukan kah jodoh sudah ada yang mengatur."Kata pak Herman pada pak Surya.


Asifa memang lebih berisi sekarang, karena untuk mengalihkan pikirannya hanya dengan makan dan liburan. Bahkan main dengan kedua ponakannya juga anak-anak tetangga barunya.


Kini pak Surya atau pun keluarga Dinata percaya jika Asifa tidak lagi terguncang jiwanya.


"Habis ini kalian mau kemana lagi?"tanya pak Surya.


"Setelah dari sini mau antar cari makanan favorit nya dari kecil."Jawab pak Herman.


Deg


Keluarga Dinata merasa di tampar, sebagai keluarga. Selama ini tidak ada pernah memberikan makanan yang berbau itu. Terutama Ardi, yang selalu melarang saat masih pengantin baru.


Bahkan Ardi pernah meninggalkan istrinya, selama 2 malam satu hari. Hanya karena Asifa makan jengkol, dan tidak mengajak Asifa berbicara sama sekali.


Hal itu di masukkan dalam catatan sejarah kehidupan Asifa. Demi suaminya ia rela, tidak bisa menikmati makanan favorit nya.


Sekarang Ardi sadar jika Asifa hidup bersama diri antara bahagia dan terpaksa. Bahagia bersama orang yang ia cintai dan terpaksa untuk bisa bersama orang yang ia cintai.


"Maafkan ayah dan keluarga ya sayang, karena tidak bisa memberikan kamu kebebasan. Kami menempatkan mu di dalam sangkar emas. Sekarang kamu pasti bisa bahagia karena sudah bebas tekanan keluarga Dinata. Semoga kelak Allah memberikan jodoh terbaik dunia dan akhirat."Ucap pak Arya pada Asifa yang sudah di anggap putrinya sendiri.

__ADS_1


"Asifa sudah memaafkan semua keluarga Dinata. Jika memang ayah sudah melepaskan Asifa dari sangkar emas. Maka jangan lagi ganggu Asifa, tapi untuk melupakan masa lalu Asifa masih butuh proses. Bahkan semua orang pasti tahu, jika kaca yang sudah hancur berkeping-keping tidak dapat di perbaiki seperti semula."Ucap Asifa.


Ucapan Asifa menancap pada hati Ardi dan keluarganya. Hal itu membuat Salsa tahu betapa hancurnya hati Asifa.


"Papa ayo aku sudah lapar banget,"kata Asifa sambil bergelayut manja pada papanya.


"Iya ya," lalu menoleh pada istrinya "sayang ayo kita pulang kasihan princess kita." Ajak pak Herman.


"Iya mas,"bu Hafsah langsung berdiri menghampiri suaminya.


"Opa cepat sembuh dan sehat kembali."Ucap Asifa lalu mencium tangan pak Surya dan pada pak Arya.


"Assalamualaikum,"ucap Asifa, pak Herman dan bu Hafsah.


"Wa'alaikumsalam,"jawab yang ada dalam ruangan pak Surya.


Sekarang tinggal keluarga Dinata dan Salsa. Lalu mereka membahas tentang Asifa, karena Ardi yang duduk di sofa dengan derai air mata.


"Mungkin ini yang terbaik untuk mu juga untuk Asifa. Menyesal pun tiada guna, tidak ada yang bisa kembali. Jadikan ini masa lalu dan pelajaran, bangun masa depan mu lebih baik dari yang kemarin."Ucap pak Arya.


Ardi menatap ke arah Salsa, perempuan yang ada di depannya ini calon isterinya.


"Maafkan saya, karena belum bisa melupakan Asifa. Karena ini juga masih terlalu cepat, jika saya bisa melupakannya. Saya harap kamu tidak akan membatalkan rencana kita besok." Ucap Ardi.


"Kalau untuk melupakan mantan pasangan itu memang sulit mas. Tapi sesuai kesepakatan kita, kita belajar dan jalani masa depan bersama."Ucap Salsa sambil memegang pundaknya Ardi.


"Semoga kalian bahagia, memang kapan kalian akan menikah?"tanya pak Surya.


"Jum'at opa, doakan lancar ya," ucap Ardi.


"Ya semoga lancar dan tidak kurang suatu apapun."Ucap pak Surya.

__ADS_1


Mereka bersiap untuk sholat magrib berjamaah di ruangan tersebut.


Sementara Asifa setelah dari ruangan pak Surya, langsung ke rumah ICU.


Untuk menjenguk bu Gina, perawat yang melihat kedatangan Asifa bersama keluarga.


Langsung memberikan hormat, dan mempersilakan masuk dengan pakaian warna hijau. Karena itu wajib di kenakan saat masuk ruang ICU.


Begitu sampai di dalam Asifa dan pak Herman. Memang pak Herman bareng Asifa. Setelah itu baru bu Hafsah.


"Assalamualaikum bu,"ucap Asifa dan pak Herman.


"Asifa datang untuk menjenguk ibu. Dan mengucapkan banyak terima kasih atas kasih sayang yang tulus pada Asifa. Ibu tetap semangat ya jangan menyerah, kasih mas Ardi, ayah, dan opa jadi sedih."


"Asifa cuma sebentar kesini karena tidak boleh lama-lama sama perawat. Semoga ibu bisa sehat lagi dan bisa kumpul keluarga lagi." Ucap Asifa.


"Ya mbak Gina harus tetep semangat ya demi keluarga mbak. Saya dan Asifa pamit ya assalamualaikum."Ucap pak Herman.


"Asifa pulang bu, Assalamualaikum."Ucap Asifa.


Asifa dan pak Herman keluar dari ruangan ICU dan di ganti kan bu Hafsah.


"Assalamualaikum mbak Gina, saya datang juga untuk menjenguk mbak. Terima kasih atas semua yang mbak gimana berikan pada keluarga kami. Terutama untuk kasihan sayang mu pada putri saya selama ini. Karena kasih sayang mbak sangat tulus, mbak menyayangi Asifa seperti putri mbak sendiri. Sementara ya mbak agar masih bisa kumpul keluarga lagi. Saya pulang dulu ya mbak, assalamualaikum."Ucap bu Hafsah.


Langsung pergi dari ruangan ICU, selanjutnya mereka pergi ke musholla, untuk melaksanakan sholat magrib.


beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dan sekarang berada di lobi rumah sakit. Sedang menunggu taksi online yang mereka pesan.


Tak berapa lama kemudian taksi online sudah datang. Dan langsung berangkat menuju restoran yang ada rendang jengkol.


Sebelumnya Asifa sudah browser di google map. Rumah makan yang jual rendang jengkol, dan masakan khas daerah Padang.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai dan Asifa langsung memesan 2 porsi rendang jengkol. Satu di makan di tempat dan yang satu di bungkus bawa pulang. Tidak hanya rendang jengkol yang ia pesan, tapi gulai kepala ikan kakap juga di pesan.


*****Bersambung....


__ADS_2