APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
51.Permintaan bu Gina


__ADS_3

Iya mengingat siapa perempuan yang di hadapan ini. Ardi lupa jika perempuan itu adalah Salsabila Gunawarman. Teman SMP Asifa, yang sering bersendagurau dengan Asifa dan Dian Pratiwi.


Saat sedang menatap lekat salsa, tiba-tiba dokter Miranti datang bersama dokter Stevani.


Dan dokter Stevani pamit kembali ke rumah sakit xxx Yogyakarta. Setelah kepergian dokter Stevani, dokter Miranti memberikan izin, pada pak Arya untuk menemui bu Gina.


"Apa Gina bisa saya temui dokter Mira?" tanya pak Arya.


"Silahkan pak Arya, tapi harus pakai baju khusus ya. Karena harus steriel jika ingin menemui Gina. Kecuali jika nanti sudah stabil dan di pindah ke ruang rawat inap."Ujar dokter Miranti.


"Ardi setelah ayah mu keluar, ajak ke ruang saya ya. Karena ada yang ingin saya sampaikan pada kalian. Saya permisi dulu, assalamualaikum."Ucap dokter Miranti.


"Baik dok. Wa'alaikumsalam."Mendengar pesan dokter Miranti, membuat Ardi was-was dan cemas.


Di ruang ICU.


Pak Arya duduk di kursi samping branker, ia menggenggam tangan istrinya.


"Sayang kenapa kamu merahasiakan penyakit mu, dan kenapa kamu begitu ingin kita berpisah. Bahkan kamu sangat ingin saya menjadi duda. Saya belum sanggup kehilangan dirimu, kamu tega membuat saya menderita."


"Maaf, maafkan saya kemarin tidak menghiraukan mu. Di saat dirimu menderita, merasakan kesakitan sendiri. Sungguh saya merasa bersalah dan sudah menjadi suami tidak berguna. Sayang beri saya kesempatan untuk bersama mu. Saya bisa memberikan apa yang kamu mau. Bahkan kalau perlu ajak aku bersama mu."Sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia menangis sesenggukan sambil terus menggenggam tangan istrinya.


Cukup lama pak Arya di ruangan itu sampai akhirnya perawat datang.


"Maaf tuan, waktu nya sudah 15 menit biarkan pasien istirahat."Ujar perawat itu.


"Baiklah,"beranjak dari duduknya, lalu mencium kening istrinya. Setelah itu ia keluar dari ruang ICU, lalu duduk di sebelah Ardi.


Ardi menatap wajah ayahnya, yang terlihat sembab. Baru kali ini ia melihat ayahnya menangis, itu karena ibunya. Iya Ardi sangat faham, ibunya perempuan yang sangat di cintai ayahnya.


"Ayah tadi dokter Miranti berpesan, kita di minta ke ruangannya."Ujar Ardi pada ayahnya, menyampaikan pesan dokter Miranti.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita ke sana."langsung beranjak dari duduknya berjalan beriringan dengan Ardi.

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk," suara dari dalam ruangan tersebut.


"Assalamualaikum," Ucap pak Arya dan Ardi bersamaan.


"Wa'alaikumsalam,"jawab yang ada di dalam ruangan itu, yang tak lain adalah dokter Miranti, suami dan anaknya.


"Mari silahkan duduk," Ujar dokter Miranti, menunjukkan sofa yang ada suami dan anaknya.


"Dokter Mira, apakah dokter bisa jelaskan pada kami, sejak kapan istri saya sakit ini?"tanya pak Arya, dengan rau wajah sedihnya.


"Penyakit yang di derita Gina, di ketahui baru 2 minggu lalu. Di saat dia pergi bersama saya, di sebuah kafe depan rumah sakit ini. Niat saya sambil menunggu hasil pemeriksaan secara lengkap. Saya ingin memberi tahu kalian melalui ponselnya Gina. Ketika saya mencari nomor ponsel kalian, Gina melarang saya."Berhenti sejenak.


"Gina malah meminta saya, untuk memenuhi permintaan dan menyampaikan pada kalian jika waktu itu ini tiba. Walau sulit bagi saya, saya tidak bisa menolak akan permintaannya Gina."Ujar dokter Miranti.


Ardi dan pak Arya saling pandang lalu kembali menatap dokter Miranti. Lalu dokter Miranti menceritakan semua pesan bu Gina.


flashback on


"Mira tolong jangan beri tahu mas Arya atau pun Ardi."Ujar bu Gina, dengan nada bicara lemah.


"Gina ini genting, keluarga mu pasti akan mencari keberadaan mu."Kata dokter Miranti.


"Aku tidak ingin membuat mereka khawatir pada ku berlebihan. Papa mertua ku sedang sakit, dan di rawat di rumah. Ardi masih kalut dengan perceraian nya dengan Asifa. Bahkan sekarang dia lagi di Surabaya, mencari keberadaan Asifa atas permintaan ku. Aku tidak ingin membuat nya pontang-panting, karena aku. Sebenarnya aku saat ini sedang sakit apa Mira?"tanya bu Gina.


"Aku juga belum tau, tapi kita tunggu hasil pemeriksaan ya. Aku akan minta hasil secepatnya, kita akan melakukan berbagai tes. Apakah kamu siap, ingat Gina kamu harus sehat."Ujar dokter Miranti dengan nada sedih juga.


Dokter Miranti pun terlihat sangat sedikit dan cemas dengan keadaan sahabat nya itu. Dengan segera dokter Miranti melakukan serangkaian tes. Dari darah, urine, scan kepala dan tubuh bu Gina.


Satu jam kemudian keluar hasil tes tersebut, dan itu membuat dokter Miranti dan bu Gina syok.


"Apa kamu selama ini tidak merasakan apa pun Gin?"tanya dokter Miranti.

__ADS_1


"Aku memang sering sakit kepala bahkan belakangan ini. Ku pikir cukup dengan minum obat pereda nyeri saja."Pengakuan bu Gina.


"Ini sudah sangat terlambat di ketahui Gin, menurut hasil penelitian ini kamu tidak akan sampai sebulan. Tapi aku ini manusia Gin, bisa jadi meleset. Dan jika aku salah prediksi, malah menjadi setahun. Karena kembali lagi, kehidupan setiap manusia sudah ada yang menentukan.


"Ya sudah tidak masalah, berarti aku masih ada waktu untuk mencari putriku Asifa."Dengan entah bu Gina mengucap.


"Kenapa kamu malah begitu ingin bertemu dengan Asifa?"tanya dokter Miranti


"Karena aku ingin bertemu untuk terakhir kalinya, sekaligus meminta maaf padanya. Aku juga ingin bertemu dengan mba Hafsah, dan keluarganya."Jawab bu Gina.


"Aku doakan, semoga Allah masih memberikan kesempatan untuk mu bertemu dengan sahabat mu yang satu itu. Aku tahu kamu begitu menyayangi Asifa seperti putri kandung mu sendiri."Kata dokter Miranti, yang tahu seluk beluknya dengan Asifa dan keluarganya.


"Apakah kamu masih akan merahasiakan hal ini pada keluarga mu?"tanya dokter Miranti.


Bu Gina menatap sahabatnya itu sendu, berharap sahabat nya itu akan memenuhi permintaan nya.


"Iya. Mira boleh kah aku meminta sesuatu pada ku?"tanya bu Gina.


"Kamu mau minta apa Gin?"tanya dokter Miranti.


"Aku ingin kau berikan putri mu untuk, dan menjadi istrinya putraku semata wayang. Ini permintaan ku padamu, dan jika aku tak bisa menyampaikan ini pada Ardi. Maka ku minta kamu bisa menyampaikan pesan ini pada keluarga ku. Aku ingin pernikahan salsa dan Ardi, di gelar sebelum aku pergi atau pun sudah. Sampai pesan ku pada mas Arya dan Ardi, ini permintaan ku yang terakhir." Permintaannya bu Gina.


"Bisakah aku bisa menolak permintaan mu Gin?"merasa keberatan.


"Jika memang kamu perduli dengan ku, nikahkan Ardi dengan putrimu salsa."Kata bu Gina.


"Baiklah aku akan sampaikan permintaan mu ini. Tapi aku tidak akan memaksa mereka, jika mereka ada yang menolak."Ujar dokter Miranti.


"Baiklah aku hanya berharap, Ardi bahagia dengan hidup barunya. Dia ingin memiliki keturunan, dengan begitu pasti bahagia. Dan dia bisa move on dari Asifa. Karena aku yakin kalau pun mereka rujuk hanya aku saling menyakiti hati sendiri."Ujar bu Gina.


Setelah selesai dengan obrolan dengan bu Gina, dokter Miranti meninggalkan ruangan bu Gina.


flashback off

__ADS_1


*****Bersambung...


__ADS_2