
Ardi baru sadar kemesraannya bersama istrinya, menyakiti perasaan Asifa. Perempuan yang masih bertahan di dalam hatinya. Pasti sulit baginya melakukan apa pun jika di hadapan Asifa. Dan Ardi juga tidak ingin menyakiti hati istrinya. Meskipun belum ada rasa cinta di antara keduanya. Tapi bukan tidak mungkin hatinya tidak sakit, jika pasangannya masih memikirkan masa lalunya.
"Mas saya tidak enak hati dengan Asifa, pasti dia merasa sakit hatinya."Ucap Salsa.
"Mau gimana lagi, bukan kita harus saling menjaga perasaan. Saya yang serba salah dengan posisi ini, memang tidak mudah baginya. Maaf jika saya menempatkan mu di zona yang tidak nyaman."Ucap Ardi pada Salsa, salsa yang mengerti pun hanya mengangguk.
"Tuan saya permisi akan mengurus kepulangan nyonya. Selanjutnya mengurus pemakaman nyonya, kasihan jika tidak di segerakan."Haris minta izin Ardi.
"Baiklah, terima kasih kamu selalu paham dengan kondisi seperti ini."Ucap Ardi.
"Sudah tugas saya sebagai asisten anda tuan, saya permisi."Haris langsung pergi dari ruangan itu mengurus administrasi rumah sakit.
Di luar ruangan Asifa menatap kota Jakarta dari atas gedung rumah sakit.
Asifa berusaha melupakan mantan suaminya, untuk membuang rasa itu ia harus menghindari. Menyadari papanya ada di sampingnya pun ia bertanya.
"Pa, apa kita bisa langsung pulang ke Jogja?"tanya Asifa.
"Tidak sayang, kita harus menghadiri pemakaman ibu mu. Biar bagaimanapun papa besan dan semua orang tahu. Jika kamu menantu kesayangan nyonya besar Dinata. Sementara Salsa belum publik, tapi papa yang besok juga akan ada berita simpang siur. Antara pernikahan Ardi dengan meninggalnya ibu mu. Jangan kaget nanti pasti nama mu akan terserat di berita itu. Karena kita menghindari pernikahan ini juga atas permintaan almarhum ibu mu."Jawab pak Herman panjang lebar.
Dan ini semua di dengar pengawal yang berjaga. Haris pun mendengar jawaban pak Herman, ia pun berpikir. "Benar adanya ucapan pak Herman, apa lagi tuan muda keluar rumah sakit ini masih mengenakan pakaian pengantin." Pikir Haris.
Haris berlalu dari sana, karena ingin segera melaksanakan tugasnya.
Setelah magrib pemakaman bu Gina di langsung kan. Cukup ramai yang menghadiri pemakaman tersebut. Bahkan berbagai wartawan dari semua stasiun TV swasta dan negeri, bahkan luar negeri.
__ADS_1
Berita tentang Ardi dan Salsa istri baru itu sudah tercium media. Bahkan kematian bu Gina di kait-kaitkan dengan pernikahan Ardi dan Salsa.
Semua masyarakat Indonesia yang menyaksikan acara talk show beberapa hari lalu. Menduga terkena serangan jantung karena tidak setuju dengan pernikahan Ardi. Yang mereka tahu bu Gina sangat mencintai menantunya yaitu Asifa.
Asifa juga di salahkan, karena tidak mau bertahan untuk keutuhan rumah tangganya. Malah memilih bercerai, cuma karena tidak mau di madu.
Dan berbagai macam tuduhan netizen, menanggapi berita terbaru. Tentang keluarga pengusaha yang dalam sebulan belakangan ini viral. Viral karena perceraian, pernikahan dan kematian.
...****************...
Tiga hari kemudian
Hari Asifa menghindari acara yang di adakan oleh pak Arya. Yaitu konferensi pers, untuk klarifikasi tentang perceraian dan pernikahan Ardi. Yang terakhir tantang meninggalnya Bu Gina.
konferensi pers itu di adakan di kediaman Dinata. Yang hadir selain yang bersangkutan, ada dokter Miranti juga dokter Felina.
Para wartawan itu saling berbisik untuk menyiapkan pertanyaan yang akan di sampaikan pada keluarga Dinata tersebut.
"Selamat malam tuan besar Arya,"sapa wartawan tersebut, sebagai perwakilan dari pada.
"Malam juga, silahkan."Pak Arya.
"Apakah benar jika perceraian tuan Ardi dan nona Asifa. Karena anda yang menuntut tuan Ardi, untuk memberikan keturunan?" pertanyaan itu di tujukan pada pak Arya.
"Iya benar, jika saya minta Ardi untuk menikah lagi. Bahkan saya sudah menentukan pernikahan tersebut. Tapi saat itu ternyata, saya terjebak oleh permainan mama Sita. Yang kalian tahu saat ini mama Sita, sudah berada di penjara karena perbuatannya."
__ADS_1
Jawab pak Arya.
"Kalau memang tuan Ardi dan nona Asifa saling mencintai kenapa tidak rujuk? Apa tuan Ardi juga mengharapkan kehadiran seorang anak. Yang tidak bisa di berikan oleh nona Asifa? Mohon berikan jawaban pada kami tuan Ardi?"pertanyaan untuk Ardi.
"Saya memang mencintai Asifa bahkan sampai sekarang saya masih mencintainya. Sebenarnya saya tidak ingin bercerai dengan. Karena saya berharap untuk mendapatkan keuntungan. Untuk memiliki keturunan saya harus menikah lagi. Sedangkan Asifa tidak mau saya poligami/madu. Dan tetap kekeh untuk cerai dengan alasan, takut saya tidak bisa adil. Terlebih Asifa sudah merasa dia tidak bisa memberikan apa yang akan di berikan oleh madunya."Jawab Ardi dengan sedikit gugup, karena takut membuat Asifa sakit hati semakin dalam.
"Lalu apakah pernikahan anda ini atas permintaan Almarhumah Nyonya GINA?"
"Iya, dan saya di minta untuk menikah dengan Salsa. Dan kepergian ibu setelah akad nikah selesai."Jawab Ardi.
"Lalu kenapa nona Asifa bisa hadir, padahal anda sudah tidak ada hubungan dengan tuan Ardi. Yang tidak harus hadir, apa anda tidak sakit hati yang lebih dalam nona?"pertanyaan beralih pada Asifa.
Asifa menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. "Saya hadir atas permintaan Almarhumah ibu. Memang saya tidak ada hubungan khusus pada mas Ardi. Tapi permintaan Almarhumah, saya adalah putrinya juga. Setelah lepas dari pernikahan, saya di tarik lagi sebagai putri angkatnya. Dan saya hadir sebagai saudari. Saya tidak tahu kalau ternyata ini juga terakhir kalinya saya bertemu dengan almarhumah ibu."Asifa tidak bisa lagi berkata-kata dan luruh lah air matanya.
Posisi duduknya dekat dengan pak Arya. Dengan tangan kanan pak Arya mengusap punggung Asifa. Para wartawan dapat melihat ketulusan dan cinta pak Arya pada Asifa.
Pak Arya pun kembali sedih atas kepergian istrinya. Sehingga ia menarik Asifa untuk saling menguatkan.
Asifa memang sakit hati pada keluarga Dinata. Tapi tidak dapat melupakan kebaikan dan kasih sayang keluarga Dinata. Sehingga ia merasa kehilangan kasih sayang ibunya.
Setelah tenang wartawan melontarkan pertanyaan yang mengejutkan Ardi dan keluarga Dinata. Karena pertanyaan itu dari pihak Asifa.
"Maaf tuan Ardi saya menyampaikan pesan dari pendukung nona Asifa. Bagaimana jika dalam pernikahan ini anda, tidak dapat keturunan juga. Apakah anda juga akan mengklaim bahwa istri anda mandul juga. Seperti yang terjadi pada nona Asifa, anda mengklaim nona Asifa tidak bisa memberikan keturunan karena mandul?"Pertanyaan itu sungguh menusuk, hati Ardi.
Semua orang menunggu jawaban Ardi, salsa di buat berdebar mendengar pertanyaan itu. Tapi salsa tetap positif thinking, karena dia bukan perempuan mandul.
__ADS_1
*****Bersambung...