
Kini Yosi berada dalam kamarnya bukan mandi, tapi malah duduk melamun menghadap ke keluar jendela.
meratapi nasibnya sendiri yang kini tengah hancur lebur hatinya. Setelah perjuangan nya untuk mencintai Arata, namun malah di khianati. Untuk bisa mencintai Arata itu hal yang tidak lah mudah.
Iya bisa melupakan mantan kekasih nya setelah satu tahun. Itu juga karena Arata memberikan rasa nyaman pada dirinya. Namun itu hanya sesaat setelah ia berjumpa dengan masal lalunya. Maka Arata mulai bersikap dingin dan jarang pulang. Hingga berbulan-bulan Yosi rasakan, pada akhirnya Yosi memata-matai Arata.
Setelah semua bukti terkumpul baru Yosi bertindak untuk memergoki suaminya yang lebih memilih pulang ke apartemen dari pada ke rumah. Dengan alasan lagi ada urusan keluar kota.
Tanpa terasa sudah satu jam Yosi berdiri di dekat jendela kamar nya. Itu karena merasa pegal kakinya, baru ia sadar. Jika dirinya sudah lama melamun di dekat jendela tersebut.
Kemudian ia mengambil handuk, lalu jalan ke kamar mandi. Ia membersihkan diri yang harus nya ia lakukan sejak tadi. Tapi malah melamun meratapi nasibnya yang malang itu harus menjadi janda muda. Tapi ia sangat bersyukur, karena ia yang belum bisa hamil itu. Kalau ia hamil muda saat menemukan pengkhianatan mantan suaminya. Entah apa yang akan terjadi padanya dan juga janin yang ada dalam perutnya.
Sungguh ia tidak sanggup jika saat itu ia dalam keadaan hamil. Kini ia tahu apa yang Tuhan berikan padanya, yang menurut dokter spesialis kandungan ia tidak bermasalah. Jikalau dirinya memang tidak akan sanggup menjalani kehidupan baru nya kini menjadi janda muda.
Bukan masalah kekurangan harta untuk menghidupi ia dan anaknya. Namun untuk mental dan masa depan anaknya yang ternyata hidup tanpa sosok ayahnya.
Selama di kamar mandi, Yosi banyak melamun sehingga mandi pun sampai satu jam lamanya. Karena segala sesuatu yang ia lakukan dengan gerakan lambat dan pikiran ke mana-mana.
Setelah mandi Yosi masih berada di kamar, mau makan pun tidak selera. Menjadi serba salah jika melakukan sesuatu, jenuh mau jalan-jalan menjernihkan pikiran pun. Belum paham wilayah Yogyakarta ini di tambah lagi tidak memiliki teman sama sekali.
Yosi yang bete itu memutar radio yang sudah tersedia di kamar nya tersebut. Yang ternyata suara yang terdengar olehnya adalah lagu yang pas dengan dirinya yang sedang galau.
~SAKIT TAK BERDARAH~
Sayang, mengapa kau
Meninggalkan aku
Sayang, mengapa kau
Kau memilih dia
Beginikah rasanya sakit tak berdarah
Tak kusangka begitu hebatnya
Ini lebih pedih
Ini lebih perih
Ini lebih sakit karna kamu
Karna kamu aku jadi tau
Ini lebih pedih
__ADS_1
Ini lebih perih
Ini lebih sakit, tak akan lagi-lagi
Bila aku tak pernah kenal Tuhan
Mungkin kisah ini 'kan berakhir tapi
Aku sedih, Tuhan
Dia hancurkanku
Aku lelah, Tuhan
Dia dzolimiku
Tolong aku, Tuhan
Beginikah rasanya sakit tak berdarah
Tak kusangka begitu hebatnya
Ini lebih pedih
Ini lebih perih
Ini lebih sakit karna kamu
Karna kamu aku jadi tau
Ini lebih pedih
Ini lebih perih
Ini lebih sakit, tak akan lagi-lagi
Beginikah, oh rasanya sakit tak berdarah
Tak kusangka begitu hebatnya
Ini lebih pedih
Ini lebih perih
Ini lebih sakit karna kamu
__ADS_1
Karna kamu aku jadi tau
Ini lebih pedih
Ini lebih perih
Ini lebih sakit, tak akan lagi-lagi
Ini lebih pedih
Ini lebih perih
Ini lebih sakit, tak akan lagi-lagi
"Pas juga dengan author nya."😄😄😄
"Wah ternyata Indonesia ini beraneka ragam ya. Dari makanan beragam, musik beragama, sampai bahasa pun beragam. Is the best Indonesia.... aku jadi my love Indonesia." Yosi bersemangat setelah mendengar musik tersebut. Karena ia tidak hanya suka dengan lagu nya saja. Ia malah merasa nyaman suka dengan negara sekaligus tempat lahir papinya.
Karena ia yang sudah merasa tenang tersebut, akhirnya keluar dari kamar minta makan pada ART di rumahnya.
"Mbok hari ini masak apa, aku mau makan ya sudah lapar sekali." Ucapnya dengan nada yang masih kaku dalam bahasa Indonesia.
Karena jika dengan papinya, Yosi menggunakan bahasa Jepang. Akan tetapi pak Yuda setelah kehadiran Yosi di rumah nya ini. Ia selalu menggunakan bahasa Indonesia, dengan tujuan agar Yosi biasa dengan bahasa Indonesia. Sebab semua ART tidak bisa berbahasa Inggris atau Jepang.
"Saya masak sayur sup ayam, udang asam manis pedas, dan ayam goreng. Silahkan nona duduk, dan tunggu sebentar. Biar saya ke dapur untuk menyiapkan makanan tersebut." Jawab mbok Win, ART yang di tanya Yosi.
"Oke mbok." Ucap Yosi sambil mengacungkan jempol nya pada mbok Win.
Sambil menyiapkan makanan, mbok Win tersenyum. Karena melihat anak majikannya sudah lebih ceria dari pada hari-hari sebelumnya.
"Ini nona makan yang banyak ya biar tidak kurus dan layu. Nona harus semangat untuk terus berjalan menuju masa depan. Karena masa depan itu masih panjang non, sedangkan masa lalu sudah berlalu. Hanya bisa di kenang yang indah saja, dan yang buruk kita jadikan pelajaran. Yakinlah bahwa Allah tidak memberikan sesuatu keburukan, jika tidak ada kebaikan pula yang akan datang. Eh maaf non kalau saya lancang, dan mungkin juga menyinggung nona." Ucapnya mbok Win pada Yosi yang sebagai majikan mudanya.
"Iya mbok tidak apa-apa kok. Aku jadi sedih tenang, mendengar ucapan mbok. Sehingga itu bisa menjadi motivasi untuk aku. Oh ya besok temani aku ke Mall ya mbok, di sini aku belum punya teman." Ajak Yosi pada mbok Win, sambil tersenyum manis.
"Insya Allah non, tapi nanti gimana dengan kerjaan saya non?" mbok Win ragu jika dirinya di ajak keluar maka kerjaan nya.
"Nanti gampang itu biar di handel yang lain. Dan nanti biar aku bilang ke papi, jika besok mbok spesial untuk sama aku." Jawab Yosi, dengan senyuman manisnya.
"Baiklah kalau begitu saya ikut saja bagaimana nona saja." Kata mbok Win.
"Oke, eh mbok saya mau lagi ya ini sup ayam nya." Ucap Yosi sambil menyodorkan mangkok yang sudah kosong.
"Baik non, sini saya ambilkan lagi." langsung mengambil mangkok tersebut dan menuju dapur untuk mengambilnya.
Setelah selesai makan Yosi kembali ke kamar untuk mengambil ponsel miliknya. Dan menuju taman di samping rumah, untuk memanjakan diri sekaligus mencari informasi tentang Mall yang akan mereka tuju besok. Bahkan tidak hanya itu saja, ia juga mencari lowongan pekerjaan di universitas yang ada di Yogyakarta.
__ADS_1
*****Bersambung......