
"Coba nanti papa bicarakan dengan kakak dan kak iparmu. Apa ia mau meneruskan toko kue itu atau tidak." Kata pak Herman.
"Ya sudah, berarti yang pasti saya urus toko kue AZ ZAHRA dan restoran BERKAH BERSAMA dulu ya. Jika sudah ada keputusan dari papa mengenai toko kue Bu Hafsah. Baru akan di lanjut ya dek?"tanya Andik.
"Iya kak, daftar sudah ada sama kakak ya. Nanti di kerjakan secara bertahap saja jangan sekaligus. Ingat Kaka juga ada keluarga, yang haru di urus. Bukan cuma pekerjaan yang tidak ada habisnya itu. Jangan sampai anak kakak kekurangan peran seorang ayah. Iya kan pa?" Asifa tanya papanya.
Sebab dirinya sadar belum menjadi orang tua, yang ada hanya menjadi seorang istri. Tapi dirinya banyak belajar juga bagaimana peran sebagai orang tua untuk anaknya
Lalu apa saja yang harus di lakukan dan di berikan orang tua pada anaknya.
"Benar itu, jangan sampai keluarga terlantar karena pekerjaan. Nanti ketika di hisap kami juga yang akan kena dampak nya juga. Sebab telah mepekerjakan karyawan tanpa batas waktu. Padahal waktu itu sudah di atur menjadi tidak bagian. Yaitu, 8 jam waktu untuk tidur, 8 jam untuk keluarga dan 8 waktu ibadah dan istirahat."Pak Herman meneruskan nasehat dari putrinya untuk para pekerjanya yang masih hadir dan duduk bersama di ruang keluarga rumah Fahmi.
"Iya pa," kompak yang pada di ruang keluarga itu.
Ya pak Herman sudah memberikan panggilan pada karyawan toko. Sebagai keluarga besar Hermansyah, dan menciptakan suasana kekeluargaan pada karyawan semua. Maka saat itu juga tidak ada panggilan tuan atau pak. Nyonya besar dan Nyonya muda atau Ibu atau Nona pada Asifa dan Aisyah.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang."Ujar Fahmi langsung berdiri dari duduknya, mengulurkan tangannya pada istrinya. "Ibu dan bapak satu mobil saja sama kami ya." kata Fahmi.
__ADS_1
"Iya sayang, biar ibu duduk di belakang sama putri baru ibu ini."Yang langsung menggandeng tangan menantunya, dengan senyum bahagia.
Bu Fatimah sejak pertama ketemu dengan Asifa, memang memiliki perasaan berbeda. Dari pada bertemu dengan Lasmi dulu, sehingga rasa bahagia itu terasa sejak awal bertemu. Di tambah lagi kalau sekarang Asifa sudah sah jadi menantunya.
"Iya ibu ku sayang, Ayo ibu duluan masuk." Fahmi membuka kan pintu mobil untuk ibunya. Setelah itu ia menutupnya, berganti pintu depan untuk bapak nya. Kemudian merangkul pundak istrinya dan membawanya memuteri mobil. Di buka itu pintu belakang untuk istrinya, ia melakukan hal sama saat berangkat tadi pagi. Setelah memastikan istrinya masuk dengan aman ia menutup pintu belakang dan membuka pintu depan untuk dirinya mengemudi.
"Sayang mau makan apa hari ini atau ibu juga ingin makan di mana?"tanya Fahmi.
"Di rumah saja mas, Asifa ngantuk jadi malas kemana-mana." Jawabnya Asifa.
"Ya sayang kita di rumah saja, kasihan ini putri ibu kelelahan. Sebab kamu garap terus, jadi sudah tidak bertenaga. Selain makan dan istirahat, maka tidak ada yang bisa memulihkan kondisi tubuh yang lelah."Ucapan bu Fatimah membuat Asifa dan Fahmi malu.
Namun Asifa tidak mengeluh, tetap tersenyum manis pada Fahmi. Baru sekarang Asifa mengeluarkan unek-unek nya yaitu ngantuk. Dengan satu kata saja semua orang akan faham dengan pengantin baru ini.
"Nak, ingat ya kesehatan istri itu juga perlu di perhatikan. Jangan sampai membuat putri bapak ini drop, dan terdampar di rumah sakit lagi. Kan kasihan juga pasti, sudah bisa membuat putri bapak ini bosan berada di rumah sakit. Iyakan sayang, kalau kamu bosan dengan rumah sakit?" tanya pak Daryanto.
"Iya pak, Asifa memang bosan dengan bau rumah saki. Apa lagi di suruh minum obat, Asifa sudah malas banget."Jawab Asifa.
__ADS_1
"Iya mas ngaku salah, karena sudah egois. Mas minta maaf ya sayang, mas janji akan mengurangi nya." Ucapnya Fahmi.
"Asifa juga minta maaf pada mas. Sebab tidak jujur dan berterus terang, tapi Asifa juga tidak ingin di laknat malaikat. Selagi masih mampu untuk menyenangkan suami, itu akan Asifa lakukan. Asifa juga bisa maklum kok, kalau mas kan .......," tidak di lanjutkan karena malu ada mertuanya.
"Masya Allah,"kompak tiga orang yang mendengar ucapan Asifa.
Mereka sungguh bahagia dengan kehadiran Asifa di tengah-tengah keluarga Daryanto. Asifa selalu memikirkan kebahagiaan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Fahmi sungguh bahagia dengan pernikahannya dengan Asifa. Sungguh bodoh orang yang sudah menyia-nyiakan Asifa.
Fahmi sangat bersyukur karena Asifa menjadi jodoh yang di kirim kan oleh Allah untuk nya. Tapi saat ini Fahmi jadi tahu, mendengar cerita dari Andik. Jika Asifa orang yang tertutup tidak akan mudah mengetahui masalah pribadi nya. Bahkan kedua orang tuanya saja, tidak tahu jika Asifa merasa terkekang di keluarga Dinata.
Sebab semua yang dilakukan adalah untuk membahagiakan orang tua dan keluarga dari suaminya. Tapi tidak mau memikirkan diri sendiri yang hidup dengan terpaksa. Asifa tetap semangat dan tersenyum meski pun dirinya menderita.
Hingga akhirnya perpisahan itu terjadi, baru Asifa tidak dapat menahan emosi nya. Hingga berdampak buruk untuk nya sendiri, stress dan depresi. Bahkan Asifa hampir di bawah ke RSJ untuk di rawat di sana. Namu di cegah oleh Fahmi, dengan mengajaknya berwisata kuliner. Sambil mengajak mengaji bareng, barbeque an di rumah dengan ajak tetangga sebelah kanan dan kiri. Yang memilih anak kecil, supaya bisa di ajak ngobrol oleh Asifa.
Dengan begitu semua pikiran Asifa teralihkan oleh anak-anak. Dan benar saja, saat itu bisa sembuh sebab tidak kepikiran dengan masa lalunya. Selalu memikirkan masa lebih baik lagi dan menjadikan masa lalu itu kenangan terburuk.
Saat sudah sehat Asifa bisa menghadapi kedatangan keluarga Dinata dengan tenang. Namun tidak di sangka Asifa harus menghadapi kepiluan lagi. Dengan menyaksikan mantan suaminya menikahi sahabat nya saat masih SMP. Dan lagi-lagi Asifa di hadapkan dengan pemberitaan tentang perceraian dan mantan suaminya dll.
__ADS_1
Setelah itu Fahmi ikut andil dalam penyembuhan Asifa kembali. Dengan membuat Asifa sibuk, memikirkan dirinya dan masa depannya. Sampailah saat ini, barulah Fahmi paham. Apa yang membuat Asifa bahagia dan juga menderita batin. Dalam hati Fahmi berkata "aku berjanji tidak akan membuat orang yang aku cintai hanya memikirkan kebahagiaan orang lain. Dek Zahra harus bahagia juga, aku tidak akan egois lagi. Kalau dek Zahra bisa membahagiakan aku dan keluargaku maka aku harus bisa membahagiakan nya juga. Baru itu sejalan, tidak akan ada yang tersakiti satu sama lainnya."
*****Bersambung......