APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
52.Saya yang tidak setuju


__ADS_3

Begitu lah permintaan Gina, pada saat itu saya juga berpikir. Kalau Ardi dan Salsa, menikah dalam waktu dekat ini.


"Apa?"kompak Ardi dan Salsa.


"Iya jika kamu sayang dengan ibu mu, buat ibu mu bahagia Ar."Ujar dokter Miranti.


"Baiklah dok, demi kebahagiaan ibu, tapi itu juga jika Salsa mau jadi istri ku dok."Kata Ardi.


"Mami yang benar saja Salsa harus menikah dalam waktu dekat ini. Apa lagi calon suami Salsa ini tidak jauh beda dengan Dimas."Protes Salsa.


"Mami yakin Ardi tidak sama dengan Dimas Sal,"ujar dokter Miranti pada putrinya.


"Bagaimana tidak mi, Salsa tau siapa Asifa, bahkan demi keturunan mas Ardi tega melepas mi. Salsa juga masih truma mi, jika sudah menikah lagi, Salsa sama dengan Asifa."Kata Salsa, kini dia menunduk dengan raut wa


Mengingat masa lalunya, suaminya selingkuh karena dia tak kunjung hamil. Dan ternyata selingkuhan sudah hamil, akhirnya suaminya memilih hidup bersama selingkuhannya.


Dan ternyata di masa proses perceraian itu juga Salsa tengah hamil muda. Tepat saat hakim ketua palu, di nyatakan bahwa detik itu juga telah jadi janda muda.


Seakan dunianya hancur, karena tidak kuat. Salsa berniat untuk pergi dari ruangan itu. Namun baru beberapa langkah Salsa berhenti dan memegang perutnya yang sakit.


Bahkan Dimas tidak perduli lagi, dengan keadaan Salsa. Setelah sampai rumah sakit, Salsa tidak dapat menyelamatkan anaknya yang belum sempat di lihatnya.


Kembali ke topik, dokter Miranti beranjak dari duduknya lalu memeluk tubuh anak semata wayangnya itu.


"Mami yakin bisa sayang, bukan karena kamu tidak bisa memberikan keturunan pada Dimas. Faktanya kamu mengalami keguguran dan sekarang kamu sudah baik-baik saja. Bahkan kejadian itu sudah satu tahun lalu, sekarang saatnya kamu bahagia. Dengan demikian maka tunjukkan bahwa kamu itu wanita sempurna."Nasehat dokter Miranti pada anaknya.


"Tapi mas Ardi masih mencintai Asifa mi, Aku tidak mau hidup dalam bayang bayangnya." Kara Salsa, yang tau jika Ardi sangat mencintai sahabatnya.


"Memang saya masih mencintainya, tapi itu bagian masa lalu. Bukan kah kita sama, memiliki masa lalu. Yang akan kita jalani itu masa depan bukan masa lalu. Kita saling mengenal satu sama lain setelah menikah nanti."


"Eem pak Gunawarman. Kalau setuju saya ingin melaksanakan permintaan ibu. Saya akan menikahi Salsa besok malam di depan ibu."Ujar Ardi pada pak Gunawarman calon mertuanya.


"Saya tidak masalah jika hari ini juga. untuk sementara nikah siri saja. Dengan demikian maka kalian bisa saling mengenal dulu. Setelah kalian saling mengenal dan ingin lanjut akan di adakan pernikahan resmi secara sah hukum dan agama."ujar pak Gunawarman, karena tidak ingin memaksa anaknya.


"Saya yang tidak setuju. Jika anda memang merestui mereka, jangan pernah ragu dan mempermainkan pernikahan."Tukas pak Arya.

__ADS_1


"Saya sepakat dengan pak Arya. Ini sangat memalukan jika nanti tercium media. Jika pernikahan kita adakan hari Kamis, atau kalian selesai daftarkan pernikahan di KUA. Untuk pernikahan tetap di rumah sakit."Kata dokter Miranti.


"Tapi papi tidak rela jika anak kita nanti menderita mi. Karena pernikahan ini dari perjodohan, yang saling mencintai saja berantakan. Apa lagi Ardi masa lalunya juga saling mencintai. Papi takut, Salsa hanya untuk pelampiasan saja." Kata pak Gunawarman, yang masih ragu jika melepas anaknya kembali.


"Saya akan berusaha, untuk mencintai masa depan saya pak. Karena masa lalu hanya untuk di jadikan pelajaran dan kenangan saja. Saya harap begitu juga Salsa mau hidup bersama saya untuk masa depannya saja melupakan masa lalunya."Kata Ardi, panjang lebar, akan tujuan hidupnya ke depan.


"Baiklah mas, saya juga akan belajar menerima ini, mungkin ini takdir ku bersama mu."Kata Salsa, dengan senyum yang terpaksa.


Di balas oleh Ardi dan kedua keluarga yang kini siap untuk saling menerima. Dan kini Ardi dan Salsa pergi untuk mencari sarapan untuk Ardi dan ayahnya. Sementara Haris dan yang lainnya di suruh istirahat di rumah masing-masing.


...****************...


Asifa dan kedua orang tuanya sudah siap untuk pergi ke Jakarta. Yang mengantarkan mereka ke bandara internasional Adisucipto Yogyakarta, Taufiq sendiri.


Saat ini mereka sudah sampai di bandara internasional AdiSucipto Yogyakarta. Saat sedang menunggu panggilan keberangkatannya ada pemuda yang menghampiri mereka.


"Assalamualaikum,"ucap pemuda itu.


"Wa'alaikumsalam,"jawab pak Herman dan keluarga.


"Asifa kan?"tanyanya.


"Apa kamu tidak bisa mengenali aku As, aku Ahmad Zakwan kakak kelas mu waktu SMP."


Mengingatkan Asifa.


"Hah? serius kakak Arsila ya?"Asifa masih ragu.


"Nah betul sekali."Jawab Zakwan.


"Maaf kak, tidak mengenali pangling hehehe.


Kakak apa kabarnya?"tanya Asifa


"Alhamdulillah baik, kalian mau ke Jakarta kah?"tanya Zakwan.

__ADS_1


"Iya kak, oh ya gimana kabarnya Arsila kak?"tanya Asifa, mengalihkan pembicaraan. Karena tahu arah pembicaraan Zakwan yang ingin mempertanyakan tentang dirinya.


"Alhamdulillah dia baik, ini aku habis dari rumahnya."Jawab Zakwan.


"Oh dia di sini juga, Asifa boleh minta nomor ponsel Arsila kak?"tanya Asifa.


"Boleh ini kamu catat sendiri," Memberikan ponsel miliknya pada Asifa.


Sementara pak Herman, bu Hafsah dan Taufiq, hanya menyaksikan interaksi mereka berdua.


Sampai terdengar suara panggilan untuk yang bertujuan Jakarta.


Mereka sama-sama masuk pesawat, dan tujuan sama pula.


Di dalam pesawat mereka saling ngobrol kembali. Karena bangku mereka bersebelahan, Asifa sebenarnya merasa risih.


Tapi mau bagaimana lagi, mau bertukar tempat dengan papanya pun tidak enak. Takut menyinggung perasaan Zakwan, tapi Zakwan sendiri juga menjaga batasan dengan Asifa.


"Eem apa kakak tinggal di Jakarta juga?"tanya Asifa.


"Iya. Kalau buka di Jakarta, kenapa saya satu pesawat dengan mu coba?"balik tanya.


"Oh kali aja gitu kakak ada tugas keluar kota."Kata Asifa.


"Ya memang dinas keluar kota, ke Jogja. Sekarang waktunya pulang, Ini ponsel sudah berisik dari kemarin."Kata Zakwan sambil tersenyum tipis.


"Ya pasti lah kak apa lagi, yang di tunggu tidak pulang-pulang."Kata Asifa sambil tersenyum juga meski pandangan lurus ke depan.


Lalu Asifa teringat saat dirinya menunggu ke pulangkan Ardi saat dinas keluar kota. Asifa tersadar dari bayangan masa lalunya.


"Mungkin apa lagi saat ini lagi hamil muda jadi sedikit rewel. Eh maaf ya As, kakak tidak bermaksud menyinggung mu."Merasa tidak enak hati dengan Asifa.


"Tidak apa-apa kan, itu memang sudah takdir ku. Oh nanti kalau turun kakak duluan saja, saya tidak enak nanti istrinya kakak cemburu."Kata Asifa.


"Belum tentu As, kamu kan tidak cuma berdua dengan ku. Ada kedua orang tua mu, kecuali berdua akan timbul fitnah nanti."Kata Zakwan.

__ADS_1


"Akan lebih baik sedia payung sebelum hujan kak. Saya juga tidak mau jadi sorotan berita lagi. Apa lagi perempuan yang lagi hamil muda, itu lebih sensitif kak. Aku tidak mau ambil resiko, dan penyebab pertengkaran kakak dan istri"Kata Asifa.


*****Bersambung......


__ADS_2