APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
82.GGDJ dan CCDJ


__ADS_3

sementara para laki-laki pergi sholat magrib di masjid. Para perempuan yang pasti pada sholat magrib di rumah. Setelah selesai dengan kewajiban nya pada sama pencipta. Akhirnya mereka langsung berada di dapur, Diana dan Yosi pun ikut terjun di dapur.


Sementara Asifa dan Arsila menjaga anak-anak. Saat ini Asifa sedang memangku bayi laki-laki Diana.


Di dapur Diana bertanya dengan bu Hafsah tentang Asifa yang saat ini.


"Tante Asifa bisa gemuk begitu? ya walau tidak gemuk pasti ukuran baju ganti kan?"tanya Diana.


"Iya gimana tidak gemuk, buat mengalihkan pikirannya dia asik dengan makan makanan favorit nya. Makan juga bisa dikatakan yang enak-enak banyak mengandung lemak. Cuma dia tidak suka dengan makanan khas Jogja. Menurut nya terlalu manis, makanan itu yang ada bikin mual. Padahal dia juga makan yang santan-santan dan pedas, yang akan bikin asam lambung naik."Jawab bu Hafsah.


"Berarti dia belakangan ini sering makan jengkol tan?"tanya Diana.


"Iya, apa lagi dia itu dapat dukungan dari om sama Fahmi. Terlebih Fahmi masak kemaren ke rumah sakit bawa makanan khas itu. Kan ya tante jadi minder, jika dokter masuk ruangan Asifa. Tapi untungnya dokter tidak komentar, kamu mau tahu kenapa?" bu Hafsah menatap wajah calon besan dan Diana.


"Apa karena pengawal Asifa tan?" tebak Diana.


"Bisa jadi Di, itu tuan Andik mukanya serem."Timpal Yosi.


"Bukan. Karena dokter nya juga doyan jengkol. Jadi dia cuma bilang 'nona Asifa makan enak tidak ajak saya' om dan tante bingung. Kami tidak sedang makan enak makanan biasa. Akhirnya dia nunjukin yang ada di meja, masih ada sisa jengkol sedikit. Sisanya Fahmi, om, sama Asifa, ya sudah tante langsung kasih ke dokter itu. Karena dia mau di bagi makanan enak."Kata bu Hafsah.


"Heran deh cantik-cantik pada doyan jengkol. Itu pak Fahmi juga GGDJ, terus ini menu berarti ada jengkol dong tan?"tanya Yosi.


"Apa itu? masak anak saya di bilang GGDJ, apa maksudnya?"tanya bu Fatimah pada Yosi. Merasa tidak terima anak di katain GGDJ, menurunnya bahasa asing.


"Hehehe jangan tersinggung ya bu, itu cuma singkatan bukan mengejek yang jelek-jelek."Kata Yosi.


Fahmi yang baru datang dari depan membawa pesanan dari ayam bakar dan rendang jengkol. Karena bu Hafsah membuat sayur capcay, sambel goreng, telur balado dan sup ayam.


"Iya, tapi jangan di singkat, kami tidak tau bahasa anak zaman new."Kata bu Fatimah.


"Emang apa yang di singkat bu?" tanya Fahmi yang menghampiri ibunya dan mencium tangan ibunya.


"Ini nak, masak kamu di bilang GG-DJ, maksudnya apa kamu tahu?" tanyanya pada anaknya.

__ADS_1


"Lah saya juga baru tahu bu." Jawab Fahmi.


"Emang siapa yang bilang?"tanya Fahmi.


"Ini nak Yosi yang bilang."Jawab bu Fahmi.


"Iya nih, ayo jawab jangan bikin orang penasaran."Timpal Diana.


"Iya ya saya jawab, maksudnya tadi itu. Ganteng Ganteng Doyan Jengkol di singkat jadi GGDJ, hehehehe."Jawab Yosi sambil cengengesan.


"Oh....," kompak dan tertawa.


"Ada-ada saja kamu ini Yos, kirain apa bikin penasaran saja."Kata Aisyah.


Fahmi tidak marah karena itu faktanya, kemudian dia menimpali ucapan Yosi.


"Ya tidak apa-apa lah bu Yosi. Tidak akan ada yang merasa tersiksa nanti saat saya sudah menikah lagi. Kan calon istri saya CCDJ jadi tidak masalah." Timpal Fahmi.


"Eh ini lagi, bangga ya di bilang begitu, apa lagi itu?"tanya bu Hafsah.


"Jadi GGDJ dan CCDJ gitu, dasar anak sekarang. Tapi tidak apa-apa lah yang kalian bahagia dan langgeng nanti nya."Ucap bu Hafsah.


"Aamiin...., ya sudah Fahmi ke depan lagi bu, Fahmi takut berubah."Pamit Fahmi sambil melangkah.


"Takut berubah apa nak?"tanya bu Hafsah dan bu Fatimah.


"Jadi perempuan jadi-jadian bu."Jawab Fahmi dengan cengengesan Fahmi berjalan ke ruang keluarga.


"Kamu lama kirain mau bantu di sana Mi?"tanya pak Taufiq.


"Enak aja aku lama gara-gara bu Yosi tu. Kebetulan aku nongol jadi sama ibu di suruh protes."Jawab Fahmi.


"Memang bu Yosi ngomong apa?"tanya Taufiq.

__ADS_1


"Iya nak dia ngomong apa? yang ibu-ibu di dapur heboh."tanya pak Herman dan di angguki oleh pak Daryanto.


"Gara-gara bu Yosi bilang saya GGDJ. Ibu merasa kalau anaknya di katain."Jawab Fahmi.


"Apa itu?"tanya ketiga laki-laki dewasa itu bersama.


"Ganteng Ganteng Doyan Jengkol."Jawab Fahmi.


"Lah itu kan benar adanya. Cuma kenapa harus di singkat segala."Kata pak Daryanto.


"Biasa pak ikut trend anak zaman new."Kata pak Herman.


"Oalah ngono to rek." Kata pak Daryanto.


Sementara di dapur Diana yang sedang membawa makanan untuk di sajikan di meja makan. Melihat ada dua kantong kresek warna hijau dan merah, terlihat jika itu adalah makanan. Segera ia membawa kantong kresek itu ke dapur. Untuk di ganti tempat, untuk di sajikan nanti bersama yang lain.


"Tante pesan makanan ini?" tanya Diana.


"Tidak Di, coba buka. Mungkin Fahmi tadi, coba kamu buka dan di pindahkan ke tempat saji."Jawab bu Hafsah.


"Wah tidak salah tan, ini kerjaan GGDJ itu. Pasti tu sangking bahagia nya, lamaran nya di terima sang pujaan hatinya. Dia mau makan makanan favorit mereka."Kata Diana saat membuka tempat makanan yang di kantong kresek merah.


"Ini yang satunya Ayam bakar tan. Kok Tante yakin kalau mas Fahmi yang beli ini?"tanya Diana.


"Ya tahu lah. Wong itu makanan favoritnya Fahmi semua."Jawab bu Hafsah.


"Wah perasaan tante belum lama kenal mas Fahmi, tapi sudah tahu semua ya tentang mas Fahmi." ujar Diana.


"Iya dong kan Taufiq yang sering ajak Fahmi makan malam ke sini." Jawab bu Hafsah. dengan santainya.


"Bahkan karena kaki Asifa itu terkilir, Taufiq mengusulkan buat barbeque an di rumah seperti biasa. Yang penting Asifa merasa terhibur tidak bosan dan tidak memikirkan masa lalu yang kelam itu."lanjut bu Hafsah.


"Aku kadang sampai cemburu sama princess Di, mas Taufiq itu perhatian banget sama Asifa. Apa pun sampai di usahakan untuk nya, sama aku tidak begitu perduli. Paling sama anak-anak saja tu. Tapi ku pikir lagi dengan positif, ini semua di lakukan untuk princess kami." Aisyah mengeluarkan unek-unek nya kepada ibu dan Diana.

__ADS_1


"Oh... ternyata benar tebakan mas, maaf ya sayang kalau sudah membuat mu kecewa dan cemburu." Ucap Taufiq yang sudah ada di belakang Aisyah, lalu tangannya mengusap kepala istrinya dan mendaratkan kecupan di kepala Aisyah. Tidak perduli dengan orang sekitar asal istrinya senang.


*****Bersambung.....


__ADS_2