APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
107.Andik dan Irgi


__ADS_3

Hanya dirinya yang belum bisa hamil, padahal menurut hasil pemeriksaan medis. Yosi sehat, tidak masalah kesehatan pada rahim pun. Hanya butuh kesabaran, ikhtiar dan usaha. Hal yang membuat Yosi, tahu dengan posisi nya. Tidak ingin merebut atau menyakiti sesama perempuan, rasanya begitu sakit.


Yosi dengan tatapan kosong, pikiran melayang entah kemana. Sehingga tanpa ia sadari pipinya basah dengan air mata. Yang meluncur bebas, tanpa permisi dulu dengan pemiliknya.


Taufiq yang duduk di meja kerjanya, melihat Yosi menatap kearah mejanya sendiri. Tapi dengan air mata mengalir deras di pipinya. Taufiq merasa bersalah, karena sudah membuat Yosi tersinggung dengan ucapan nya.


Sehingga membuat Yosi, teringat dengan masa lalunya yang kelam. Yang ia tidak tahu seperti apa masa lalunya Yosi dulu. Kemudian ia beranjak dari duduknya, berjalan menuju tempat Yosi.


"Bu Yosi," panggil nya namun belum bisa mengembalikan Yosi dari lamunannya. Kemudian ia mengambil pulpen, untuk mencolek tangan Yosi.


"Bu Yosi," panggilnya lagi.


Yosi tersentak dengan apa yang di lakukan Taufiq. Kembali sadar dari lamunannya, yang membawanya larut dalam kesedihan.


"Eh, iya pak." Ucapnya dengan cepat menghapus air matanya dengan tissue kering di meja.


"Saya minta maaf, karena ucapan saya menyakiti hati ibu. Sehingga ibu mengingat masa lalunya, dan larut dalam kesedihan."Ucap Taufiq.


"Iya pak, memang ucapan bapak mengingat saya dalam kesedihan di masa lalu saya. Terima kasih, bapak menegur saya, sehingga saya tidak terus larut. Sehingga bisa segera kembali untuk menatap masa depan."Ucap Yosi dengan menunduk tidak menatap wajah Taufiq. Karena ia juga tidak ingin orang merasa iba padanya.


"Iya bu, semangat untuk terus menatap masa depan. Semoga secepatnya Allah kirim jodoh yang terbaik untuk bu Yosi. Sehingga ibu tidak lagi larut dalam masa lalu terus. Dan berbahagia di masa depan kelak." Ucap Taufiq.


"Aamiin, terima kasih pak. Saya ingin ke toilet sebentar, buat cuci muka. Kan tidak lucu ketemu anak-anak dengan muka sembab."Pamit Yosi dengan senyum manisnya.


"Silahkan bu," balas Taufiq dengan senyum juga. Taufiq senang melihat Yosi sudah kembali seperti biasanya.


"Pak Fahmi, kenapa anda menggelengkan kepala?"tanya Taufiq, yang menaruh curiga dengan Fahmi yang mengerti dirinya dalam hati.


"Tidak apa-apa pak, ternyata anda punya niat untuk main belakang ya? dengan memberikan perhatian pada perempuan lain. Hati-hatilah, jika suatu saat nanti ketahuan dengan kak Aisyah. Bisa-bisa tidak dapat jatah sebulan, kalau benar nanti boleh kok curhat sama saya."Ledek Fahmi, tapi tidak menatap wajah Taufiq sama sekali. Malah fokus dengan ponsel nya, yang sedang chatan dengan calon istrinya.


"Semprul bisa-bisa ngeledek, awas saja kalau sampai masalah itu terjadi. Saya pastikan kamu tidak jadi nikah sama Asifa."Ancam Taufiq.


"Saya akan minta jalan yang mulus, dari ayah dan kakak angkat yang selalu ada untuk Zahra."Ucap Fahmi dengan santai.


"Siapa? kakak angkat yang mana?"tanya Taufiq.


"Andik dan Irgi. Lusa mereka akan datang dan akan memegang toko kue AZ ZAHRA. Dan beberapa bawahannya akan menyusul nanti, lain hari."Jawab Fahmi dengan cengengesan.


"Hem, sudah punya pendukung ni rupanya. Tidak perlu pendapat saya lagi nih?" tanya Taufiq.

__ADS_1


"Siapa bilang, guru kalau mau muridnya sukses jangan lepaskan begitu saja. Harus tetap memantau dari jauh, menegurnya kalau salah. Sudah lah, ini sudah waktunya mengajar saya ke kelas dulu pak Assalamualaikum ustadz Taufiq Hidayat." Terkekeh melihat Taufiq, mati kutu karena ucapannya.


"Wa'alaikumsalam, bisa-bisanya ya kamu ngeledek ustadz sendiri."Dengan nada canda, ia mengatakan itu. Yang langsung pergi ke kelas juga untuk mengajar.


...****************...


Di kamar Asifa yang ingin mandi dan sholat duha itu. Terganggu dengan suara bunyi ponsel miliknya. Ia urungkan untuk ke kamar mandi, ia lihat chat dari siapa pagi ini. Tersenyum bahagia dia melihat berentet chat dari Fahmi.


Mas Fahmi


"Assalamualaikum calon istri ku,"


"Lagi ngapain dek?"


"Sudah sarapan belum?"


"Hem, apa belum mandi dari tadi pagi?"


"Oh begitu, mandi yang bersih ya biar wangi.🥰"


"Mas lagi di kampus dek,"


"Terima kasih sayang ku,😘🥰"


"Wa'alaikumsalam, Zahra lagi mau mandi. Tadi sudah sarapan bareng mama dan papa."


"Sudah sebelum sholat subuh. Ini habis nyuci baju, makanya mandi lagi."


"Iya lah, pasti wangi, mana ada orang mandi bau.😊 Mas Fahmi lagi di mana?"


"Ya semangat ya, kerjanya.🤗💪💪💪"


"Sama-sama mas,🥰😍"


Setelah itu Asifa langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sebelum sholat duha.


Hari ini Asifa ingin pergi ke toko kue AZ ZAHRA, milik nya yang di kelola papa dan mamanya. Sedangkan milik papa dan mamanya di kelola Rendi dan Lira sepupunya. Kemarin setelah acara Lira dan Rendi, pamit langsung pulang saat pagi hari.


Karena belum ada supir dan tidak ada yang bisa di mintai tolong. Maka Asifa memesan taksi online, untuk pergi ke toko kue bersama mamanya.

__ADS_1


Bu Hafsah menyiapkan makanan untuk makan siang suaminya. Tak lupa ia tambah 2 kotak lagi untuk dirinya dan Asifa.


"Ma, ayo itu taksi online sudah di depan."Ajak Asifa.


"Iya sayang ini pas dah beres." Langsung berjalan menuju depan rumahnya bersama Asifa. Kemudian Asifa mengunci pintu, sebelum masuk ke mobil.


"Masya Allah ini nona Asifa ya?"tanya supir taksi tersebut. Melihat wajah cantik Asifa, yang membuatnya takjub.


"Eh iya mas." Jawab Asifa.


"Selamat ya nona, atas pertunangan nya semoga kedepannya nona selalu bahagia, langgeng sampai Jannahnya."Ucap supir taksi online itu. Yang memiliki nama Adiwangsa, yang tertera di atas drasbok.


"Aamiinn dan terima kasih mas, atas doanya.


"Sama-sama nona." Tidak ada lagi obrolan.


Sepuluh menit kemudian sampai lah di toko kue AZ ZAHRA. Kebetulan sampai sana lagi ramai pengunjung yang ingin menikmati kue toko.


"Terima kasih ya mas, ini ongkos nya."Asifa memberikan dua lembar uang pecahan 50 ribu.


"Ini kebanyakan nona, kan ini satu lembar saja masih sisa banyak."Kata supir taksi online tersebut.


"Tidak apa-apa, saya titip untuk anak-anak mas ya. Jangan di tolak itu rejeki mas, saya cuma perantara saja."Ucap Asifa, langsung keluar dari mobil dengan senyum manisnya.


"Terima kasih nona," ucap supir taksi online itu, di balas dengan senyum dan anggukkan oleh Asifa.


Asifa melangkah masuk menuju toko kue AZ ZAHRA, di sambut dengan riuhnya pengunjung. Pengunjung itu adalah fans Asifa, karena mereka sesama perempuan sangatlah peka akan perasaan sesama.


"Assalamualaikum,"Ucapnya.


"Nona Asifa....." Langsung berkerumun menyalami satu persatu pada Asifa dan bu Hafsah.


"Nona bolehkah kita foto bersama?" tanyanya salah satu pengunjung.


"Iya nona boleh ya? kan kita ini pertama kalinya ketemu dengan pemilik nya langsung." ucap yang lainnya.


"Baiklah tapi cukup sekali nanti di bagi kan ya?" tanya Asifa memberikan tawaran.


"Baiklah, tidak masalah iyakan ibu, mba?"salah dari mereka.

__ADS_1


Semua kompak mengacungkan jempol nya, sebagai tanda setuju dan mengerti.


Bersambung.....


__ADS_2