APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
129.Panjang tangan


__ADS_3

Tanpa menyalahi kodrat dan syariat tentang wanita, Zainab binti Jahsy dapat sukses bekerja dan menghasilkan harta. Ia sangat giat melakoni pekerjaannya karena dengannya ia dapat meraih pahala.


Zainab binti Jahsi, merupakan salah satu istri Rasulullah yang dikenal sebagai muslimah yang giat bekerja dan berkarier. Meski Rasulullah memberikan nafkah yang cukup. Ummul mukminin ini tetap giat mengumpulkan rezeki karena keinginannya untuk bersedekah.


Dirangkum dari buku 'Keutamaan Keluarga Nabi ' yang ditulis Ummu Syu'aib Al Wadi'iyah, kisah Zainab binti Jahsy ini. Menjadi potret perempuan karier yang dermawan dan layak diteladani oleh kaum perempuan masa kini.


Zainab binti Jahsy adalah putri bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdil Muthalib. Ia merupakan janda dari Zaid bin Haritsah yang bukan lain adalah anak angkat nabi. Allah menikahkan Rasulullah dengan Zainab dari langit ketujuh dan menjadikan pernikahan tersebut sebagai dalil tentang pembatalan hukum anak angkat yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an.


Ketika menjadi istri Rasulullah, Zainab dikenal sebagai pekerja yang ulet. Ia rajin dan sangat kreatif membuat kerajinan tangan. Kalau zaman sekarang mungkin pekerjaannya sebagai home industry. Dari pekerjaannya itu, ia mampu menghasilkan banyak harta yang kemudian disedekahkannya di jalan Allah. Di antara istri Rasulullah, Zaenab lah yang paling banyak bersedekah hingga disebut panjang tangannya.


Suatu hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda pada Aisyah radhiyallahu'anha, “Orang yang paling cepat menyusulku (meninggal setelahku) di antara kalian (para istri Nabi) adalah yang paling panjang tangannya.”


Aisyah lalu bersemangat menemui dan mengumpulkan para istri nabi. Ia penasaran siapakah yang dimaksud dalam ucapan Rasulullah. Setiap Ummul Mukminin lalu mengukur panjang tangan mereka dengan menggunakan kayu sejenis bambu. Hasil ukuran tersebut lalu dibandingkan satu sama lain.


Aisyah, Zainab, Ummu Salamah, Maimunah, Juwairiyah, Saudah, Hafshah dan Shafiyah mengukur panjang tangan mereka. Hasilnya, Saudah binti Zam’ah lah yang paling panjang ukuran tangannya. Mereka pun berpikir, Saudah lah yang akan lebih dulu menyusul Rasulullah menuju rahmat-Nya.


Waktu pun berlalu, hingga kemudian tibalah hari duka yakni hari wafatnya Rasulullah. Beberapa tahun setelahnya, ternyata bukan Saudah yang menemui ajal, melainkan Zainab binti Jahsy. Di antara ummul mukminin, Zainablah yang pertama kali menyusul Rasulullah.

__ADS_1


Saat itu, barulah para istri nabi menyadari bahwa yang dimaksud Rasulullah dalam hadis yang dikabarkan Aisyah bukanlah panjangnya tangan berdasarkan ukuran, melainkan panjang tangan yang bermakna dermawan karena gemar bersedekah. Zainab memang terkenal sebagai wanita yang amat sangat gemar bersedekah dan berbuat baik.


“Ternyata, yang paling panjang tangannya di antara kami adalah Zainab karena dia bekerja dengan tangannya sendiri dan bersedekah dengan hasil pekerjaannya,” kata Aisyah.


Lalu, pekerjaan apa yang dilakoni Zainab? Sang ummul mukminin berbisnis home Industry dengan membuat kerajinan tangan. Ia sangat kreatif membuat aneka kerajinan yang dibutuhkan pasar. Tangannya sangat terampil dan kerajinannya berdaya jual.


Dari kerajinan yang dibuat dan dijualnya, Zainab mendapatkan keuntungan. Keuntungannya itulah yang kemudian ia sedekahkan. Zainab memiliki sifat yang amat sangat dermawan. Karena itulah ia mencari rezeki sendiri agar ia dapat bersedekah dengan uangnya sendiri. Tanpa menyalahi kodrat dan syariat tentang wanita, Zainab pun dapat sukses bekerja dan menghasilkan harta. Ia sangat giat melakoni pekerjaannya karena dengannya ia dapat meraih pahala sedekah.


Sifat dan perbuatan Zainab tersebut pun dikagumi banyak orang, termasuk istri Rasulullah yang lain. Bahkan Zainab termasuk salah satu ummul mukminin yang paling utama di sisi Rasulullah. Hal tersebut diakui oleh Aisyah, ia berkata,


“Dia (Zainab binti Jahsy) menyamai kedudukanku di sisi Rasulullah. dan aku tak pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab, dan yang lebih bertakwa daripadanya, lebih jujur perkataannya, dan lebih suka menyambung tali silaturrahim, lebih besar sedekahnya serta lebih rajin mendorong dirinya untuk mengerjakan sesuatu yang dengannya ia bersedekah dan bertaqarub kepada Allah....” (HR. Muslim).


...----------------...


Fahmi tersenyum saat mengingat kisah istri Rasulullah SAW. Semoga dengan begitu istrinya tidak lagi stress atau banyak pikiran yang membuatnya stress. Sehingga dapat menghambat dirinya mendapatkan keturunan.


Mungkin juga itu sudah menjadi hobinya menyenangkan orang-orang yang sedang membutuhkan di saat dihadapkan dengan kesulitan.

__ADS_1


"Terus satu lagi, kalau bisa sekalian kak. Carikan tempat untuk karyawan restoran mas Fahmi. Sama untuk yang masi singel di pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Untuk yang sudah berkeluarga dan tidak punya tempat tinggal sendiri, buatkan mes juga untuk mereka. Yang punya tempat tinggal di kasih tambahan uang bonus. Yaitu di luar gaji nya harus pisah ya, sebesar 1/3 gajinya."Perintah Asifa pada Andik.


"Kamu serius sayang, itu bajetnya tidak sedikit lo?" tanya Fahmi yang kaget mendengar Asifa memberikan tempat untuk karyawan restorannya. Apa lagi jumlahnya tidak sedikit, Jakarta ada 2, Surabaya dan Jogja sendiri ada tiga tempat.


"Serius mas, kalau karyawan nyaman tidak harus memikirkan bayar kos atau kontrakan. Karena mereka akan kerja juga semangat, tentunya mereka akan taat peraturan." Jawab Asifa.


"Sekalian cari tahu apa keluarga dari mereka sedang membutuhkan untuk berobat atau yang sakit parah mungkin. Nanti akan Asifa bantu sebisa mungkin akan Asifa usahakan." Ujar Asifa, pada Andik.


"Sayang itu toko kue AZ ZAHRA mau di kembangkan juga di Jakarta?" tanya bu Hafsah.


"Tidak ma, toko kue mama saya yang buat cabang di kembangkan mah mau di mana Bandung atau mana ma?"tanya balik Asifa.


"Kalau kamu mau kembangkan ya tidak apa-apa sayang. Tapi harus pakai uang penghasilan dari toko itu. Tidak boleh dari hasil toko kue AZ ZAHRA atau uang pribadi mu."Ujar bu Hafsah.


"Betul sayang itu beda toko, jadi harus murni dari toko itu sendiri. Sebenarnya papa kurang setuju jika kamu juga menangani toko kue mama mu itu. Bukan apa-apa papa khawatir dengan kondisi mu sayang. Namun kamu terlalu banyak pikiran, bukan kah kamu ingin memiliki momongan? itu akan berdampak buruk untuk mu, memiliki momongan lagi. Jadikan pelajaran masa lalu mu itu, karena kamu selalu memikirkan sendiri. sehingga sulit untuk memiliki keturunan, sampai kamu mendapatkan kecaman yang tidak baik."Ucap pak Herman panjang kali lebar.


"Kan yang urus semua kak Andik pa, Asifa cuma kasih solusi saja. Kalau papa keberatan mending serahkan pada kak Aisyah saja. Kalau tidak ke kak Taufiq, biar papa dan mama duduk manis di rumah. Menikmati masa tuanya dan main sama cucunya di rumah."Ujar Asifa, yang tidak ingin membantah ucapan papanya.

__ADS_1


"Coba nanti papa bicarakan dengan kakak dan kak iparmu. Apa ia mau meneruskan toko kue itu atau tidak." Kata pak Herman.


*****Bersambung...


__ADS_2