APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
134.Cuma minum cappuccino


__ADS_3

"Apa maksudnya coba dia ngomong begitu, apa membanggakan suami bandot nya itu."Kata Zaki yang tidak tahu tentang suami dari mantan istrinya itu.


"Justru suaminya marah tadi, bahkan saat pergi meninggalkan restoran kita. Suaminya itu menarik nya dengan kasar, apa lagi ia mengenal keluarga Dinata dan papa saat baik."Kata Fahmi.


"Oh pantas saja dia marah apa lagi kalau ada kerja sama, dengan perusahaan AD grup HW grup. Dia takut di hancur rata dengan tanah, karena Asifa masih menjadi kesayangan keluarga Dinata. Orang-orang belum tahu kalau pengawal pribadi Asifa sudah keluar dari keluarga Dinata." Fahmi mengangguk paham, baru akan buka mulut menanggapi perkataan Zaki.


"Assalamualaikum," ucap Irgi yang masih membawa pesanan Fahmi.


"Wa'alaikumsalam,"jawab keduanya yang berada di dalam.


"Alhamdulillah sini Ir, aku sudah nunggu dari tadi." ucapnya Fahmi, langsung mengambil gelas capuccino itu.


"Bismillahirrahmanirrahim," Fahmi masih ingat berdoa sebelum meminum nya. Membuat Irgi dan Zaki bengong melihat tingkah Fahmi yang aneh. Dan tidak biasanya minum cappuccino dengan hikmat begitu.


"Ami, kamu aneh banget sih? cuma minum cappuccino sudah seperti anak ku yang dapat es krim tahu gak."Kata Zaki sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


"Masak sih? aku ngerasa biasa saja tuh."Kata Fahmi dan lanjut mati capuccino.


"Aku tahu kamu Ami, kamu itu tidak pernah minum cappuccino kecuali menghargai yang memberikan nya. Lah ini kamu sudah kayak bocah kegirangan dapat es krim." Kata Zaki, dan di angguki Irgi yang duduk di depan Fahmi.


"Aku juga tidak tahu, tadi pas lagi debat sama Lasmi. Aku lihat orang minum cappuccino, tiba-tiba aku pengen banget. Sudah gitu rasanya capuccino itu sudah di ujung lidah nih." Fahmi menceritakan pada sahabatnya dan Irgi.


"Serius Ami? jangan-jangan Asifa sudah hamil dan benih mu sudah tumbuh di perutnya."Yang memang Zaki lebih berpengalaman dari sahabat nya ini.


"Oh mas, tadi juga mas Fahmi tu bilang kalau Asifa lagi hamil kan?"tanya Irgi.


"Hah, serius Ir, kapan dia ngomong?"tanya Zaki pada Irgi.


"Kalian belum buka ponsel ya? coba buka di situ ada jawabannya." jawab Irgi dengan santai, namun pikiran pada Asifa.


Keduanya langsung membuka ponsel masing-masing, mata keduanya pun membelalak. Fahmi berpikir cepat, langsung menelpon nama yang tertera di ponsel.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap Fahmi


"(.........)"


"Mbak tolong masuk kamar saya, dan lihat dek Zahra sudah bangun apa belum. Kalau ambil ponsel di meja dekat tempat tidur. Tolong di sembunyikan di kamar mu dulu, tunggu saya pulang. Dan kalau keluarga saya atau dek Zahra datang, bilang kalau dek Zahra tidur."Perintah Fahmi


"(..........)"


"Iya mbak saya tidak mau terjadi apa pun padanya. Saya akan segera pulang ke rumah cuma sebentar saya bahas ini dulu sebentar." Setelah itu Fahmi langsung mematikan ponselnya.


"Ami itu yang kamu bilang istri mu hamil, emang bener?" tanya Zaki.


"Aku belum pasti kan juga sih. Tapi selama menikah dia belum datang bulan sama sekali. Selama pernikahan juga sudah berjalan 1 seminggu, beberapa hari ini pagi-pagi tidur. Nanti siang juga baru bangun, makan sholat tidur lagi. Aku baca artikel di internet, itu salah satu tanda orang hamil. Dan aku selama belum nikah setiap bulan datang bulan. Setelah menikah bulan ini belum datang bulan, aku jadi khawatir. Kalau sampai melihat Berita ini, terus ada apa-apa gimana." Cerita Fahmi, yang menghawatirkan keadaan sang istri.


"Saran ku, kamu terus ajak istri mu ke dokter untuk memastikan. Atau kamu ke apotek beli tespeck dan tes langsung di rumah. Bilang apa gitu, mungkin kamu tanya dulu pada istri mu. Kapan terakhir datang bulan, rutin atau tidak tiap bulan. Dari situ kamu tahu, baru serahkan tespeck itu pada istri mu."Ucap Zaki.


"Baiklah aku ikuti saran kedua dahulu, baru saran pertama. Kalau begini aku pulang ya,"pamit Fahmi.


Lalu Fahmi ingat belum bicara pada Irgi mengenai perintah nya tadi "Irgi apa yang sudah ku perintah kan tadi sudah kamu jalankan."tanya Fahmi.


"Oh ya sudah, kalau begitu saya pulang dulu. Assalamualaikum," ucap Fahmi langsung keluar ruangan.


"Wa'alaikumsalam," jawab keduanya.


Sampai di luar Fahmi memang wajah dingin, dan tidak perduli dengan para pengunjung restoran yang pada berbisik..


...****************...


Sri lagi memasak di dapur untuk makan siang majikannya, yaitu Asifa dan Fahmi. Tiba-tiba ponsel di saku celana panjang nya berbunyi, pas di lihat ternyata majikannya.


"(.......)"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam mas,"jawab Sri


"(......)"


"Apa ini berpengaruh dengan berita yang beredar mas?"tanya Sri.


"(.......)"


"Baik mas," katanya langsung mati ponsel miliknya.


"Waduh harus segera ini kalau sampai terjadi sesuatu pada mbak Zahra bisa gawat. Apa lagi ini dalam kondisi belum pasti, nanti bisa berpengaruh."Gumamnya sambil berjalan menuju kamar Asifa.


Sri seorang janda beranak 2, ini sangat perduli dengan Asifa. Karena Asifa sudah menjadikan kedua anaknya anak asuhnya. Sri berangkat pagi pulang sore, tidak menginap.


Menurut nya Asifa orang yang baik, selain itu Sri jadi punya kerjaan.


Sesampainya di kamar Asifa, Sri membuka pintu kamar dengan sangat pelan, Supaya tidak menggangu Asifa tidur. Di lihat Asifa lagi tidur di dalam selimut, dengan pelan ia masuk ke dan mencari ponsel milik Asifa. Setelah ketemu buru-buru ia masuk saku celana, lalu berjalan keluar kamar dan menutup pintunya dengan sangat hati-hati.


Di simpan di kamarnya di mana ia istirahat siang, yang di sediakan oleh Fahmi. Setelah itu ia kembali ke dapur untuk memasak untuk makan siang majikannya. Sri masak sesuai instruksi atau rikues Fahmi mau pun Asifa.


...****************...


Di perjalanan pulang pak Djohar tidak berbicara apa pun. Terlihat wajah marah nya, yang tidak pernah di tunjukkan pada Lasmi selama ini. Sehingga Lasmi seenaknya bertingkat, beberapa bulan yang lalu pun dia membuat ulah dengan Asifa.


Saat itu berbicara di telepon dengan mengatakan bahwa Asifa seorang pelakor. Dirinya sudah mendapatkan teguran dari tuan besar Arya Dinata. Apa lagi ini yang membuat masalah dengan mantan suaminya yang sekarang lebih kaya dari dulu yang di tinggalkan Lasmi.


Pak Djohar diam sebab masih ada baby sitter dan anaknya. Tapi setelah sampai di rumah baru ia akan bicara di kamar nya. Biar bagaimana pun ini urusan tidak perlu orang lain tahu keburukan nya lebih luas lagi.


Sampailah di rumah pak Djohar segera keluar dan menarik Lasmi ke kamar nya. membiarkan anaknya dengan baby sitter dulu.


"Mas kenapa sih marah pada ku, aku Lo bicara berdasarkan berita yang beredar." Kata Lasmi.

__ADS_1


"Berita itu belum tentu benar, pada kenyataannya Asifa itu sulit punya anak bukan mandul. Dan kamu dengar bukan mantan suami mu itu bilang apa. Dokter spesialis kandungan menyatakan bahwa Asifa tidak mandul. Bahkan saat ini Asifa sedang hamil anak dari mantan suami mu." Kata pak Djohar panjang lebar.


*****Bersambung....


__ADS_2