APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
37.Tua tua keladi


__ADS_3

"Tadi aku ke mini market depan komplek, ketemu istrinya pak Edi, aku dilabrak. Katanya aku yang menggoda pak Edi, terus sekarang pak Edi nya di depan rumah kakak. Lagi di hadapi sama mas Fahmi, tadi aku langsung masuk."Adu Asifa.


"keterlaluan ini namanya, biar kakak lihat dulu kalian di sini jangan keluar."Titah Taufiq.


"Baik mas"


"Baik kak"


Aisyah dan Asifa menjawab serentak.


...****************...


Taufiq melihat pak Edi tak bisa berkutik dengan semua ucapan Fahmi. Dan langsung pergi dari hadapan Fahmi, lebih tepat lagi pergi dari rumahnya.


Fahmi juga tidak lagi menoleh ke rumahnya. Langsung pergi dari rumahnya dan segera ke kampus. Karena sebelum Asifa datang, Fahmi pamit untuk ke kampus.


Taufiq senang dengan Fahmi, Karena mampu memberikan perlindungan untuk adik iparnya itu. Taufiq berharap ke depannya, Fahmi bisa membahagiakan adik iparnya yang sudah di anggap adiknya sendiri.


"Semoga kelak kamu berjodoh dengan Asifa, aku tidak akan biarkan orang menyakiti Asifa lagi. Dia adalah adik ku, bukan sekedar adik ipar ku, karena aku yang dari kecil ingin punya adik. Meski bukan adik kandung tapi dia adalah adik ku juga. Aku bahkan tidak pernah menyembunyikan apa pun dari umi dan Abah. Sekarang demi Asifa aku harus melakukan itu, dan tidak mengabari mereka. Pasti sekarang ini mereka khawatir jika keluarga Dinata datang menanyakan tentang keberadaan ku dan papa."Taufiq berkata dalam hati.


Kemudian Taufiq sadar dari lamunannya, dan segera masuk kembali ke dalam rumah.


...****************...


"Gimana mas?"tanya Aisyah.


"Gimana kak? apakah pak Edi nya sudah pergi?"tanya Asifa, dengan raut wajah takut.


Ya Asifa takut kejadian beberapa hari lalu, Asifa hampir saja di lecehkan oleh pak Edi. Karena Asifa tidak merespon ungkapan cinta romantis pak Edi pada Asifa.


flashback on


Hari itu Asifa sedang menyiram tanaman bunga di depan rumah.


Assalamualaikum adinda ku,"Ucap pak Edi Susanto, yang kurang lebih kini usianya 55 tahun.


Namun masih tampak muda dan tentunya masih tampak dewasa dan tampan.


Dan yang lebih dikenalnya lagi mata keranjang, sering merayu para wanita. Terlebih lagi Asifa janda kembang di daerah pak Edi. Tampak cantik, ramping, dan meski tertutup baju syar'i auranya sungguh mempesona

__ADS_1


Berbeda dengan istrinya yang sekarang gemuk lemak di mana-mana. Dia begitu melihat Asifa keluar lah jiwa muda bergelora seketika itu.


Saat ini pak merasa tak sabar ingin memiliki Asifa sudah siap jika akan di nikahkan kapan saja. Dia tau jika di perumahan ini ada seorang duda muda yang akrab dengan keluarga Asifa. Jadi tidak ingin kalah saing dengan Fahmi, ya meski pun beda blok rumah saingan nya.


"Wa'alaikumsalam."


"Adinda Zahra semakin hari semakin cantik dan penuh pesona ya." Puji pak Edi pada Asifa.


Namun Asifa sama sekali tidak menjawab atau merespon nya.


"Adinda Zahra mas Edi Susanto ini yang paling kaya di perumahan ini. Adinda Zahra jika menikah dengan mas akan hidup enak. bak RATU istana nanti. Tidak akan mas biarkan adinda turun keluar dari kamar, untuk mengerjakan pekerjaan rumah." berusaha merayu Asifa, dengan menekankan kata ratu.


"(........)"


Asifa hanya diam bergidik ngeri melihat tingkah polah pak Edi. "Apa ini yang namanya tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Serem banget sih, mana mama sudah berangkat ke toko kue. Yang rencananya akan buka harga ini. Ya Allah lindungilah hamba dari maklum yang di depan ku ini." Asifa berkata dan berdoa dalam hati.


Pak Edi yang melihat Asifa bengong, yang ia pikir terpesona padanya pun. Langsung berlutut memberikan sebuket bunga mawar merah pada Asifa.


"Adinda Zahra yang solehah, yang cantik bagaikan bidadari surga. Mau ya hidup menua bersama mas, mas akan selalu menerima adinda apa adanya. Mas sungguh mencintaimu adinda Zahra." Edi memberikan dengan senyum manis pada Asifa.


Asifa menggeleng kepala lalu melihat di sekitar rumah. Ada beberapa orang menyaksikan aksi pak Edi padanya.


Dari kejauhan tampak Aisyah menuntun Atifah yang akan datang ke rumah orang tuanya. Namun kaget saat melihat pak Edi yang beberapa hari ini selalu menyapa adiknya.


Segera hubungi suaminya yang baru saja berangkat. Dan ia langsung berjalan mendekati Asifa, yang masih belum tau apa yang sedang bicara dengan pak Edi.


"Ma-maaf pak saya tidak bisa." Jawab Asifa, dengan raut wajah takut dan gugup.


"Adinda Zahra sayang kenapa takut sama mas, atau adinda takut jika istri mas akan menyakiti mu? adinda tenang saja tidak akan berani dia menyakitimu." Setelah berkata pak Edi tiba-tiba berdiri dan langsung memeluk Asifa.


Hal itu membuat Asifa terkejut, dengan gerakan cepat Asifa mendorong pak Edi hingga terlepas.


Dan segera balik badan akan lari masuk ke dalam rumah. Tapi kalah cepat dengan gerakan pak Edi, sehingga pak Edi memeluk Asifa dari belakang.


Asifa memberontak dan berteriak "AAAAAH LEPASKAN SAYA, TOLONG.... TOLONG...."


"Tenang sayang mas tidak akan menyakiti mu mas akan selalu lembut padamu." Masih saja merayu Asifa.


"hiz hiz hiz tidak lepas TOLONG....... TOLONG......

__ADS_1


"Lepaskan adik saya!"Bentak Taufiq saat motor berhenti. Dan langsung menarik pak Edi menjauh dari adik iparnya.


Asifa langsung lari ke dalam dan mengunci pintunya.


"Kamu itu juga bukan siapa-siapa hanya kakak iparnya!" Tidak mau kalah dari Taufiq.


"Dan saya tidak akan biarkan siapa pun menyakitinya!"rasanya geram dengan pak tua di depannya.


"Saya tidak berniat menyakiti Zahra tapi akan membahagiakannya, jadi orang jangan buruk sangka. Saya akan jadikan Zahra permaisuri ku, tak bisa melihat bahwa saya sangat mencintai Zahra."Kata pak Edi panjang lebar lebar pada Taufiq.


"Ngimpi saja nih pak tua"Taufiq mendorong pak Edi hingga kejalan "sana urus anak dan istrinya di rumah jangan ganggu Zahra lagi."Usir Taufiq.


"Sayang cepat kamu tenangkan Zahra biar mas yang jaga-jaga di sini."Perintah Taufiq pada istrinya.


Melihat Taufiq berbicara pada istrinya, pak Edi baru sadar jika dirinya tidak hanya berdua dengan Zahra. Dan melihat orang lain yang ada di teras seberang jalan atau sebelah rumah.


"Mungkin mereka pada keluar karena teriakan adinda Zahra, oh sungguh syahdu suaranya.


Bagaimana ya ketika aku dan adinda Zahra sedang bercinta. Sungguh memabukkan suara teriakan mu sayang."Berkata lirih, sambil berjalan pulang. Sepanjang jalan ia senyam-senyum sendiri seperti orang tidak waras.


"Sayang buka pintu ini kakak sayang." Teriak Aisyah mengetuk pintu rumah pak Herman.


tok tok tok


"Sayang buka pintunya sayang ini kakak." Teriaknya.


"Dek Zahra buka pintunya pak tua sudah kakak usir."Timpal Taufiq.


Pintu terbuka dan Asifa langsung berhambur dalam pelukan Aisyah. Dan menangis sesenggukan di dalam pelukannya Aisyah.


Aisyah membiarkan Asifa menangis di dalam pelukannya.


Flashback off


*****Bersambung.....


Teman teman enak gimana nih?


Nama Asifa di ganti Zahra saja atau gimana ya?

__ADS_1


berikan komentar anda di bawah ini 👇


-


__ADS_2