
"Sudah dek jangan di pikirkan lagi, sudah di atasi sama Fahmi."Ujar Taufiq.
"Terus mas Fahmi nya mana kak, kok gak ikut masuk?"tanya Asifa.
"Dia langsung ke kampus sebentar lagi ada jadwal ngajar. Sudah kamu tenang di sini tidak usah pulang."Jawab Taufiq.
"Kak aku pengen pulang, mau masak sama nyuci."Kata Asifa sambil bergelayut pada lengan Aisyah.
"Sayang kamu di sini saja ya kakak tidak izinkan kamu pulang. Kalau mau masak, masak di sini saja nanti tinggal bawa pulang."Kata Aisyah yang tidak mengizinkan Asifa pulang.
"Ya dek kamu masak sama kakak mu biar kakak Taufiq main sama Atifah."Timpal Taufiq.
"Tapi...."
"Sudah jangan banyak mikir, ayo kita ke dapur bawa itu belanjaan mu."Ujar Aisyah sambil menarik tangan Zahra, berjalan ke dapur.
"I iya kak" dengan cepat tangannya menarik kantong kresek yang tadi di bawahnya.
Taufiq melihat kakak beradik itu pergi ke dapur. Wanita solehah yang selalu dia sayangi, meski Asifa bukan adik kandungnya.
Tapi Taufiq tidak akan terima jika ada yang menyakiti Asifa.
...****************...
Di kampus
"Assalamualaikum pak" ucap Sarah
"Wa'alaikumsalam, Apa lagi alasan yang akan sampai ke saya!"Bentak Fahmi, menatap tajam Sarah.
"Maaf pak saya kesiangan." Sarah menunduk tidak berani menatapnya.
"Setiap hari kamu terlambat, kamu niat tidak menutut ilmu. Besok tidak ada yang terlambat lagi di pelajaran saya. Jika ada yang terlambat tidak boleh ikut pelajaran saya!" dengan tegas Fahmi menyampaikan pada mahasiswa/i nya.
"Silahkan duduk di bangku mu."Lanjut Fahmi pada Sarah.
__ADS_1
Langsung Fahmi melanjutkan materi yang tertunda tadi.
Sementara para mahasiswa/i pada berbisik dengan teman sebangkunya. Membicarakan dosen nya yang awalnya ramah kini jadi killer. Hal itu membuat mereka merinding dan waspada jangan sampai terlambat. Jika ingin lulus dari universitas Islam ini, dengan nilai terbaik.
Setelah dua jam selesai Fahmi keluar dari kelas dan akan mengajar satu jam lagi. Namun di kelas lain, dengan jurusan yang sama.
"Eh gak nyangka ya pak Fahmi berubah jadi killer." Ujar Nina.
"Ini karena kamu Sarah, kalau kamu tidak terlambat tiap hari pasti pak Fahmi tidak berubah."Kata Iqbal.
"Karena aku? kalian pikir aku ini main-main kuliah. Kalian tidak tahu bagaimana berusaha buat bisa sampai sini."Kata dengan kesal, dan pergi begitu saja.
"Kalian tidak tahu ya kalau Sarah lagi stres."Kata Rais.
"Emang dia lagi ada masalah apa yang membuat dia stres?"Nina.
"Iya ada masalah apa sih sama tu anak." timpal Wandi.
"Dia lagi stres karena bapaknya lagi gila perempuan, apa lagi itu perempuan janda muda."Ujar Rais.
"Ya memang tapi lain ini dengan janda ini." Kata Rais, yang semakin membuat penasaran.
"Halah bilang saja kalau kamu juga suka sama itu janda. Pakai bertele-tele, tinggal jawab saja tidak perlu muter-muter."Kata Iqbal.
"Tentu saja aku juga suka tapi sayang ibu ku tidak setuju. Memang itu janda sangat cantik, ramah, lemah lembut, sayang anak-anak. Tapi sayang dia tidak bisa memberikan keturunan untuk ku. Bahkan pak Fahmi sering main kerumahnya kakaknya itu janda."Kata Rais.
"Hah? memang pak Fahmi siapanya? atau kakak teman, sahabat, atau kerabat?"tanya Wandi, di angguki Iqbal dan Nina.
"Kalau pastinya gak tau tapi saudara, teman atau kerabat. Yang pasti kalian kenal juga, dia itu dosen di sini juga."Jawab Rais.
"Siapa?"kompak.
"Pak Taufiq Hidayat."Jawab Rais.
"Oh dosen baru juga itu."serentak.
__ADS_1
Yah begitulah perbincangan mereka mengenai Sarah dan Fahmi.
...****************...
Sarah adalah anaknya kedua Edi Susanto, dan Sarah juga memiliki rasa pada dosennya yaitu Fahmi.
"Apa yang hubungan antara pak Fahmi sama janda itu."Gumamnya.
"Bahkan begitu perduli sama janda itu, melindunginya dari bapak. Bukan nya rumah pak Fahmi di kampung sebelah. Dan tadi dia keluar dari rumah pak Taufiq. Ah tahu lah pusing kepala mikirin bapak gila janda, pak Fahmi memang duda. Tapi kan masih muda kenapa, harus janda itu, mana mandul apa coba yang bisa di harapkan." Masih bergumam sambil jalan ke taman kampus. Lalu duduk di bangku yang ada di bawah pohon beringin.
"Sedangkan kalau sama aku setiap aku menyapa dia cuek-cuek saja. Tapi kalau sama yang cowok dia ramah, baik mau senyum. Dan senyuman itu yang membuat jantung berdebar kencang, apa ini yang di namakan jatuh cinta. Masak aku harus jatuh cinta pada duda, bahkan aku tidak tahu punya anak atau tidak."bergumam tidak ada henti-hentinya.
Yang melihat Sarah yang berbicara sendiri, dikira tidak waras. Karena dari dia masih jalan sampai duduk masih saja berbicara sendiri.
"Hayoo! lagi jatuh cinta sama siapa, duda mana tu?"tanya Ratna kakak kelas Sarah sekaligus sahabat Sarah dari SMA.
Sarah kaget, langsung menunduk karena malu, ternyata kata-katanya ada yang mendengar.
''Apa sih kak, aku lagi kesal sama bapak. Masak dia mau cerai kan ibu ku demi janda muda, yang baru di kenal sebulan ini."Cerita Sarah.
"Ah memang bapak mu begitu dari dulu, kalau menurut aku itu ya. Jangan salah kan janda nya, kalau janda itu tidak menggoda. Karena tidak semua janda itu hina Sar, kadang janda merasa terhina jika di tuduh. Sementara dia tidak melakukan apa pun....."
"Jadi ini yang salah bapak ku gitu, secara tidak langsung kakak itu membela janda itu. Bikin aku tambah bete aja deh, bukannya bantu aku."Kesal Sarah pada Ratna.
"Maaf Sar selama ini aku tidak bilang sama kamu. Asal kamu tau, aku sebagai anak seorang janda, tersinggung dengan kata-kata mu. Padahal yang jelas bapak mu itu yang suka menggoda perempuan cantik. Tidak hanya janda, bahkan jika sama yang statusnya gadis pun di rayu. Jika mau juga di ajak nya ke hotel sama bapak mu!"Kata Ratna dengan nada tinggi. Dan langsung pergi meninggalkan Sarah yang mematung di bawah pohon beringin itu.
Sarah syok mendengar perkataan kakak kelas sekaligus sahabatnya. Baru kali ini melihat Ratna marah, itu karena ucapannya. Dan Sarah baru sadar setelah mendengar ucapan Ratna. Kalau ibunya Ratna juga seorang janda, yang membuat syok lagi mendengar kalimat terakhir Ratna.
"Apa kak Ratna pernah melihat bapak pergi sama perempuan. Atau kak Ratna sendiri yang pernah di rayu bapak. Secara kak Ratna cantik tubuh nya juga berisi dan terlihat seksi."Sarah bergumam lagi. Lalu bangkit dari bangku dan ke kelas lagi untuk mengikuti kelas berikutnya.
...****************...
"Sayang kalau masak jangan melamun, kamu mau masak apa kamu bisa ambil bahan di kulkas. Ini biar kakak yang lanjutkan, ayam krispi nya."Mengambil alih kerjaan Asifa.
"Kak aku ingin....."
__ADS_1
*****Bersambung....