APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
43.Pamit bu Gina


__ADS_3

"Ya iya boleh, puas kamu dek ada temannya untuk makan gado-gado. Heran deh kenapa bisa pas ya apa yang kalian mau."Keluh Aisyah.


"Mana kita tau"kompak sekali Asifa dan Amir.


"Hahahaha" jadi tertawa semua.


"Mas tolong ke restoran yang jual gado-gado di depan situ ya."Pinta Taufiq.


"Baik pak."Jawab supir tersebut.


Mereka sudah turun, dari mobil tanpa mereka sadari bahwa supir taksi tersebut ada orang suruhan Ardi beberapa hari lalu dapat perintah untuk mencari keberadaan Asifa.


Ya sebelum Ardi pasrah untuk menyerah kemarin.


Setelah menyerah malah Bu Gina bertindak sendiri melalui siaran langsung. Di acara talk show tersebut sudah kerja sama dengan seluruh saluran Chanel dan media.


Sang sopir taksi tersebut memotret dan mengirim pada atasan nya.


...****************...


Di kediaman Dinata


Bu Gina lagi makan siang, sungguh ia merasa sangat sulit menelan makanan yang di makan. Namun ia harus kuat dan bertahan sampai bisa berjumpa dengan Asifa putrinya.


Setelah selesai makan bu Gina keluar kamar dengan membawa paspor serta indentitas lain.


Saat di luar kamar tepat nya di rumah keluarga, ia berusaha kuat. Meskipun ia sangat lemah dan lesu.


Setelah beberapa saat bu Gina dapat telepon.


Dret dret dret


"Halo"jawab bu Gina.


"Halo nyonya, ada kabar nyonya Asifa ada di Jogja bahkan sekarang lagi makan di sebuah restoran bersama keluarga nya." laporan dari asisten pribadi Ardi.


"Oh ya apa kamu bisa kawal saya ke sana jika nanti saya berangkat menemui Asifa. Tolong jangan beritahu tuan besar dan tuan muda. Agar mereka fokus dengan tuan besar, yang lagi di rawat."Pinta bu Gina.


"Baik nyonya kapan kita akan ke sana, apa perlu saya siapkan tiket?" tanya Haris.


"Kalau bisa sore ini lebih cepat lebih baik."Jawab bu Gina.


"Baik nyonya akan saya siapkan, assalamualaikum."Ucap Haris.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam "jawab bu Gina.


"Alhamdulillah semoga aku masih bisa berjumpa dengan Asifa. Dan semoga Asifa tidak menolak ku, untuk menemui papa."Bu Gina berkata pelan.


Kebetulan di ruang keluarga tidak ada yang dengan karena para Art lagi pada istirahat jam segini.


Ya sekarang menunjukkan pukul 12:45 dan bu Gina lalu menelpon pak Arya.


"Halo assalamualaikum mas."Ucapnya


"Wa'alaikumsalam kenapa menelpon?"tanya pak Arya yang masih kesal tapi sebenarnya tidak sampai hati.


"Mas saya minta maaf, kalau mengganggu waktu mas. Saya hanya ingin minta izin keluar untuk berjumpa dengan teman-teman nanti malam. Saya pikir mungkin mas tidak akan pulang kecuali ada yang nungguin papa."Pamit bu Gina.


"Ya silahkan kalau mau pergi hati-hati di jalan.


Saya pulang hanya mungkin besok, hari ini nginep di rumah sakit."Kata pak Arya dengan nada bicara ketus.


"Baik mas jangan lupa makan dan jaga kesehatan maafkan saya sudah membuat mas kecewa. Assalamualaikum"ucapan bu Gina terdengar begitu sedih.


Setelah menutup telponnya bu Gina menelpon Ardi untuk menanyakan Asifa apa sudah di ketahui keberadaan nya.


"Assalamualaikum sayang."Ucapnya


"Sayang apa sudah ada kabar tentang Asifa, ibu sangat ingin memeluknya."Ujar Bu Gina.


"Kenapa ibu selalu Asifa Asifa terus, aku pusing bu. Dia itu tidak perduli dengan ibu, dan ibu sama sekali tidak bisa memikirkan saya. Bagaimana cara saya bisa move on Bu dari Asifa, tidak cuma ibu yang ingin memeluknya. Tapi apa yang bisa ku lakukan saat kami berjumpa. Sudah lah bu, mulai sekarang lupakan Asifa. Pasti Asifa juga ingin bahagia dan tidak akan terganggu dengan kita." Kata Ardi panjang lebar pada ibunya.


Hal itu membuat bu Gina memegang dadanya dan menangis begitu pilu.


"Ma-maaf-kan i-bu sa-yang, se-mo-ga ka-mu ba-ha-gia. As-sa-lam-mu-alai-kum."Kata itu ia ucapkan sebelum ia menutup telponnya.


Bu Gina menangis sejadi-jadinya di ruang keluarga itu. Para Art yang mendengar pun begitu perih di hati. Apa lagi yang merasakan seperti bu Gina.


"Kasihan nyonya sejak tadi pulang acara talk show, di marahi sama tuan besar. Sekarang menangis sampai seperti itu setelah menelpon tuan muda."Bisik Mimin pada bi Tuti.


"Iya semoga nyonya sabar menghadapi ini semua, saya tidak menyangka jika nyonya begitu menyayangi nyonya muda."Ujar bi Tuti.


"Ya saya mau bawakan teh manis untuk nyonya dulu. Kamu bereskan bekas makan nyonya di kamar."Perintah bi Tuti selaku senior, dan ni Tuti bekerja dengan keluarga Dinata dari Ardi masih SD.


"Nyonya ini saya bawakan teh hangat, biar nyonya lebih tenang."Ujarnya.


Bu Gina menatap wajah bi Tuti, lalu memeluk Art yang selalu mengerti dirinya.

__ADS_1


"Bi terima kasih ya sudah perduli dengan saya. Maafkan saya jika selama ini, selalu merepotkan bibi dan menyakiti hati bibi."Ucapnya ketika lebih tenang.


"Ya nyonya, tapi nyonya tidak pernah merepotkan saya karena semua saya kerjakan karena sudah tugas saya. Bahkan nyonya tidak pernah membuat saya tersinggung sedikit pun. Yang sabar ya nyonya, semoga suatu saat nanti bisa bertemu dengan nyonya muda."Ucap ni Tuti sambil melepaskan pelukannya dari nyonya nya.


"Aamiin" Ucap bu Gina.


"Ini di minum dulu nyonya"bi Tuti menyodorkan cangkir pada nyonya.


"Terima kasih bi"lalu ia minum hingga tandas.


"Saya pamit keluar ya ni, titip rumah. Tapi saya mau cuci muka dulu."Kata bu Gina.


"Baik nyonya hati hati di jalan. Saya permisi melanjutkan tugas saya."Kata bi Tuti, yang di jawab dengan anggukan oleh bu Gina.


...****************...


"Tuan saya izin pulang cepat karena ada urusan."Izin Haris.


"Ya sudah silahkan saya juga ingin pergi ke rumah sakit menemui opa dan ayah saya."Kata Ardi.


"Baik tuan saya permisi" Haris segera keluar dari ruangan Ardi.


Haris merasa lega karena Ardi tidak curiga bahwa ia akan pergi dengan nyonya besar. Ia segera membereskan meja kerjanya dan meninggalkan kantor.


Sekarang membawa mobilnya, menuju rumah kediaman keluarga Dinata. Langsung pergi ke bandara Soekarno Hatta untuk terbang menuju Yogyakarta.


Saat menunggu keberangkatan Haris memperhatikan wajah bu Gina. Yang terlihat pucat dan mata sembab.


"Nyonya apa anda yang akan melanjutkan perjalanan ini, saya perhatikan anda sedang tidak baik-baik saja?"tanya Haris, mendengar ucapan hari dua pengawal yang bersamanya menatap nyonya nya.


"Saya masih bisa saya hanya kurang istirahat saja maka dari itu saya minta padamu membawa pengawal."Bu Gina meyakinkan Haris.


"Baik nyonya jika anda merasa ada yang kurang nyaman katakan pada kami"Ujar Haris.


"Iya Haris, apakah Asifa tinggal jauh dari bandara?"tanya bu Gina.


"Lumayan nyonya, nyonya Asifa tinggal di kota, dekat dengan universitas Islam xxx. Nanti kita akan di jemput oleh supir yang mengantarkan nyonya Asifa ke lestoran tadi."Jawab Haris.


"Oh apa dia termasuk anak buah mu?"tanya Bu Gina.


"Benar nyonya,..."


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2