APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
71.Mengikuti


__ADS_3

Dua berlalu, Fahmi segera keluar dari kelas mengajar menuju ruang para dosen. Setelah sampai di meja kerjanya, Fahmi merogoh kantong saku celananya. Untuk mengambil ponsel nya, karena saat berjalan menuju ruang dosen. Ponsel miliknya bergetar, tandanya ada pesan yang masuk ke ponselnya.


Saat di lihat siapa yang telah mengirimnya pesan. Dan ternyata itu pesan dari Taufiq, yang dua jam lalu ia katakan.


*Mas Taufiq*


"Mi sepulang dari kampung kita ke rumah sakit ya, tadi mama bilang Asifa sudah boleh pulang sore ini. Kamu mau kan ikut ke rumah sakit?" isi pesan Taufiq.


*Fahmi*


"Oke mas, aku ikut."Jawaban yang singkat dan padat.


Ya memang jadwal mereka hari ini sama, namun berbeda materi yang di ajarkan.


Fahmi juga bukan hanya mengajar di Universitas xxx Islam Yogyakarta. Fahmi mengajar di Universitas ini hanya tiga kali seminggu.


Di Universitas xxx swasta Yogyakarta yang setiap selasa. Dan Universitas negeri xxx Yogyakarta, khusus hari senin. Namun kemarin ingin ikut andil dalam menjaga Asifa ia izin untuk cuti.


Setelah selesai mengajar, Taufiq dan Fahmi sudah ada di parkiran. Mereka mengendarai motor metik model lama. Memang terlihat tidak sesuai dengan tempat mereka mengajar.


Tanpa mereka ketahui ada seorang perempuan, yang mengikutinya dan bersembunyi di balik mobil. Karena parkir motor mereka dekat dengan mobil miliknya.


"Mas kita mampir beli oleh-oleh dulu atau gimana?" tanya Fahmi.


"Kalau aku sih tinggal beli makan siang aja pasti mereka bertiga belum makan siang."Jawab Taufiq.


"Baiklah, aku juga akan beliin makan kesukaan Zahra dan pak Herman."kata Fahmi dengan senyum riang.


"Memang kamu hafal makan Zahra apa?" tanya Taufiq.


"Ya tahu lah mas, kalau aku gak tau akan ku tanya kan padamu mas."Jawab Fahmi dengan tertawa kecil.


"Yo wes ayo, keburu sudah makan siang."Ajak Taufiq segera mereka menuju kedai makanan atau warung makanan. Yang menjual makanan kesukaan Fahmi dan Asifa.


Sudah berjalan lima menit, Fahmi langsung belok ke warung nasi langsung dan tanya pada pemilik warung.

__ADS_1


"Mbak jengkol masih ada tidak?"tanya Fahmi pada pemiliknya.


"Masih mas, mau pakai nasi atau di jengkol saja?"tanya pemilik warung dengan senyum ramah


Ya pemilik warung seorang janda beranak dua, dia sudah hafal dengan Fahmi ini. Pelanggan yang ganteng rupawan, jika ke warungnya tak pernah luput dari jengkol menunya.


"Mbak jengkol nya di bungkus saya minta dua bungkus 10 ribuan ya. Nasi bungkus nya lima bungkus, pakai ayam goreng, sayur kangkung, tahu tempe goreng, telur balado,dua bungkus. Yang tiga bungkus ayam goreng, telur balado, sayur capcay, tahu tempe goreng dan sambal ya."Ucap Fahmi, menjelaskan peranan nya.


Pemilik warung melirik Taufiq, yang sedang kirim pesan pada mertuanya. Ia memberitahu bahwa mereka akan ke rumah sakit. Dan lagi beli makan siang, dan tanya mau di belikan apa. Lalu menyimpulkan bahwa Taufiq temannya pelanggan nya itu.


Fahmi sambil menunggu keluar dan pindah ke warung sebelah. Yang menjual aneka makanan ringan dan minuman. Dia mengambil air mineral 5 botol, yang berukuran 600ml. Lalu susu siap minum yang bentuk kaleng warna putih, 5 kaleng. Setelah membayar ia kembali ke warung nasi.


"Semua jadi berapa mbak?"tanya Fahmi.


"Semua jadi 95 ribu mas."Jawab pemilik.


"Ini mbak uang, tidak usah kembali."Fahmi menyodorkan uang pecahan seratus ribu.


"Terima kasih ya mas." Ucap pemilik warung tersebut.


Pemilik warung tersebut bukan suka dengan orang. Yang gemar berbagi, karena sangat jarang orang mau berbagi. Pemilik melayani dengan baik dan ramah pada pelanggan Hanya ingin semua pelanggan betah, makan di warungnya.


"Sama-sama mbak."Segera mengambil kantor kresek di depannya, dan keluar dari warung makan tersebut.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini telah sampai di rumah sakit. Tempat di mana Asifa di rawat, mereka segera menuju ruang VVIP.


Dan ternyata perempuan tadi masih mengikuti Fahmi dan Taufiq. Tadi dia sambil nunggu Fahmi keluar dari warung makan. Iya melihat toko buah, dengan cepat dia memesan parsel buah.


"Pak Fahmi, pak Taufiq tunggu saya."Teriak perempuan itu.


Taufiq dan Fahmi menoleh ke belakang, mereka kompak menepuk keningnya masing-masing. Terlihat lucu juga, seorang lelaki di kejar oleh seorang perempuan cantik. Sehingga mereka jadi pusat perhatian orang sekitar.


"Apa ibu Yosi mau jenguk keluarga atau kerabat di sini juga?"tanya Taufiq, terpaksa juga menanyakan. Karena Fahmi memilih pura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Saya tadi tidak sengaja dengar obrolan kalian. Tidak ada salahnya kan jika saya ikut menjenguk mbak Za Zahra ya?" tanya dosen cantik satu ini, sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Oh, boleh berarti ibu Yosi, sebagai teman kerja sekaligus fans pasien. Mari bu ikut kami, jika anda ingin menjenguk pasien tersebut." Ajak Taufiq.


Akhirnya mereka bertiga sampai di depan ruangan VVIP. Yang memang di jaga 3 orang, Andik hanya datang sesekali. Yang dua ini yang jaga di tempat sampai sore hari.


"Selamat siang tuan Taufiq, tuan Fahmi." Sapa Andik, saat melihat mereka berdua datang di ikuti seorang perempuan cantik dan modis.


"Assalamualaikum mas Andik, selamat siang juga."Ucap Taufiq dan Fahmi bersamaan.


"Wa'alaikumsalam,"jawab semua yang berjaga.


"Maaf tuan apa itu teman anda?"tanya Andik pada Taufiq, namun matanya melirik perempuan yang berada di samping Taufiq.


Karena jika perempuan itu berusaha berada di sampingnya Fahmi. Pasti Fahmi langsung pindah tempat karena merasa risih.


"Iya mas, ini pengen ikut jenguk adik ipar saya."Jawab Taufiq.


"Oh baiklah silahkan," Andik langsung mengetuk pintu ruang rawat Asifa. Dan langsung membuka pintu lebar dan mengucapkan salam. Tapi Andik ikut masuk, dan berdiri di depan pintu yang sudah di tutup.


"Assalamualaikum nyonya muda ada tamu yang ingin menjenguk anda."Ucap Andik langsung melaporkan keberadaan tamu.


Wa'alaikumsalam, silahkan masuk."Jawab Asifa.


Mereka langsung masuk dan bersalaman dengan pak Herman jika Fahmi dan Taufiq. Saat giliran Yosi pak Herman menangkupkan tangan di depan dadanya. Lalu Yosi menyalami bu Hafsah dan Asifa, setelah meletakkan buah di nakas.


"Ya Allah, pak Taufiq, kok gak bilang sih, kalau pak Taufiq adalah kakak iparnya nona Asifa."Kata Yosi.


"Kan ibu tidak tanya sama saya kan." Kata Taufik.


"Iya juga sih, ya sudah lah." Yosi tidak enak membahas yang tidak penting.


"Nona Asifa, Bagaimana keadaan nya sekarang apa sudah baikan?"tanya Yosi sambil tersenyum manis.


"Alhamdulillah mba. Hari ini juga sudah boleh pulang. "Jawab Asifa dengan senyum manis pula.


"Oh ya...

__ADS_1


*****Bersambung.....


__ADS_2