
"Assalamualaikum opa, Asifa datang untuk berjumpa dengan opa."Ucap Asifa, yang kini duduk di kursi samping branker pak Surya.
Pak Surya yang sedang tidur pulas pun, merasa terusik dengan sentuhan lembut dari. Segera ia membuka matanya dan perlahan menoleh, apakah itu benar orang yang sangat ia tunggu-tunggu.
Asifa yang melihat pak Surya membuka matanya dan menatap dirinya pun tersenyum manis yang di berikan.
"Assalamualaikum opa, Asifa datang untuk berjumpa dengan opa."Asifa mengulang ucapannya tadi.
"Wa wa'alaikumsalam sayang, kemana saja dirimu, kenapa kamu menghindari keluarga ini dan menghilang tanpa jejak?"tanya pak Surya, dengan menggenggam erat tangan kanan Asifa.
Belum sempat Asifa menjawab Ardi dan Salsa datang ke ruangan pak Surya.
"Assalamualaikum," ucap Ardi dan Salsa.
"Wa'alaikumsalam,"jawab yang ada dalam ruangan.
"Papa, mama, dan Asifa kapan datangnya?"tanya Ardi.
"Baru saja masuk Ar,"jawab pak Herman dengan menatap Ardi dan Salsa.
Bu Hafsah menatap Ardi dan Salsa lalu berpusat pada Salsa "apa ini calon isterinya, kenapa seperti familiar ya." Kata bu Hafsah dalam hati.
Sedangkan Salsa yang di tatap oleh Bu Hafsah pun, langsung menyapa.
"Hai tante, om, dan Asifa."Sapa Salsa.
"Hai juga,"
"Hai juga, kamu siapa ya seperti kenal?"tanya bu Hafsah.
"Ya tante, saya Salsa Gunawarman. Teman Asifa SMP, dulu kita sering kumpul di rumahnya mas Ardi. Sebelum mas Ardi pergi keluar negeri kuliah." Jelas Salsa, matanya terus menatap Asifa yang tidak menoleh dari tadi.
Asifa yang mendengar penjelasan Salsa, akhirnya menoleh. Dan di sambut senyuman manis oleh Salsa.
__ADS_1
Salsa. langsung menghampiri Asifa di kursi samping branker pak Surya.
"Hai Asifa, lama kita tidak bertemu."Ucap Salsa.
Asifa tak langsung menjawab, tapi ia melihat Ardi dan Salsa. "Hai juga, ya lama kita tidak bertemu memang. Sekalinya ketemu kamu sudah jadi calon istrinya mas Ardi."Ucap Asifa asal tebak saja.
Hal itu membuat semua orang yang ada di ruangan kaget terutama Ardi dan pak Arya. Mereka merasa belum memberitahu siapa pun kecuali dua keluarga yang mengetahui. Yaitu keluarga Dinata dan keluarga Gunawarman.
"Apa itu benar Ardi?"tanya pak Surya.
Mau tidak mau Ardi menjawab. "Iya benar opa, Salsa calon istri Ardi. Dan ini merupakan pilihan ibu, setelah mendapat penolakan dari putrinya kesayangannya. Ardi memutuskan untuk menerima perjodohan ini tadi pagi."Jelas Ardi panjang lebar, dan menyindir Asifa yang menolak permintaan ibu dan dirinya.
Asifa tidak menatap Ardi atau pun Salsa, karena setelah menjawab sapaan Salsa. Ia kembali menatap pak Surya, lebih tepatnya tangannya.
"Apakah kamu serius dengan ucapan mu?"tanya pak Surya, memastikan.
"Serius opa, karena ini permintaan ibu. Supaya ibu juga bahagia, kan jadi nambah 1 lagi putrinya. Tapi yang ini menantu kesayangan bukan Putri kesayangannya.
Dia datang sini juga atas permintaan ibu, yang lebih dulu mendatanginya."Ardi sengaja membuat Asifa kesal. Karena ingin melihat seberapa kuat Asifa tidak menatapnya dan tidak membenci dirinya.
Asifa juga bersikap biasa-biasa saja, karena sudah bukan masalah lagi. Dan itu dilakukan, supaya pak Surya tidak lagi ngedrop karena merasa bersalah. Sudah membuat dirinya sedih dan sakit hati.
Pak Herman mendengar ucapan Ardi, hanya menggeleng kepala saya. Meskipun di dalam hati, ada rasa khawatir pada putrinya.
"Baiklah jika keputusan itu, opa akan mendukung mu." Ucap pak Surya.
"Asifa sayang, apa kamu baik-baik saja?"tanya pak Surya.
"Asifa baik opa,"jawab Asifa sambil tersenyum manis terlihat tulus, tanpa di buat-buat.
"Ya sekarang opa percaya pada mu sayang. Oh ya kamu selama ini kemana saja, kenapa kamu pergi menghindari keluarga ini tanpa jejak sayang. Opa dan ibu mu sangat khawatir, tidak hanya opa yang sakit. Tapi ibu juga sakit, kalau memang ibu yang membuat mu di sini. Lalu dimana dia sekarang, apakah dia baik-baik saja?"tanya pak Surya, merasa khawatir dengan menantu semata wayangnya.
Yang lain bingung akan menjawab apa, tidak mungkin mereka memberitahu keadaan bu Gina.
__ADS_1
"Ibu lagi istirahat, Asifa kesini kan ibu yang jemput opa. Apa keadaan ibu lagi kurang baik, jadi butuh istirahat yang cukup. Kalau kemana Asifa selama ini, Asifa pergi ke Jogja. Dan Asifa menghindari keluarga Dinata, karena Asifa butuh ketenangan. Sampai saat ibu menemukan Asifa, dan Asifa sudah siap menemui opa."Jawab Asifa, menutupi keadaan bu Gina.
"Oh ya, opa lupa. Maklum opa sudah tua, jadi gampang lupa."Ujar pak Surya, dengan senyum senang.
"Iya opa memang sudah tua, tapi tetap yang tampan kedua buat Asifa."Ujar Asifa.
"Oh, kenapa yang kedua, opa mau yang pertama." protes pak Surya dengan nada canda.
"Karena yang pertama untuk papa ku seorang. Sebab tidak ada yang bisa membahagiakan Asifa, sepenuh hati selain papa Hermansyah."Ujar Asifa, yang memberi kode papa lewat lirikan matanya.
Pak Herman pun berdiri dan menghampiri Asifa. Lalu memegang kepala putrinya, dan mencium kepala Asifa. Kemudian mengambil alih tangan Asifa, yang sejak tadi di genggam pak Surya.
Ucapan Asifa secara tidak langsung menyindir keluarga Dinata. Mulai dari pak Arya, yang menganggap Asifa putrinya pun. Tidak sepenuhnya menyayangi Asifa, sebab hanya karena belum bisa memberikan keturunan. Pak Arya secara sembunyi meminta Ardi menikah dengan wanita lain.
Pak Surya pun sama halnya dengan anaknya yaitu pak Arya. Justru dirinya lah yang menuntut, keturunan dari Ardi. Jika Asifa tidak bisa Ardi harus punya keturunan dari wanita lain.
Begitu juga dengan Ardi, hanya janji dan bulan belaka. Sebab dirinya pun berkata sangat mencintai Asifa. Tapi tidak bisa menerima kekurangan Asifa.
Dengan begitu mudahnya, ia berkata Asifa perempuan tak berguna. Karena tidak dapat memberi keturunan, untuk apa di pertahankan.
Maka ucapan Ardi sungguh sangat melukai hati Asifa begitu dalam. Dan tidak dapat di sembuhkan seperti semula. Karena hati Asifa sudah hancur berkeping-keping tidak berbentuk lagi.
Salsa yang sejak tadi diam pun jadi serba salah. Apa lagi mendengar ucapan Asifa, ia tahu bahwa tidak mudah bagi Asifa.
Bahkan kehidupan Asifa lebih parah dari dirinya. Karena Asifa tidak dapat memberikan keturunan. Di tambah lagi, mereka memang sudah bercerai. Namun Asifa masih saja di cari dan di sayangi oleh keluarga Dinata.
Terlebih lagi bu Gina calon mertuanya lah yang mencari Asifa sampai ketemu. Bahkan meminta rujuk dengan Ardi calon suaminya.
Tapi bu Gina juga sudah meminta Salsa pada orang tuanya. Salsa untuk menjadi istri Ardi, anak semata wayangnya.
Ia bersyukur Asifa menolak, jika tidak apa jadinya Asifa dan dirinya. Maka dirinya akan hidup dalam bayangan cinta pertama dan menantu kesayangan.
Kembali pada Asifa, yang merasa mendapat kekuatan dari papanya.
__ADS_1
"Apakah princess papa masih mau di sini atau sudah cukup. Papa tidak ingin kamu terluka yang semakin dalam sayang?"tanya pak Herman.
*****Bersambung....