
"Rendi om serahkan padamu, om mau istirahat. Sayang ayo kita harus istirahat supaya nanti tidak lelah di perjalanan."Kata pak Herman, dan langsung saja menuju ruangan.
"Baik om, sayang kamu duduk sini."Kata Rendi pada Lira, dan menuntun ke kursi.
"Fir apa Ismi ada banyak pesanan?"tanya Rendi.
"Sepertinya hanya satu pesanan namun tidak loyang kue. Dan ini etalase juga tinggal sedikit, tapi tadi bu Hafsah bilang suruh tutup lebih awal. Kalau boleh tahu mengapa pak Herman dan keluarga mau kemana? kenapa harus kamu yang urus toko ini?"tanya Firman yang penasaran dan masih bingung dengan naik jabatan tiba-tiba.
"Kepo banget sih kayak emak-emak lu."Rendi langsung pergi ke belakang.
"Woi malah pergi bukan jawab pertanyaan ku." kesal Firman.
"Gue haus, jadi mau ambil minum."Teriak Rendi.
"Lira emang pak bos mau kemana sih mendadak pergi. Dari kemarin tidak ada bahas ini." Firman masih penasaran.
"Om Herman mau pindah ke Surabaya ikut kak Aisyah, demi kebaikan kak Asifa. Karena kak Asifa, masih terus di ganggu mantan suaminya. Hal itu yang membuat kak Asifa stress dan susah move on. Apalagi perlakuan mereka seperti sedang mengawasi buronan." Penjelasan Lira, Firman mengangguk tanda mengerti.
Dari arah belakang Rendi membawa nampan berisi minyak rasa teh. dan sebotol air mineral dan memberikan pada karyawan baru yang masih berdiri di tempat. yang sejak pak Herman memberikan mereka penjelasan.
"Kalian betah amat berdiri nih kalian minum dan duduk tu di kursi."perintah Rendi pada karyawan baru, dan meletakkan nampan di meja. Lalu Rendi mengambil botol air mineral.
"Baik pak terima kasih."kompak mereka.
"Jangan panggil pak lah serasa tua amat ni." Tidak mau di panggil pak.
"Sayang nih minum untuk mu,"memberikan pada istrinya dan ia mengambil botol minuman untuk sendiri.
"Terima kasih mas."Ucap Lira.
"Kak, lu kok gak adil sih, lu minum yang manis, lah istrinya hanya air bening gitu."Kata Firman. ya
"Fir lu lama kayak emak-emak cerewet, ngapa lu yang sewot. Minuman ini tida baik untuk ibu hamil, jadi gue kasih air yang bening."Jawab Rendi.
"Oh iya lupa aku kalau ada bumil. Eh kalau kasih di ganti, Lira di bagian apa Ren?" tanya Firman.
__ADS_1
"Tetap posisi dia tidak ada yang bisa geser yaitu....." Matanya menatap Lira dengan senyum manisnya, Lira pun sama dengan tersenyum manis pada suaminya.
"Yeee malah padang padangan lalu senyum senyuman lalu apa lagi nih, kalian tahu?"tanya Firman pada karyawan baru.
"Tidak pak" jawab serentak mereka.
"Jangan panggil pak, nikah belum dari tadi di panggil pak. Panggil saya kak atau nama saja. Terutama Yoga dan dan Ahmad yang seumuran." Kata Firman.
"Baik kak" kecuali Yoga dan Ahmad.
"Baik Firman" kaku karena belum biasa.
"Hei..., calon bapak! yaitu apa maksud mu?" balik lagi ke Rendi.
"Yah.., kirain dah lupa, oke ku jawab dah... Yaitu tetap jadi istri ku satu satunya. hahahaha" tertawa lepas melihat wajah kesalnya Firman.
"Kalau itu aku tau Ren dasar bucin." Langsung pergi ke dapur menemui Ismi.
"Yaaaah ngambek dia yang."kata Rendi pada istrinya.
"Kalian mau keliling boleh dan tanya pada Firman dan Ismi. Apa saja yang bisa kalian lakukan besok. Setelah itu kalian bisa pulang dan jangan ada yang terlambat besok."kata Rendi yang menjelaskan.
"Baik kak" jawab serentak.
"Kak Lira bisa kah saya mempelajari bagian kasir sekarang?"tanya Aina Salsabila
"Dengan senang hati adik manis, siapa tadi nama mu, dan yang lainnya?" tanya Lira yang belum hafal satu persatu.
"Saya Aina Salsabila kak, biasa di panggil Aina," jawabnya.
"Saya Azizah kak"
"Saya Amanda"
"Saya Istiqamah biasa di panggil Isti"
__ADS_1
"Saya Yoga Pratama nama panggilan Yoga"
"Saya Ahmad Aidan"
"Saya Hariyadi"
"Baiklah mari Aina ikut saya ke bagian kasir." Ajak Lira.
"Mas aku lanjut kerja ya" pamit pada Rendi, dan di jawab dengan anggukan.
"Kalian bisa langsung kebagian masing-masing bisa di tanyakan pada Ismi. Amanda dan Ahmad nanti Firman akan jelaskan. Kalau saya ada tugas buat besok yang harus saya kerjakan sekarang. Jangan lupa sholat ashar dulu, tapi gantian takut ada pelanggan."Ujar Rendi.
"Baik kak" jawab mereka.
"Sayang sudah belum kita sholat dulu yo." nya pada istrinya.
"Bentar mas, ini kamu sudah faham kan, tolong gantiin dulu saya mau sholat ya."Pinta Lira pada Aina.
"Sudah kak, baik saya yang jaga sekalian mempelajari bagian yang belum saya tahu." Jawab Aina.
"Oke deh, ayo mas."Mereka berjalan ke mushola, di ikuti Ahmad, yoga dan hari.
...****************...
Asifa sudah membereskan semua barang pemberian Ardi. Dia membakar barang seperti foto, baju, boneka, kalau tas sepatu di masukkan kardus siap di taruh tempat sampah. Cincin pernikahan di masukkan kotak dan di bungkus di tulis alamat rumah mertuanya. Dia membawa baju yang di beli sendiri meski pakai uang Ardi. Tapi tidak terkesan apa pun, beda dengan barang ya di berikan Ardi. Seperti hadiah atau oleh-oleh ketika keluar kota atau keluar negeri.
Kini Asifa sudah di halaman belakang dia mengangkut sedikit-sedikit karena banyak juga barangnya. Itu baru sebagai karena yang paling banyak ada di rumah Ardi.
"Huf.... capek juga, yang ku lakukan ini yang terbaik, aku tidak ingin terus ada bayangan mas Ardi."Asifa berbicara sendiri sambil membakar satu persatu. Karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan warga sekitar Asifa membakar secara bertahap.
Setelah selesai Asifa pergi mandi, karena sudah sore. Dan jam menunjukkan jam 16:45 dia belum melaksanakan sholat ashar.
Setelah selesai sholat, dia ke dapur karena lapar dan memasak nasi goreng, dan telur ceplok. Dia makan yang ada saja di rumah, nanti jika lapar lagi delivery juga bisa. Karena malam ini Lira dan Rendi akan datang kerumahnya. Setelah makan dia pergi ke halaman depan dengan menyapu teras dan menyiram tanaman.
Setelah selesai Asifa dengan urusan taman Asifa menyetrika pakaian kedua orang tuanya dan dirinya. Belum selesai, di tunda untuk sholat magrib dulu. Selesai sholat kembali lagi dengan menyelesaikan setrika pakaian. hingga waktu isya tiba belum selesai, namun tinggal tiga bajunya. Begitu selesai dia merapikan pakaian kedalam lemari kamar orang tuanya dan pakaian miliknya di masukkan ke dalam koper. Segera dia bawa koper ke ruang tamu, dan menyiapkan apa saja yang akan di bawa dan di titipkan pada Lira.
__ADS_1
*****Bersambung......