
Para calon karyawan tersebut memperhatikan apa yang sedang dilakukan Firman, ada yang kurang suka. Dan dari situ langsung bisa di nilai kelakuan sifat dan sikap.
"Pak emang bapak bosnya, kenapa bapak yang meriksa surat lamaran kami?"protes salah satu peserta, dengan ketus.
"Benar katanya di wawancarai bos langsung kenapa bapak malah yang membuka bukan yang wawancara?"timpal peserta perempuan.
Firman mengangkat kepalanya dan menatap mereka yang sedang berbicara.
"Apakah kalian tidak tau sopan santun? asalkan kalian tau sebelum ketemu bos harus lulus seleksi dari menejer. Dan menjadi karyawan toko kue ini yang di cari itu, sopan santun, ramah tamah dan murah senyum. Itu syarat bisa masuk jadi karyawan di toko ini. Apakah kalian tidak membaca persyaratan lowongan kerja di depan. Selain pendidikan dan pengalaman kerja, kalian harus bisa sopan santun, ramah tamah, murah senyum. apa kalian semua paham?"dengan tegas Firman menjelaskan panjang kali lebar.
"Kenapa ribet juga tahu begitu malas aku ikut daftar tadi."Peserta perempuan tadi, ngedumel malas dengan peraturan yang ia sukai.
"Aku juga malas banget baru jadi pelayan saja sok kuasa."timpal peserta laki-laki.
"Jika kalian tidak tertarik kerja disini silahkan keluar dan bawa CV kalian, atas nama siapa?"tanya Firman.
"Bagus deh kalau begitu" dengan nada sombong "Gue Dodi Pradipta" dia menyebutkan namanya, dan segera mengambil map miliknya berlalu pergi.
"Gue Angel Pitaloka" dengan cepat mengambil map miliknya yang kebetulan ada di bagian paling atas dan berlalu.
"Saya rasa mereka syok karena jatuh miskin, dan mereka pikir mudah apa dapat kerja kalau tidak bisa jaga sikap. Dari kalian siapa yang tidak serius dan tidak tertarik dengan aturan toko kue ini?" tanya Firman.
Semua peserta saling pandang dan memberi isyarat dengan mengangguk.
"Kami serius pak, dan kami sungguh ingin kerja." Peserta laki-laki salah satu sebagai perwakilan mereka.
"Baik jika nanti ada yang belum terpilih dari kalian karena toko ini akan memilih dari pengalaman kerja dan keahlian kalian. Saya harap kalian bisa menerima dengan lapang dada. Dan hasil seleksi setelah selesai wawancara, jadi tidak perlu keluar dulu. paham?" ucap Firman dengan tegas tapi santai. Karena melihat keseriusan para peserta calon karyawan.
"Baik pak." Jawaban mereka kompak.
Asifa yang melihat dan mendengar ucapan Firman pun tersenyum dan mengacungkan jempolnya pada Firman. Firman yang baru sadar dengan hadirnya anak bosnya pun tersenyum karena dapat acungan jempol.
__ADS_1
"Jadi kamu seleksi juga, apakah ada di bagian produksi yang sesuai? kalau belum lanjutkan besok ya Fir, sampai kan ke papa dan Rendi." kata Asifa yang tak ingin ada kesalahan di bagian produksi.
"Sepertinya hari ini sudah dapat semua kak. Dan ini masuk katagori empat orang, tetap yang di pilih yang berkompeten kak. saya mau usulkan satu dari mereka yang tidak masuk kategori jadi OB itu jika mereka mau nanti."Jawab Firman.
"Oke itu urusan kamu dan Rendi." berhenti sejenak lalu menoleh pada peserta "Yang penting kalian bekerja dengan jujur dan rajin. Semoga kalian yang terpilih betah bekerja di toko kue Hafsah ini. Terima kasih sudah tertib, saya permisi."Kata Asifa.
"Assalamualaikum"ucapnya sebelum keluar dari toko.
"Wa'alaikumsalam" jawab Firman dan peserta.
"Peserta pertama Yoga Pratama bisa langsung ikut saya."kata Firman dan langsung berjalan menuju ruang pak Herman.
tok tok tok
"Assalamualaikum"ucap Firman
"Wa'alaikumsalam"jawab Rendi.
"Baiklah akan ku sampaikan ke pak Herman dan bu Hafsah nanti."jawab Rendi.
"Baik saya permisi."kata Firman langsung berlalu.
Ketika Firman keluar, banyak pembeli baik itu baru atau pelanggan lama. Firman lebih dulu datang pada peserta calon karyawan itu kumpul.
"Untuk peserta selanjutnya jika yang ada di dalam ruangan sudah keluar kalian sesuai barisan tadi ya langsung masuk. Karena saya harus melayani pelanggan, mohon tetap tertib dan kerjasama nya untuk kenyamanan toko ini."Kata Firman.
"Baik pak." jawaban para peserta.
Firman langsung menuju barisan etalase kaca dan melayani pelanggan dengan ramah dan tersenyum manis. Apa yang dilakukan oleh Firman, tak luput dari perhatian peserta calon karyawan di sudut ruangan. Dan mereka satu persatu masuk untuk wawancara.
"Lira sudah setengah dua, saya izin sholat zhuhur dulu ya."Langsung berlalu, untuk menuju mushola yang ada di sebelah ruangan pak Herman.
__ADS_1
"Baiklah" lalu menatap para peserta mayoritas Islam, ia pun bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka.
"Maaf, apakah dari kalian ada yang belum melaksanakan sholat bagi yang muslim? tapi yang lagi nunggu giliran nanti setelah dari ruangan bisa langsung ke mushola. Yang berada di sebelah ruang bos kita."kata Lira.
Tiga orang yang tidak berdiri. yang dua nunggu giliran. Dan yang mendapat tatapan pun langsung menjawab.
"Maaf saya lagi halangan jadi tidak sholat." sambil nunduk karena malu di perhatikan banyak orang.
"Oh tidak apa-apa, maaf ya kita hanya sekedar mengingatkan sesama muslim." kata Lira.
"Silahkan, yang mau sholat tempat wudhu sebelah kanan dekat toilet."lira memberi arahan.
Satu jam kemudian selesai seleksi dan sudah dapat karyawan toko yang cocok dengan tugas nya.
Bu Hafsah keluar dari ruangan menuju bagian produksi kue yaitu dapur.
"Ismi apa ada pesanan? tanya bu Hafsah.
"Ya bu akan di ambil jam lima nanti."jawab Ismi.
"Baiklah, yang lain tidak usah bikin lagi ya jika sudah habis, kita langsung tutup lebih awal ya."Kata bu Hafsah.
"Baik bu."Ismi menurut saja apa kata bosnya dan besok Firman yang akan mengatur dirinya.
Karena hari ini Firman sudah di angkat menjadi menejer toko. Dan dirinya di jadikan chef utama, memiliki 2 asisten. Hal ini membuat dirinya seperti mimpi mendadak naik jabatan. Karena tadinya dia hanya karyawan biasa begitu juga Firman. Karena dia dan Firman yang memiliki jurusan yang sama yaitu tata boga. Sedangkan Rendi dan Lira jurusan akutansi, sama-sama lulus SMK.
...****************...
"Selamat sore, perkenalkan saya Hermansyah dan ini istri saya Hafsah Ismaya, selaku Owner toko kue ini. Dan yang tadi wawancara kalian adalah Rendi Pangestu, yang mana ia yang akan meneruskan toko kue ini. Ini namanya Lira Safira keponakan saya sekaligus istri Rendi. Dan yang satu ini Firmansyah, selaku menejer toko ini. Dan satu lagi pasti kalian tahu yang mondar-mandir ke dapur, itu chef utama kita. Sekarang sedang buat pesanan pelanggan. Rencananya besok kita mau buka secara online jual. Maka saya memutuskan mencari tambahan karyawan. dan yang sudah terpilih harus di training selama seminggu. Dan yang sudah saya bahan dengan Rendi tentang usulan Firman. Yaitu Hariyadi, sebagai OB bisa maju. Sebagai pelayan dua orang yaitu Amanda, Ahmad Aidan boleh maju. Untuk bagian tangan kanan dan kiri Ismi Faizah, Yoga Pratama dan Istiqamah. Dan satu kasir yang akan Aina Salsabila dan khusus bagian perabotan yang kotor, yaitu Azizah. mohon kerjasamanya di sini tidak ada namanya atas dan bawah. yang harus ada batasan, di sini adalah keluarga, jangan ada yang merasa tinggi. Yang kalian harus ingat kalian harus saling menjaga dan melindungi. Kalian bingung ya? kenapa semua di terima itu karena saya tema usulan Firman. tadinya saya hanya mencari lima orang, setelah saya pikir-pikir ada benarnya bagia bersih-bersih, maaf ya untuk Hariyadi dan Azizah bukan karena apa saya memiliki kalian dan menempatkan di bagian yang kotor. besok kalian sudah langsung masuk yaitu jam 7 pagi bantu persiapan toko dan buka jam 9 pagi. cukup sekian terima kasih."Pak Herman menjelaskan panjang lebar.
*****Bersambung...
__ADS_1