APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
46.Bu Gina di bawa ke rumah sakit


__ADS_3

"Mbak Hafsah dan mas Herman, saya ke sini hanya ingin melihat keadaan putri kita, terutama putri mu. Dan saya minta maaf atas nama keluarga Dinata terutama putra ku. Yang sudah menorehkan luka Asifa, sehingga membuat luka yang begitu dalam. Saya tahu kesalahan keluarga Dinata begitu besar. Memang tidak mudah untuk di lupakan, saya datang ke sini tidak untuk mengusik kalian. Saya hanya ingin berjumpa dengan Asifa untuk terakhir kalinya. Karena saya juga ingin putri saya bahagia ke depannya."Ujar bu Gina panjang lebar.


Ardi sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun dari masih di meja makan sampai saat ini.


"Saya dan keluarga sudah menerima maaf mbak Gina dan keluarga. Jauh sebelum kami pergi, tapi kami juga ingin tenang. Karena kami ini bukan lagi siapa-siapa di keluarga Dinata. Jadi kami merasa seperti buronan jika kalian terus mengawasi. Bahkan kalian menemukan kami juga karena mata-mata yang di kirim Ardi. Bukan dari masyarakat yang memberikan informasi pada kalian. Jika memang mbak Gina dan keluarga memang menyayangi Asifa saya mohon lepaskan kami. Kami hanya ingin hidup lebih tenang, tidak lagi jadi buronan."Pinta pak Herman pada bu Gina.


"Ardi saya mohon hentikan pengawasan mu terhadap kami. Saya tahu kamu masih belum bisa melupakan Asifa, karena memang pernikahan kalian sudah lebih dari 7 tahun.


Tapi dengan kamu terus mengawasi Asifa makin sulit untuk mu move on."Kata pak Herman pada Ardi.


"Iya pa, jujur selama ini yang saya lakukan atas permintaan ibu dan opa. Bukan murni kemauan saya, bahkan pencarian sudah saya hentikan 2 hari lalu. Tapi hal itu membuat opa semakin drop. Karena opa merasa bersalah pada Asifa, sebelum ke sini saya berada di rumah sakit. Tanpa sepengetahuan saya ibu dan Haris pun tetap melakukan pencarian."Kata Ardi menjelaskan apa yang di lakukan selama ini atas permintaan ibunya.


Mendengar ucapan Ardi semua mata menatap bu Gina yang kini menangis dalam diam.


Tidak ada suara, karena bu Gina menggigit bibir bawahnya, dan air mata membanjiri pipinya.


Bu Gina tahu semua menunggu penjelasan darinya.


"Saya hanya ingin bertemu dengan Asifa dan meminta maaf secara langsung. Dan saya juga ingin menyampaikan pesan papa papa minta maaf atas kesalahannya. Dan papa sangat kehilangan cucu perempuan nya. Bahkan selalu menyebut nama Asifa dari pada Ardi cucunya sendiri." Jelas Bu Gina dengan suara yang sudah sangat lemah.


Bu Gina menatap Asifa dengan tatapan yang sulit di artikan "Sayang boleh kah ibu memeluk mu untuk terakhir kalinya sebelum ibu pergi. Untuk melepaskan rindu ibu pada putrinya kesayangannya ibu princess cantik." Air matanya yang terus mengalir, membuat siapapun yang melihatnya tak tega.


Asifa yang melihat ibu mertuanya yang sebagai ibu keduanya sejak bayi itu ikut menangis. Lalu ia bangkit dari duduknya dan Ardi segera bangun dari duduknya. Dan di gantikan Asifa yang memeluk mertuanya. Mereka sama-sama menangis dan mereka terkejut setelah mendengar kalimat terakhir dari Bu Gina.


"Sa-yang ma-af i-bu. I LO-VE YO-OU A-SI-FA." Langsung tidak sadar kan diri di pelukan Asifa.


"Ibu.. bu..ibu" Asifa memanggil sambil mengguncang-guncangkan tubuh bu Gina.

__ADS_1


"Mas ibu"kata Asifa saat menatap Ardi.


"Haris ayo bawa ibu ke rumah sakit terdekat sini." kata Ardi yang langsung mengangkat tubuh bu Gina bersama Haris.


yang di ikuti oleh Asifa Taufiq dan Fahmi tentunya. Taufiq minta papa mertuanya di rumah dan ia titip Aisyah dan anak-anaknya.


"Begitu di luar rumah Anton buka mobil dan siap ke rumah sakit terdekat."Perintah Haris.


Dengan sigap para pengawal di mobil Asifa memangku kepada bu Gina. Ardi duduk di depan Dan Antonio yang mengemudikan mobilnya. Di mobil lain Taufiq dan Fahmi ikut mobil pengawal.


...****************...


Pak Edi yang berniat datang ingin meminta maaf pun ia urungkan. Ketika melihat ada dua mobil di depan rumah pak Herman.


Akhirnya bertanya pada tetangga yang ada di depan rumahnya yang ingin tahu kabar selanjutnya.


...****************...


Sampai di rumah sakit bu Gina langsung di tangani di ruang UGD. Asifa duduk dan terus menangis, di sebelah kiri ada Ardi dan kanan ada Fahmi dan Taufiq. Para pengawal pribadi dan Haris berdiri.


Dua pengawal dan mata-mata menjaga situasi rumah sakit, dari awak media dimana saat ini keluarga Dinata sedang menjadi trending topik.


"Dek apa waktu ibu baru sampai di rumah, mengatakan sesuatu padamu?"tanya Ardi pada Asifa sambil menatap wajah wanita yang ia cintai. Yang kini wajahnya dipenuhi oleh air mata.


Asifa mendapat pertanyaan dari mantan suaminya itu. Ia mengingat-ingat apa saja yang di katakan ibu mertuanya tadi.


"Tidak ada mas, selain kata maaf dan kangen. Apa sedang sakit dan memaksa ke sini?"tanya Asifa tapi tidak menatap Ardi sama sekali.

__ADS_1


"Sebenarnya ibu sakit sejak berita tentang perceraian kita terungkap media yang di sebarkan Erna. Tapi ibu memilih rawat jalan dan ibu juga pernah menghilang dua hari seminggu lalu. Setelah itu opa yang di rawat di rumah sampai ngedrop. Bahkan ibu membuat kesal, karena keinginannya untuk bertemu dengan mu."Jawab Ardi.


"Bahkan ibu lebih memikirkan mu dari pada saya anaknya."Keluh Ardi.


"Apa anda sedang cemburu pada saya? Saya rasa wajar jika ibu begitu karena kita yang dulu tinggal bersama. Selama sebulan lebih ini kita berpisah."Ujar Asifa dengan santai dan sudah lebih tenang. Sehingga ia berani berkata seperti itu, dengan bangga. Tapi tetap dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Ardi menoleh, menatap wajah Asifa yang datar itu tidak sesuai dengan ucapannya. Ia pikir Asifa sudah bisa banyak bicara padanya. Juga sudah bisa tersenyum jika bicara dengan nya, ternyata sama saja.


"Saya rasa kamu sudah bisa melupakan semua masalah kita. Dan sudah memaafkan saya, karena ucapan ibu tadi. Ternyata masih sama, sebenarnya ibu dan opa, terutama opa. Menginginkan kita untuk rujuk, jujur sebenarnya dari lubuk hati yang terdalam. Saya ingin kita bersama kembali, saya akan lakukan apapun untuk mereka. Apakah kamu mau rujuk lagi? kita mulai dari awal lagi."Ujar Ardi, ia tidak perduli jika saat ini mereka berdua ada di rumah sakit.


Deg


Ia tahu jika pembicaraan mereka di dengar oleh kakak iparnya, selaku pengawas Asifa sekarang.


Dan Fahmi pemuda tampan yang berstatus duda itu tidak kalah tampangnya dari Ardi. Tahu apa yang di katakan pada Asifa, kerena dirinya yakin jika Asifa akan menerimanya kembali.


Fahmi yang mendengar ucapan Ardi, mendadak jantung rasanya berhenti berdetak. Tapi dirinya sadar, kalau Asifa bukanlah siapa-siapa baginya.


Kini Ardi dan Fahmi menunggu jawaban Asifa, yang akan menjawab apa.


Sementara Taufiq tersenyum, melihat raut wajah mereka berdua. Dan Taufiq yakin jika adik iparnya akan menolak permintaan Ardi.


*****Bersambung....


apakah jawaban yang akan di berikan oleh Asifa?...


tunggu di episode selanjutnya ya...😜😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2