APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
118. Air mata penyesalan


__ADS_3

Di kediaman Dinata.


Salsa yang lagi tidak enak badan kini harus istirahat di dalam kamar. Ia duduk di sandaran tempat tidur, di temani Ardi sang suami. Mereka yang suntuk pun menyala televisi yang ada di kamar. Tidak di sangka, tayangan televisi itu ternyata tentang pernikahan Asifa. Ardi yang tadinya bersandar pun langsung duduk tegak dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Dalam acara tersebut dari prosesi akad nikah, ijab qabul, sampai selesai nya acara sakral tersebut. Di tayangkan secara live, walau terlihat sederhana. Tapi mampu membuat siapa menangis haru dengan menyaksikan acara tersebut.


Seperti saat ini Salsa yang tidak bisa datang namun bisa menyaksikan siaran langsung pernikahan Asifa dan Fahmi. Akad nikah dengan bahasa Arab tersebut, membuat Salsa senang. Karena sahabat nya itu mendapat orang yang tepat, untuk mendampingi hidupnya.


Kini ia sadar bahwa suaminya menangis dan diam dan raut wajah memerah dan datar tanpa ekspresi. Ia yakin jika saat ini suaminya itu sedang meratapi nasibnya. Yang kini menyaksikan siaran langsung pernikahan mantan istrinya.


Yang penuh dengan kebahagiaan yang tulus dengan laki-laki sederhana. Yang mampu menyingkirkan namanya dari hati Asifa mantan istrinya. Bahkan kini karena dirinya yang sedang sakit, mereka tidak bisa menyaksikan langsung di Jogja. Dan mereka hanya menyaksikan lewat layar kaca, di dalam kamarnya.


Ya Ardi kini merasa sesak di dadanya hingga sulit untuk bernafas. Betapa sakit hatinya menyaksikan acara pernikahan orang yang ia cintai. Walau pun tidak menyaksikan langsung di Jogja. Dan menyaksikan lewat layar kaca saja, sakitnya luar biasa.


Kini ia tahu apa yang di rasakan Asifa saat dirinya menikah lagi dengan sahabatnya. Walau pun saat itu dirinya belum bisa menerima dan mencintai Salsa. Tetap saja itu sangat menyakitkan hati orang yang ia cintai.


Kini air mata penyesalan lah yang ia rasakan, terlihat lebih karena kebodohannya ia melepaskan Asifa begitu saja. Sekarang perempuan yang masih mengisi separuh hatinya, kini telah bahagia dengan laki-laki sempurna.


Ya siapa pun yang melihatnya pasti beranggapan bahwa Fahmi laki-laki sempurna. Dan Asifa perempuan yang beruntung bisa di cintai oleh Fahmi dengan setulus hatinya.


Asifa terlihat bahagia, dan ucapan mereka berdua setiap ijab qabul begitu romantis. Kini ia menyadari bahwa dirinya memang tidak pantas untuk Asifa. Dan Ardi juga menyesali ucapan dirinya yang membuat Asifa terluka semakin dalam sehingga sulit untuk di maafkan.

__ADS_1


Ardi tahu persis seperti apa sifat mantan istrinya itu. Yang mudah memaafkan kesalahan orang meski pun orang tersebut meminta maaf. Tapi berbeda dengan dirinya, Asifa berkata bahwa dirinya sudah memaafkan sepenuh hatinya. Tapi itu tidak lah tulus dari lubuk hatinya, karena terlihat dari sorot matanya.


Ya itu Ardi faham jika kesalahan diri pada Asifa begitu dalam. Sehingga hatinya hancur sehancur-hancurnya, meski pun bisa di sembuhkan. Tidak bisa sempurna lagi bentuk baik, karena tampak indah lagi. Karena hati layaknya sebuah cermin, maka ketika pacah berkeping-keping. Walau pun sudah di perbaiki dengan lem perekat, tetap tidak seperti semula. Sebab cermin tersebut tidak dapat memantulkan bayangan yang sempurna.


"Semoga kamu bahagia dengan orang yang sudah menyembuhkan luka di hatimu sayang. Dan menjadi pembimbing mu di dunia dan akhirat, seperti yang kamu harapkan." Ucap Ardi dalam hatinya.


Kemudian ia menyadari bahwa dirinya sudah memiliki hati yang harus ia jaga. Ia menghapus air matanya yang membasahi pipinya. Dan menetralkan perasaan sebelum ia menatap wajah Salsa istrinya.


"Sayang mas bahagia dengan pernikahannya Asifa dan Fahmi berjalan dengan lancar. Bahkan banyak yang ia terharu dengan melihat kebahagiaan mereka. Mas pun merasa terharu, setidaknya Asifa tidak akan terpuruk lagi."Kata Ardi pada istrinya.


Salsa menatap mata suaminya yang sedang menatap itu dengan dalam. Mencari sebuah kejujuran dari ucapan suaminya itu. Apakah ia benar-benar bahagia melihat kebahagiaan orang yang ia cintai itu. Namun di mata itu sulit di tebak, itu perkataan jujur atau tidak.


"Memang benar mas menyesal telah menyakiti hati orang yang mas cintai. Namun mas juga bahagia, sebab orang yang sudah membuat Asifa bahagia itu adalah laki-laki seperti Fahmi. Laki-laki bisa menerimanya dengan sepenuh hatinya. Maka mas ikut bahagia karena perempuan yang cintai bahagia. Meski pun kebahagiaan itu bukan mas yang memberikan nya untuk nya. Dan sekarang yang harus bahagia istri mas cinta terakhir nya mas, yaitu kamu."Jawab Ardi dengan senyum manis dan mendaratkan kecupan hangat di kening istrinya.


Salsa masih penasaran apakah suaminya ini sudah mulai mencintai dirinya. Dengan jawab yang di berikan suaminya lah ia bisa percaya dengan jawaban suaminya tentang Asifa.


"Apakah mas juga sudah mulai mencintai ku?"tanya Salsa dengan tatapan penuh harap jangan ia adanya.


"Mas sudah mencintai mu dari sebelum kita menghadiri acara pertunangan Asifa itu sayang. Namun kalau sebesar apa cinta mas pada mu, mas rasa mungkin setengah hati mas ini sudah terisi oleh namamu. Apakah kamu juga sudah bisa mencintai mas dan melupakan Kevin?"tanya balik Ardi pada istrinya, yang mana mereka sama-sama belum bisa move on dari mantan.


"Aku pun sama sudah bisa mencintai mas dan lebih besar dari pada masa lalu. Karena masa lalu yang menyakitkan tak mungkin di kenang mas."Jawab Salsa, dengan senyum manis ia berikan pada suaminya.

__ADS_1


Ardi langsung menarik Salsa dalam dekapan nya, sebagai anda ia bahagia dengan jawaban istrinya. Namun dari jawaban itu juga menohok hati nya. Hal itu juga yang saat ini Asifa rasakan, akan melupakan dirinya. Dan tidak mungkin akan menjadikan dirinya kenangan, karena itu akan menyakitkan hatinya.


"Ya sudah kalau begitu kita makan siang yuk. Mas lapar juga, emang orang yang pada kondangan aja yang lapar. Karena kita hanya bisa menyaksikan siaran langsung pernikahan mereka lewat layar kaca. Maka kita makan di rumah sendiri, karena tidak bisa menikmati makanan yang di layar kaca."Ajak Ardi dengan bercanda.


"Ayo, Salsa juga lapar. Tapi gendong ya."kaya Salsa dengan nada manja.


"Baiklah sayang apa pun yang kamu mau, akan mas lakukan." Langsung mengangkat Salsa ala bridal style.


Mereka berdua berjalan keluar kamar dan menuju ruang makan. Setelah sampai Ardi pun menurun kan Salsa dengan lembut. Kemudian ia mengambil makanan yang sudah di sajikan oleh para pelayan di rumah mereka ini. Mes saat ini hanya berdua, karena opa dan ayah nya menghadiri acara pernikahan putri angkatnya yang tidak lain menantunya. Yaitu mantan istrinya, yang kini tengah berbahagia bersama orang yang sudah menyembuhkan luka hatinya.


***** Bersambung.....


Mampir di karya author yang lain ya teman-teman.





Semoga dapat menghibur dan menjadi inspirasi dalam hidup sehari-hari.

__ADS_1


__ADS_2