APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
68.Kenapa aku bisa lupa


__ADS_3

Setelah berada di luar ruangan Asifa pak Arya langsung memberi perintah pada para pengawalnya.


"Andik kamu jaga di sini sampai Asifa pulang ke rumah saja ya. Setelah itu kalian harus berhenti dan pindah ke Jakarta, tugas di sana." Perintah pak Arya.


"Maaf tuan besar, apakah kami tidak harus mengawasi nyonya muda Asifa lagi?"tanya Andik, ada rasa berat hati tidak lagi di tugaskan untuk mengawal Asifa lagi.


Tapi sebagai pengawal, harus kerja sesuai perintah majikannya. Apa lagi Asifa hanya anak angkat dan mantan istri tuan mudanya.


Bukan karena ada perasaan terhadap nyonya mudanya itu. Semenjak dia di tugaskan untuk mengawal Asifa bersama Irgi. Mereka merasa nyaman memiliki nyonya muda, yang baik dan ramah.


Asifa sosok majikan yang selalu perduli dengan sesama. Jika bertutur kata selalu lembut, meskipun jarang bicara dan menjaga jarak. Tidak pernah lupa untuk mengajak memerintahkan segala sesuatu tanpa kata "tolong" terlebih dahulu.


Hal itu membuat Asifa berada di hati mereka, yang selalu ingin melindungi Asifa. Seperti melindungi adiknya sendiri, kini mereka merasa kehilangan sosok Asifa.


"Kamu tahu sendiri kan kondisi Asifa? dia butuh ketenangan jiwa. Saya tahu kalian sangat kehilangan bukan, apa lagi saya. Selaku ayah angkatnya, sejak Asifa bayi setiap hari minggu selalu bersama. Sekarang saya harus menjaga jarak, demi kenyamanan dan kebaikan nya. Doakan dia yang terbaik, jika kalian menyayangi Asifa."Ucap pak Arya.


"Baik tuan besar." Para pengawal, mereka pasrah demi kenyamanan dan kebaikan nyonya mudanya.


Ya pak Arya mengetahui bahwa para pengawal itu. Selama ini menjaga Asifa seperti menjaga adik sendiri.


Pak Arya tahu ini dari Antonio dan Haris. Haris pun sama apa lagi mereka sama-sama anak angkat. Meski mereka tidak tertera di kartu keluarga. Haris mendapatkan fasilitas yang sama dengan Ardi. Hanya saja mereka tidak punya kendaraan pribadi yang sama seperti Ardi. Tapi setelah menikah mereka mendapatkan hadiah yang fantastis dari pak Arya. Seperti Haris, punya rumah, mobil, usaha sesuai bidang pendidikan masing-masing.


Antonio, Irgi, dan beberapa pengawal mengikuti pak Arya, yang akan pulang ke Jakarta hari ini juga. Pesawat akan terbang ke Jakarta, pukul 12:30 siang ini. Yang mana Waktunya tinggal 1 jam lagi, mereka bergegas ke bandara internasional AdiSucipto Yogyakarta.


...****************...


Fahmi baru sampai di rumah, segera membersihkan diri. Sebelum membereskan rumah, dan memasak untuk makan siang.


Setelah selesai membersihkan diri, Fahmi langsung membersihkan rumah dan mencuci baju. Setelah semua beres, Fahmi melaksanakan sholat dzuhur lebih dahulu di masjid.


Beberapa menit kemudian Fahmi sampai di rumah, langsung melepaskan sarung. Dan melipat lalu meletakkan di sandaran kursi meja makan.

__ADS_1


Menuju kulkas, melihat masih ada ayam yang sudah siap goreng. Karena sebelum di simpan di kulkas, Fahmi sudah merebus daging ayam dengan bumbu ayam goreng.


Jadi ketika sedang buru-buru Fahmi bisa cepat selesai masak makanan. Hal itu dirinya pelajari dari ibunya, sehingga dia sudah terbiasa dengan memasak sendiri.


Setelah sambal terasi dan ayam goreng sudah siap. Fahmi mengambil ketimun sebagai pelengkapnya, lalu di cuci dan di potong-potong.


Saat semua sudah siap di atas meja makan. Baru saja teringat sesuatu yang belum di masak. Apa lagi kalau bukan nasi, karena orang Indonesia. Tidak akan kenyang jika tidak ada nasi.


"Astaghfirullah..., kenapa aku bisa lupa begini mana sudah lapar lagi."Gumamnya sambil menepuk keningnya.


Dengan cepat Fahmi mencuci beras, dan memasaknya. Sambil menunggu dia akan mengambil ponsel yang ada di kamar. Tidak lupa dengan sarung yang di letakkan pada sandaran kursi meja makan tadi ia bawa.


Selama dia membersihkan rumah dan mencuci baju tadi. Ponsel miliknya di charger, karena hampir habis daya baterai.


Ternyata ada beberapa panggilan dari kakak, bapak dan ibunya. Karena merasa bersalah, sebab tadi dia sedang mencuci baju. Segera Fahmi menghubungi ibu lebih dahulu, baginya ibu lebih utama.


"Halo assalamu'alaikum nak." Suara bu Fatimah dari sebrang.


"Wa'alaikumsalam bu, maaf tadi ponsel di kamar Fahmi lagi mencuci baju."Jawab Fahmi.


"Fahmi juga sudah kangen sama ibu dan bapak. Alhamdulillah...., berarti Fahmi tidak sendirian lagi. Tapi sampai sini jam berapa bu? takut Fahmi lagi tidak di rumah."Fahmi sangat senang saat mendengar kedua orang tuanya akan datang.


"Kami berangkat sore nak, mungkin sebelum magrib bapak dan ibu sampai rumah mu. Jangan lupa ya, kamu kirim alamat rumah mu."Kata bu Fatimah.


"Baik bu kalau begitu, Fahmi akan kirim langsung ke ibu setelah telepon selesai."Kata Fahmi.


"Oh ya, bagaimana kabar Asifa? kemarin ibu lihat beritanya heboh lagi?"tanya bu Fatimah.


"Doakan Zahra ya Bu. Saat ini Zahra sedang berada di rumah sakit. Ini semalaman Fahmi dan mas Taufiq, yang jaga. Dan Fahmi baru pulang jam setengah 11 tadi."Kata Fahmi


"Berarti dia sudah berada di Jogja ya? Terus keadaan nya bagaimana? apa sudah membaik?"bu Fatimah

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah membaik bu."Jawab Fahmi.


"Alhamdulillah kalau sudah baikan. Ya sudah kamu lanjut lagi aktivitas mu, ibu tutup dulu ya. Assalamu'alaikum,"ucap bu Fatimah.


"Ya wa'alaikumsalam bu,"jawab Fahmi.


Sambungan telepon sudah tertutup, kemudian Fahmi membawa ponsel nya ke meja makan.


"Ini nasi lama banget ya, perasaan sudah dari tadi. Giliran lagi gak nunggu perasaan cepat matang. Buat ganjal perut lapar apa ya," gerutunya sambil jalan ke kulkas, di sana ada masih apel satu. "Ah lumayan bisa buat ganjal perut yang lagi lapar." Di ambil nya pisau, lalu di kupas dan di potong-potong.


Apel sudah habis, tepat pula nasi matang. Langsung dia mengambil nasi dan makan dengan lahap.


Malam hari saat Fahmi sedang sibuk dengan pekerjaannya yang sedang menyiapkan soal untuk kuis besok. Ponsel berdering terus sampai tiga kalinya, konsentrasi pecah.


"Ponsel ini laris banget sih, siapa lagi mengganggu saja."Gerutunya.


Melihat nama yang tertera ternyata teman kerjanya di kampus.


"Halo assalamualaikum bu,"ucap Fahmi.


"Wa'alaikumsalam pak Fahmi. Lagi sibuk gak?"suara seorang wanita.


"Alhamdulillah, lagi buat soal untuk anak-anak besok."Jawab Fahmi dengan nada datar dan dingin tentunya.


"Oh begitu, apa pak Fahmi butuh bantuan?"dengan nada manja.


"Apakah kita mengajar dalam materi yang sama? Tidak kan? terima kasih, saya tidak butuh bantuan." Fahmi sudah jengah dengan perempuan satu itu.


"Ya sih, kita beda materi. Setidaknya saya bisa membuat pak Fahmi semangat..." Belum selesai sudah di potong oleh Fahmi.


"Terima kasih tawaran nya, assalamualaikum."Langsung di memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


"Subhanallah.... jauhkan hamba dari mahluk mu yang seperti itu ya Allah..."Ucap Fahmi dengan mengusap wajahnya.


*****Bersambung......


__ADS_2