APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
131.Tanam benih


__ADS_3

Setelah itu Fahmi ikut andil dalam penyembuhan Asifa kembali. Dengan membuat Asifa sibuk, memikirkan dirinya dan masa depannya. Sampailah saat ini, barulah Fahmi paham. Apa yang membuat Asifa bahagia dan juga menderita batin. Dalam hati Fahmi berkata "aku berjanji tidak akan membuat orang yang aku cintai hanya memikirkan kebahagiaan orang lain. Dek Zahra harus bahagia juga, aku tidak akan egois lagi. Kalau dek Zahra bisa membahagiakan aku dan keluargaku, maka aku harus bisa membahagiakan nya juga. Baru itu sejalan, tidak akan ada yang tersakiti satu sama lainnya."


"Sayang..., kamu ini ya gemes sin banget deh. Untung di belakang dan ada bapak sama ibu di mobil."Kata Fahmi sambil melirik dari kaca spion depan itu.


"Kalau tidak ada kami kamu mau apain putri ibu ini?" tanya bu Fatimah, Asifa hanya mengangguk sambil tersenyum malu saat matanya bertemu pandang pada suaminya.


"Yang pasti digarap lah bu, mau apa lagi."Jawab Fahmi dengan senyum malu pada ibu dan bapak nya.


Asifa jangan di tanya lagi bagaimana rona wajahnya, saat mendengar ucapan suaminya. Rasanya pengen kabur saja dari mobil itu dan lari mana gitu, supaya tidak melihat kedua mertuanya itu.


"Kamu ini ya, baru juga kami ini, bilangin kamu. Malah maka di garap lagi, awas! ya kalau sampai putrinya ibu sampai sakit, nanti kamu pulang ke rumah mu sendiri."Ucap bu Fatimah dengan tatapan serius dan tajam pada Fahmi.


"Hehehe ya gitu juga bu, masak Fahmi di suruh jadi lajang lagi. Lagian ini kan masih pengantin baru bu, wajarlah kalau mau nya lengket terus. Nanti kalau sudah sebulan juga berkurang, atau mungkin saat dek Zahra hamil bu."Bantah Fahmi, tidak ingin tidur sendiri lagi.


"Ibu tidak main-main sayang, ibu serius dengan ucapan ibu. Tidak ada bantahan apa pun, kalau itu sampai terjadi." Ucapnya dengan tegas.


"Iya ibu ku sayang, yang paling perhatian, pengertian, paling cantik tiada duanya. Ibu semata wayangnya Fahmi dan mbak Anis."Ucap Fahmi, menghentikan mobilnya karena sudah sampai di rumah.


Langsung membuka pintu mobil, dan keluar menuju pintu belakang. Kemudian membuka pintu mobil untuk istrinya, tanpa aba-aba ia mengangkat istrinya ala bridal style. Meninggalkan kedua orang tuanya, begitu saja. "Maaf ya bu Fahmi duluan sudah gak tahan. Pak titip ibu, Ami mau tugas dulu." Pamit Fahmi tanpa melihat keduanya.


"Tugas apa Ami?"tanya pak Daryanto sambil tersenyum dan geleng kepala. Lalu mencabut kunci mobil, lalu menggandeng tangan istrinya.


"Tanam benih pak." Teriaknya karena sudah jauh, dan sudah di pintu masuk yang di buka sama Art.

__ADS_1


"Assalamualaikum bi," Ucap Fahmi saat Art buku pintu, langsung masuk menuju kamar nya.


"Wa'alaikumsalam mas, mbak." Jawab bibi Sarmi, menggeleng kepala melihat pasangan pengantin baru itu.


"Maklum bi, masih anget ya begitu."Ucap pak Daryanto.


Melihat putra semata wayangnya itu bahagia dan menikmati masa pengantin baru. Pak Daryanto ini juga ingin menikmati indahnya masa tuanya bersama istri tercinta. Yang mana saat ini sudah tidak ada halangan lagi, tidak jauh beda dengan pengantin baru.


Dengan semangat pak Daryanto pun menuntut istrinya ke kamarnya. Setelah berada di dalam kamar pintu pun langsung di kunci. Membuat bu Fatimah menggeleng kepala, kini suaminya tidak mau kalah dengan putranya yang masih pengantin baru.


Sementara itu Fahmi langsung masuk kamar mandi, setelah mengunci pintu kamar. Di dudukkan nya istrinya di atas wastafel. Dengan telaten ia membukanya kerudung hingga pakaiannya istri tercinta. Kemudian ia membawa sang istri di bawa shower dan memandikan istrinya.


Asifa sudah seperti manekin patung baju saja. Namun hatinya sangat berbunga-bunga, rasa bahagia itu sulit jika ungkapkan dengan kata-kata. Selagi di mandikan oleh suaminya, sesekali ia memberikan senyuman manis untuk suaminya.


"Sayang pakai sendiri ya kerudung nya, mas mandi sebentar. Sayang jangan ke mana-mana duduk di sini saja."Pesan Fahmi.


"Iya mas Ami sayang," sambil tersenyum manis pada Fahmi.


Fahmi senang istrinya patung tidak banyak protes dengan apa yang ia mau. Hatinya sangat bahagia bisa melihat senyum istrinya yang bahagia dengan perlakuan yang ia berikan. Sebelum masuk kamar mandi, Fahmi memberikan kecupan manis di kening istrinya.


Setelah kepergian Fahmi dari hadapannya, Asifa menyisir rambutnya. Dan memakai mike up tipis, tak lupa menyemprotkan parfum sedikit. Kini jika di rumah ia berias untuk suaminya, jika keluar tidak mengunakan mike up.


Setelah beberapa menit, Fahmi keluar dengan handuk melingkar di pinggang. Langsung menuju ke lemari pakaian, dan memakai pakaian santai warna senada dengan istrinya meski polos. Yang kini di pakai warna coklat muda, dengan celana pendek coklat tua. Sedangkan Asifa memakai daster batik warna coklat muda, kerudung coklat tua. Namun karena masih di kamar kerudungnya belum di pakai.

__ADS_1


"Sayang mau makan di kamar apa di rumah makan ni?"tanya Fahmi, sambil memeluk Asifa dengan berjongkok di depannya.


"Di ruang makan saja ya mas."Jawab asifa


"Mas...,"panggilnya.


Fahmi menoleh "apa sayang," sambil mendongak menatap wajah sang istri.


"Tadi kan aku di gendong sama mas, jadi tas masih di mobil mas." Kata Asifa, dengan menunduk menatap wajah suaminya yang kini sedang menatap dirinya.


Fahmi tidak langsung menjawab ia malah mencium kening istrinya, sambil berdiri. "Ayo sekarang kita makan dulu, nanti tasnya mas ambil." Yang langsung menggandeng tangan Asifa, lalu berjalan keluar kamar untuk menuju ruang makan.


Sampai di sana ternyata kedua orang tuanya tidak ada di ruang makan. Lalu menarik kursi untuk Asifa, setelah Asifa duduk baru dirinya duduk.


"Mungkin ibu dan bapak lagi membersihkan diri, kita makan saja dulu ya. Soalnya mas mau ke masjid untuk sholat dhuhur yang sebentar lalu tiba."Ujar Fahmi yang melihat jam dinding menunjukkan pukul 11:45 artinya sebentar lagi adzan.


"Baik mas," Asifa langsung kan makanan untuk suaminya. Lalu memberikan pada suaminya, saat mau mengambil makanan untuk dirinya sendiri di cegah oleh Fahmi.


"Kita makan berdua saya ya sayang biar romantis."Ujar Fahmi, kemudian membaca doa makan.


Kemudian keduanya makan dengan hikmat, karena sepiring berdua. Membuat mereka kurang, dan akhirnya nambah satu piring lagi. Setelah selesai makan, Asifa mencuci piring bekas makan. Sedangkan dah Fahmi mengambil tas istrinya ke mobil.


Namun saat sampai di ruang tamu ia melihat tas istrinya ada di sofa. Ia pun berpikir sejenak, lalu diambilnya dan di berikan pada istrinya.

__ADS_1


*****Bersambung


__ADS_2