APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
31.Iya princess...


__ADS_3

"Lah kapan tadi si Badrun bilang tamunya gadis lah ini laki-laki."Kata tetangga sebelah mpo Yati.


"Memang mpo, ada seorang perempuan yang datang ke rumah saya. Tapi tidak sendiri, bapak ini datang satu keluarga."Jelas Fahmi.


"Apakah gadis itu calon Fahmi? jangan lama-lama kalian tinggal satu atap dengan yang bukan mahramnya. Walau pun ada calon mertua, bukan tidak mungkin kalian lolos dari godaan setan." Ujar ustadz Abdul Hamid.


Wajah Fahmi merona merah, dan Fahmi menunduk malu. Juga tidak enak hati dengan pak Herman. "Bukan ustadz, Tapi jika jodoh saya tidak akan lama-lama ustadz. Maaf saya masih ada janji dengan pak RT, nih saya pulang untuk sarapan, permisi assalamualaikum" Fahmi segera kabur dari warungnya mpo Yati, sebelum tambah panjang interogasinya.


"Wa'alaikumsalam" Jawab semua yang ada di warung tersebut.


"Eh apa benar ya Fahmi mau nikah makanya dia ada janji sama pak RT."Ujar mpo Lela.


"Mungkin bu, dah jangan ghibah pagi-pagi. Mpo tolong buatkan saya lontong sayur dua nasi uduk tiga ya. Semua pake jengkol ya, jangan lupa sambel." Ujar pak ustadz Ahmad Hamid.


Warung mpo Yati langsung sepi tanpa ada yang bersuara kecuali bunyi sendok sayur ketemu panci.


Perjalanan ke rumah pak Herman dan Fahmi masih pada diam, hingga Fahmi mengawalinya.


"Maaf pak, soal perkataan warga sini terutama ucapan pak ustadz Ahmad Hamid tadi."Ujar Fahmi, sungguh dia tidak enak hati pada pak Herman.


"Sudah resiko jika bertamu ke rumah seorang lajang, sudah pasti menjadi buah bibir." Kata pak Herman.


"Asalkan jangan nanti calon istri mu datang ke sini melabrak kami dan bilang jika putri saya pelakor. Saya takut, jika putri saya ngedrop lagi, maka akan berdampak buruk."Nampak jelas kekhawatiran di wajah pak Herman.


"Kalau itu bapak tenang saja, insya allah tidak ada yang melabrak kita kecuali warga. Mereka berkata seperti itu, karena saya juga sudah lama sendiri pak."Ujar Fahmi.


"Maksud nak Fahmi sudah lama sendiri apa?"tanya pak Herman.


Belum sempat menjawab pertanyaan pak Herman, Fahmi ingin masuk rumah dulu. Namun harus berhadapan dengan Badrun, tepat di depan rumahnya. Bersama beberapa warga, yang memang sudah terhasut.


Sementara Asifa berada di teras menuggu papanya karena sudah sangat lapar.


"Wah Wah ternyata ini dia yang sedang mencemari lingkungan. Dengan membawa gadis tinggal di rumahnya, tanpa ada status hubungan yang jelas, alias kumpul kebo." Ejeknya Badrun, yang memancing emosi warga.

__ADS_1


Asifa yang mendengar ucapan Badrun pun mendadak memanas. Dan dia yang lapar pun langsung tersulut emosi. Tapi dia tidak ingin papa khawatir padanya. Dia berdiri dan berjalan langsung bergelayut manja pada papanya layaknya anak yang tidak normal.


"Jaga ucapan mu Badrun, pagi-pagi kamu sudah fitnah orang seenak jidat mu!"Fahmi yang sudah geram dengan kelakuan Badrun.


"Papa Zahra lapar dari tadi kenapa lama sih. Kan nih cacing di perut Zahra pada demo. Ayo pa Zahra mau makan, di sini banyak orang jahat. Ajak mas Fahmi pa, mama udah bikin teh buat kita."Celoteh Asifa seperti anak kecil dan manja.


Seketika emosi Fahmi redam, tersenyum melihat tingkah laku Asifa yang menurutnya sangat manis.


Sedangkan Badrun dan beberapa warga kini bengong melihat Asifa bergelayut pada bapak yang bersama Fahmi. Badrun melihat kecantikan Asifa sungguh terpesona. Namun melihat tingkah laku Asifa jadi ilfil, karena dia pikir seperti anak autis.


Empat orang yang lebih tua dari Badrun itu bengong karena sempat percaya dengan Badrun. Jika Fahmi kumpul kebo, namun yang dia lihat ada gadis berjilbab cantik. Bergelayut manja pada seorang laki-laki yang bersama Fahmi.


Pak Herman sempat kaget dengan tingkat putrinya. Yang sempat di pikirkan jika putrinya akan drop malah sebaliknya.


"Iya princess..., maaf ya papa tadi antri jadi lama. Apakah cacing di perut princess mengeluarkan suara sampai princess tidak sabaran hem?" yang mengikuti alur mainnya putrinya.


"Hem dari tadi, apa papa belinya jauh?"tanya Asifa.


"Tidak dek cuma dekat dengan bang Komar. Ayo katanya lapar ini makanan ada sama mas yo."Ajak Fahmi dengan berjalan lebih dulu tanpa mempedulikan Badrun dan beberapa warga.


Setelah sarapan Fahmi pamit ke rumah pak RT dulu. Untuk mengurus surat pindah meski tak selesai hari. Dia akan minta tolong pada pak RT untuk mengurusnya. Karena dia sudah harus kerja lusa jadi tidak ada waktu lagi.


"Fahmi apa alasan mu pindah ke Jogja bersama kedua mu. Bukannya kemarin lagi kerumahnya kakak mu?"tanya pak RT.


"Karena saya dapat pekerjaan di Jogja pak RT. Dan lusa saya sudah harus mulai kerja. Saya mau berangkat sekarang, karena besok saya harus cari kontrakan atau kosan sementara saya belum punya rumah."Ujar Fahmi.


"Oh begitu, lalu rumah mu bagaimana?"tanya pak RT.


"Kalau rumah sudah minta tolong sama bang Komar, dan saya minta tolong pak RT yang mengurus. Nanti jika ada yang minat pak RT jadi saksinya dan bantu urus surat balik nama jika pembeli mintanya beres."Kata Fahmi.


Belum sempat pak RT mengiyakan bang Komar sudah datang menghampiri Fahmi.


"Assalamualaikum," ucap bang Komar.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam" jawab pak RT dan Fahmi


"Ada perlu apa bang, buru-buru gitu?"tanya pak RT.


"Begini pak RT, saya kesini mau jemput Fahmi."Jawab bang Komar.


"Mau di ajak kemana ni bang?"tanya Fahmi.


"Itu ada yang mau lihat rumah lu, orang udah di rumah, pengantin baru."Jawab bang Komar.


"Hah? serius bang? pak RT ayo."Ajak Fahmi.


"Iya bener." Jawabnya.


"Ya sudah ayo. Bu ayah ke rumah pak Yanto dulu ya." Pamit pak RT pada istrinya sedikit berteriak, karena istrinya berada di dapur.


"Iya yah." Jawab bu RT.


Mereka bertiga sampai rumah, di teras sudah ada tiga orang tamu dan di temani pak Herman.


"Assalamualaikum," mereka bertiga mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam" jawab pak Herman dan ketiga tamunya.


"Mas benar rumah ini di jual?"tanya pembeli.


"Ya mas, maaf dengan mas siapa? saya Muhammad Fahmi Ramadhan, bisa panggil Fahmi." Fahmi memperkenalkan diri.


"Oh ya kenalkan saya Harun Nasution. Dan ini istri saya Yasmin Wardana, yang ini, pengacara yang akan mengurus surat balik nama."Kata Harun.


"Saya Dika Raditya, apakah mas Fahmi sudah punya orang untuk urus surat-surat?" tanya Dika.


"Tapi saya lagi bahas masalah ini dengan pak RT. Saya minta sebagai saksi, bang Komar sebagai properti nya. Oh ya, mas Harun bisa cepat sekali ketemu bang Komar?"tanya Fahmi.

__ADS_1


"Iya kebetulan saya beberapa hari lalu tanya sama bang Komar. Dan tadi saya dapat telepon dari bang Komar, langsung kesini." Kata Harun.


*****Bersambung....


__ADS_2