APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
132.Di lihat bibi


__ADS_3

Namun saat sampai di ruang tamu ia melihat tas istrinya ada di sofa. Ia pun berpikir sejenak, lalu diambilnya dan di berikan pada istrinya.


"Sayang ini tasnya, mas ke masjid dulu ya."Pamit Fahmi sambil memberikan tas milik istrinya.


"Iya mas, hati-hati,"Asifa menyalami tangan suaminya, yang di balas dengan kecupan manis di seluruh wajahnya. Tidak ketinggalan Fahmi meraup bibir ranum milik istrinya.


"Mas... Kan malu itu di lihat bibi."Saat sudah lepas dari ciuman Fahmi. Sambil melirik bibi yang mematung di pintu belakang hendak masuk sambil membawa keranjang baju.


Fahmi tersenyum malu ke arah bibi Sarmi, dan menyuruh istrinya ke kamarnya dan tidak mengizinkan keluar sebelum pulang.


"Ya sudah sayang di kamar ya, sebelum mas pulang jangan keluar ya sayang."Sambil mengiringnya ke kamar miliknya, bahkan mengecup kening istrinya sebelum berjalan ke masjid.


"Iya mas, dengar tu sudah adzan berkumandang." ujar Asifa. Jika tidak di peringatan suaminya ini, sebab sangat terlihat tidak ingin pergi dan ingin bersamanya.


"Iya sayang, terima kasih ya selalu mengingatkan mas. Mas berangkat dulu assalamualaikum," langsung pergi meninggalkan istrinya.


"Wa'alaikumsalam," setelah menjawab salam, Asifa masuk ke kamar. Saat mau menutup pintunya, di cegah oleh bibi Sarmi.


"Mbak sebentar," teriak nya sambil berjalan cepat membawa keranjang.


"Maaf mbak, sayang cuma mau antar baju ini sekaligus mau merapikan di lemari." Ucapnya bibi Sarmi.


"Oh, biarkan saya saja yang merapikan." Akan meminta keranjang tersebut.


"Jangan mbak, nanti mas Fahmi marah sama saya. Ini sudah di pesan oleh mas Fahmi, jika nanti mas Fahmi tahu saya akan di pecat."Bi Sarmi ini menolak bantuan dari Asifa, sebab pesan dari majikannya yaitu Fahmi.


"Lebih baik mbak Asifa mengikuti peraturan suami, agar tidak terjadi apa-apa di dalam rumah tangga." Nasehat bibi Sarmi.

__ADS_1


"Baik lah bi, mari masuk sekalian saya. mau lihat isi lemari."Ajak Asifa.


"Memang mbak Asifa belum lihat isi lemarinya? kan sudah ganti baju?" tanya bibi Sarmi sambil merapikan pakaian ke dalam lemari.


"Belum bi, tadi semua mas Fahmi yang menyiapkan semua baju untuk Asifa."Jawabnya.


"Masya Allah,,,, mas Fahmi benar-benar bucin ya mbak." Kata bibi Sarmi.


"Karena mas Fahmi belajar dari masa lalunya. Ini semua mas Fahmi sehingga ia takut kehilangan. Sehingga apa pun yang terbaik untuk istrinya pasti ia akan lakukan."Ucap Asifa.


"Ya sudah, ini sudah selesai. Saya pamit undur diri, assalamualaikum." Ucap bibi Sarmi.


"Wa'alaikumsalam," jawab Asifa langsung menutup pintu kamar dan segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Kemudian melaksanakan sholat dzuhur, di dalam kamar itu. Sambil menunggu suaminya pulang Asifa membaca Al Qur'an dulu.


...****************...


Akan segera tumbuh di benih nya di rahim tersebut, maka ia akan menjaga dan merawat nya dengan baik. Sebab itu adalah suatu kebahagiaan yang tiada tara.


Fahmi lagi merenung di ruang kerjanya, di hitung sejak hari pertama menggarap istrinya. Istrinya tidak pernah meninggalkan sholat sama sekali. Fahmi mau bertanya namun ada rasa takut jika istrinya tersinggung. Jika tidak di tanyakan ia takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Akan berdampak buruk untuk dirinya sendiri dan juga rumah tangga nya.


Apa lagi istrinya memiliki riwayat sakit hati yang mendalam. Bahkan sampai depresi, Fahmi tidak ingin itu terjadi kembali pada istrinya. Setelah merenung Fahmi keluar dari ruangan kerja, menemui istrinya tercinta.


Setelah sampai kamu ternyata istrinya lagi tidur, Fahmi pun menyusul ke tempat tidur. Memeluk istrinya sambil membuka internet, mengetikkan sesuatu di sana. Maka keluarlah sebuah artikel yang ia ketik tadi. Yaitu 'apa saja tanda-tandanya orang hamil' itu lah yang di ketiknya tadi.


Ternyata banyak tandanya tentunya berbeda-beda setiap orang hamil. Namun semua itu para suami di harapkan untuk selalu menjadi siaga dalam menghadapi perempuan yang sedang hamil. Dan masih banyak lagi yang Fahmi pelajari, karena belum praktek maka masih belum paham keseluruhan.


Fahmi turun pelan-pelan agar istrinya tidak bangun, kemudian ia mengambil kunci motor dan dompet. Lalu keluar dari kamarnya dengan hati-hati menutup pintunya, agar tidak menggangu istrinya.

__ADS_1


Yang di depan rumah ada Art nya, yang lagi bersihkan jendela rumahnya.


"Mbak, saya mau keluar sebentar ya. Kalau dek Zahra bangun dan tanya, sampaikan saya mau ke restoran ketemu Zaki ya."Pamit dan pesan Fahmi pada Art, yaitu mbak Sri.


"Ngeh mas, nanti saya sampaikan." Kata mbak Sri.


"Terima kasih, assalamualaikum," langsung start motor metik milik nya.


"Wa'alaikumsalam," jawab mbak Sri.


"Sudah beberapa hari ini mbak Zahra pagi-pagi sudah tidur. Apa mungkin mbak Zahra hamil ya?" bertanya pada diri sendiri.


"Kalau bisa hamil, itu artinya mbak Zahra itu tidak mandul dong. Itu memang belum di berikan kepercayaan saja. Semoga aja bener, aku ikut senang kalau sampai beneran mbak Zahra hamil. Semoga itu sebuah mukjizat dari Allah SWT, yang sangat menyayangi mas Fahmi dan mbak Zahra. Karena orang baik pasti banyak yang mendoakannya, terlebih lagi doa para anak yatim-piatu. Masya Allah itu doa yang mustajab banget, pasti langsung di dengar Allah langsung."Gumamnya sambil mengejar kerjaan nya.


Sementara Fahmi sudah sampai di restoran, ia turun dari motor. Lalu berjalan masuk ke dalam restoran BERKAH BERSAMA. Yang mana saat ini lagi ramai pengunjung yang makan bersama keluarga atau pasangan nya. Atau mungkin yang pacaran, saat ini dah Fahmi lebih di kenal orang lagi. Semenjak acara pernikahan dengan sang istri tercinta, yaitu Asifa Az Zahra.


Yang mana di kenal mantan istrinya Ardi Kusuma Dinata. Namun Fahmi yang orang biasa, dan lebih terkenal orang sederhana. Walau pun sekarang banyak orang mengenalnya seorang pengusaha muda juga. Yang sukses dengan dengan kerja kerasnya sendiri di saat dia bercerai dengan istrinya yang bernama Lasminingrat Batari.


"Pagi menjelang siang mas Fahmi," sapa salah satu pengunjung yang tidak lain adalah mantan istrinya bersama keluarga baru nya.


Fahmi tersenyum melihat mantan istrinya adalah pelanggan di restoran bersama keluarga baru. Tidak menyangka saja sejak bercerai baru bertemu sekarang. Mau tidak mau ia harus ramah sebagai pemilik restoran ini.


"Pagi juga, lama tidak bertemu. Bagaimana kabar mu apa anak ini anak mu?"tanya Fahmi untuk basa-basi sambil menatap wajah anak perempuan kecil yang usianya kurang lebih 1,5 tahun.


"Iya mas ini anak kami, memang mas yang gak bisa punya anak. Eh sekarang nikah dengan janda mandul yang sudah di campakkan oleh keluarga Dinata."Ejek Lasmi.


"LASMI!!,"bentak pak Djohar.

__ADS_1


*****Bersambung......


__ADS_2