APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
36.Kehilangan jejaknya Asifa


__ADS_3

"Eh Bu makanya jangan cuma muka yang di rawat pakai bedak sekilo. Suaminya itu juga butuh di rawat, di layani bukan menyalakan orang. Belum tentu saya mau dengan suami ibu, karena saya bukan pelakor bu. Karena saya yang mengalami lebih dulu, jadi jangan pernah sebut saya pelakor. Saya permisi assalamualaikum."Asifa kini langsung jala menuju mini market depan yang tinggal beberapa puluh meter saja.


"Wa'alaikumsalam," diam sesaat "benar juga dia, dia menjadi janda juga karena suaminya mau nikah lagi. Baiklah aku akan buat mas Edi Susanto itu tak lagi bisa macam-macam dengan wanita lain."Wanita itu berbicara sendiri sambil berjalan pulang membawa kantong kresek belanjaan.


Tidak lama Asifa keluar dari mini market langsung pulang. Tapi di ketemu dengan Edi Susanto di depan rumah sedang duduk. Karena rumah sepi Asifa takut jika ada yang melihat akan menjadi fitnah.


Dan ujung-ujungnya dialah yang dapat stempel pelakor atau julukan perusak rumah tangga orang. Dia berjalan menuju rumah kakaknya yang tidak jauh dari rumahnya.


Namun Edi melihat Asifa berjalan cepat, dengan membawa kantong kresek mini market. Tidak pikir panjang dia mengejar Asifa, hingga dia berjumpa dengan Fahmi di depan rumah Taufiq.


Fahmi sebelum berangkat ke kampus untuk mengajar mampir ke rumah Taufiq. Karena ada hal yang ingin di bahas sama Taufiq. Ketika keluar pagar rumah Taufiq di kejutkan oleh kedatangan Asifa. Yang datang dengan terburu-buru dan raut ketakutan dan di susul oleh Edi Susanto.


"Dek Zahra ada apa? kenapa adek terburu-buru?"tanya Fahmi ada rasa khawatir pada Asifa.


"Maaf mas aku masuk dulu ya, aku takut." Jawab Asifa, menoleh kebelakang sebelum masuk ke dalam rumah.


"Iya"Jawab dengan mata menatap pada Edi.


"Pak Edi kenapa anda mengikuti Zahra?"tanya Fahmi.


"Bukan urusanmu, saya ingin ketemu dan bicara pada Zahra." Langsung mau masuk, namun di tahan oleh Fahmi.


"Maaf pak Edi, jika anda cuma ingin bertemu Zahra,. Mana mungkin Zahra menghindari anda, pasti anda sudah berbicara yang7 membuat Zahra ketakutan."Sindir Fahmi.


"Ya memang kamu itu siapa? kenapa ada di rumah kakaknya Zahra?"Bukan jawab malah balik tanya.


"Saya harap anda pergi dari dan jangan Zahra, karena Zahra sudah memiliki calon SUAMI."Jawab Fahmi dengan menekankan kata suami.

__ADS_1


"Apa kamu yang jadi calon suaminya, jika Zahra hidup bersama maka itu Zahra akan menderita. Secara hidup mu saja pas-pasan, dia tertekan memiliki suami seperti mu. Kalau saya yang jadi suaminya sudah pasti terjamin hidupnya."Mengejek Fahmi dengan sombongnya.


"Tapi tidak dengan hatinya pak. Saya tahu Zahra tidak akan mau di madu atau pun jadi madu. Bahkan dia seperti sekarang itu karena tidak ingin di madu. Kalau anda pikir bahagia dengan harta, tidak mungkin Zahra minta cerai dari mantan suaminya."Fahmi tersenyum sinis pada Edi.


Edi tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia pun berpikir. Apa yang di katakan Fahmi ada benarnya, bahwa Asifa bercerai karena tidak mau di madu. Dan Asifa akan di madu karena tidak memiliki keturunan. Maka dia kalau ingin Asifa jadi istrinya, dia harus menceraikan istrinya dulu.


Akhirnya Edi langsung pergi dari hadapan Fahmi, pulang ingin menceraikan istrinya. Tidak tahu aja istrinya sudah siap untuk memberikan kejutan padanya.


Fahmi tersenyum penuh kemenangan, karena lawan bicaranya tidak lagi berkutik. Lalu dia langsung masuk ke rumah Taufiq untuk memberitahu Asifa tentang Edi. Setelah itu dia berangkat ke kampus untuk mengajar karena jadwalnya tidak 30 menit lagi.


...****************...


Di Jakarta


Selama satu bulan tidak dapat kabar dari orang suruhan tentang Asifa pun sudah tidak lagi sabar. Dia pun mendatangi toko kue bu Hafsah dan rumah Aisyah di Surabaya. Namun sampai saat sampai di Surabaya Asiyah sudah pindah dari sana. Bahkan menurut informasi Aisyah pindah, sebelum Asifa pergi.


Keluarga Dinata benar-benar kehilangan jejaknya Asifa. Bahkan kini pak Surya dan bu Gina sakit-sakitan.


Pak Surya semakin merasa bersalah atas menghilangkannya dan keluarga. Sehingga menantunya terlalu mengkhawatirkan menantunya, yang memang sudah dianggap putrinya sendiri.


Di tambah lagi seminggu lalu cincin pernikahan di kembalikan pada Ardi. Dari nomor ponsel Asifa, pak Herman, bu Hafsah sampai Aisyah dan Taufiq. Bahkan keluarga Taufiq pun tidak tahu, keberadaan Taufiq.


Baru juga sampai rumah Ardi sudah brodok dengan berbagai pertanyaan dari ibu dan ayahnya. Hal ini membuat Ardi frustasi, sudah kehilangan orang yang dia cintai.


Sekarang keluarganya juga menyalahkan dirinya, sebab perceraian itu terjadi tanpa di diskusikan dengan keluarga terlebih dahulu. Karena itu juga yang membuat keluarga Hermansyah memutuskan pergi jauh dan tanpa jejak.


"Ardi beneran kamu tidak bisa menemukan Taufiq? tapi mustahil keluarga Taufiq tidak tahu kan?"tanya pak Arya.

__ADS_1


"Sayang ibu benar-benar merindukan Asifa, apa ibu tidak ada lagi kesempatan untuk bersama putri ku. Pasti dia menderita sekarang, ibu mau ketemu dengan Asifa sayang."Bu menangis sesenggukan ingin ketemu Asifa.


"Ibu doakan Asifa, semoga dia bisa menghadapi kehidupan barunya. Lagian dia tidak sendiri bersama keluarganya, intinya kita berusaha untuk tetap menyayanginya. Tapi kalau itu ada di posisi kita, kita yang selaku orang tuanya tidak akan terima. Jika putrinya menderita dan tertekan, demi kenyamanan apa pun akan kita lakukan untuk kebaikan putrinya."Ujar pak Arya.


"Jika Asifa masih di sini pun dia juga tidak akan mau rujuk. Terlebih lagi aku juga ingin punya keturunan bu, kalau ada Asifa aku tidak akan bisa melakukannya dengan istri kedua ku."Timpal Ardi.


"Kalian laki-laki memang tidak peka!"Bu Gina berkata dengan nada tinggi.


Setelah itu bu Gina pergi ke kamar sambil memegang dadanya. Menahan sakit dan sesak di dadanya, kecewa dengan sikap anak dan suaminya.


"Sudah lah yah aku pusing sendiri kalau begini, memang Ardi akui ini kebodohan ku." Langsung pergi dari rumah menuju kafe temannya.


...****************...


Kembali dengan Asifa.


"Assalamualaikum" langsung duduk di sofa di mana Aisyah dan Taufiq sedang membahas rencana Fahmi.


"Wa'alaikumsalam sayang kenapa ngos-ngosan ini?"tanya Aisyah.


"Aku takut pulang kak."keluhnya.


"Kenapa begitu sayang? apa yang membuat mu takut?"tanya Aisyah dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


"Tadi aku ke mini market depan komplek, ketemu istrinya pak Edi, aku dilabrak. Katanya aku yang menggoda pak Edi, terus sekarang pak Edi nya di depan rumah kakak. Lagi di hadapi sama mas Fahmi, tadi aku langsung masuk."Adu Asifa.


"keterlaluan ini namanya, biar kakak lihat dulu kalian di sini jangan keluar."Titah Taufiq.

__ADS_1


*****Bersambung....


__ADS_2