
Mengibas Kasur Sebelum Tidur di Atasnya
Bagi orang yang hendak tidur, disunnahkan untuk mengibas kasur dengan bagian dalam sarungnya tiga kali dan membaca basmalah. Hal ini berdasarkan pada hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
"Jika salah seorang di antara kamu hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, kemudian mengucapkan:
بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِى
Bacaan latin: Bismika rabbi wadha'tu janbii
Artinya: "Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku," (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).
Membaca Doa Sebelum Tidur
Amalan sebelum tidur selanjutnya adalah membaca doa sebelum tidur, yaitu 'Bismika allahumma amuutu wa ahya'. Sebab keadaan tidur merupakan keadaan antara sadar dan tidak sadar bagi kita.
Sebagaimana dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata:
كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »
Artinya: "Apabila nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan doa: 'Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).' Dan apabila bangun tidur, Beliau mengucapkan: "Alhamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)." (HR. Bukhari no. 6324).
Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur
__ADS_1
Keutamaan membaca ayat kursi sebelum tidur yakni, Allah melindungi kita dari gangguan setan hingga pagi harinya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW membenarkan perkataan berikut ini:
فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ
Artinya: "Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta'ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi," (HR. Bukhari).
Membaca Surat Pendek Sebelum Tidur
Amalan sebelum tidur Rasulullah adalah membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas. Ketiga surat ini tak pernah lupa diucapkan oleh Rasulullah sebelum tidur.
Dari Aisyah RA berkata:
كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
Menyegerakan Tidur Setelah Sholat Isya
Amalan selanjutnya adalah mengenai waktu tidur yang tidak terlalu malam atau pun tidak terlalu cepat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, ia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membenci tidur sebelum sholat 'Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya." (HR. Bukhari).
...----------------...
__ADS_1
Fahmi pun sudah ikut terlalap dengan memeluk Asifa. Yang memang sudah sangat lelah dengan aktivitas seharian penuh. Bahkan hari ini mereka sudah mandi junub 2 kali, meski pun tengah malam. Mereka tertidur dalam keadaan bersih, dan wangi sehingga mereka merasa nyaman dalam tidur nyenyak nya.
...****************...
Dua telah berlalu Asifa dan Fahmi sudah pulang dari bulan madunya. Dengan wajah berseri-seri keduanya masuk ke rumah.
"Assalamualaikum,"ucap keduanya dengan melepaskan genggaman tangannya. Karena hendak menyalami ke dua tangan orang tuanya Asifa, yaitu pak Herman dan bu Hafsah.
"Wa'alaikumsalam sayang," jawab keduanya, menyambut uluran tangan dari putri dan putra menantunya.
"Sini duduk dulu, ada yang ingin papa sampaikan pada kalian berdua."Ujar pak Herman sambil menepuk sofa yang kosong di sebelah nya.
Segera saja Asifa duduk di sebelahnya lalu memeluk papanya. Tidak perduli dengan tatapan yang seakan protes. Sudah punya suami, tapi masih saja manja pada papanya.
Iya ingin Asifa hanya bermanja padanya saja, memang itu terlihat egois. Tapi kini dirinya yang berhak atas segalanya dari Asifa. Ia tidak ingin berbagi pada siapa pun, termasuk pada mertuanya. Namun ia juga sadar, sebagai menantu tidak boleh memisahkan Asifa dari keluarga nya.
Biar bagaimana pun, Asifa tetaplah putri mertuanya meski pun ia sudah nikahi. Yang penting masih mahramnya, hal itu wajar terjadi. Lain halnya jika Asifa manja dengan yang lain, atau bukan mahramnya. Seperti saudara angkatnya Ardi atau Andik, yang memang bukan mahramnya.
Terlebih lagi Ardi yang notabene nya saudara angkat sekaligus mantan suaminya Asifa. Ia benar-benar cemburu jika Asifa masih berurusan dengan Ardi dan keluarganya. Pasti ada rasa yang membuat dirinya cemburu, walau pun Ardi sekarang tidak seperti dulu. Karena ia juga harus menjaga hati istrinya, jika rumah tangga nya tetap adem ayam.
Pak Herman melirik menantunya, yang seakan tidak rela jika putrinya ini memeluk dirinya. Sebagai orang tua ia paham, karena ia juga pernah muda. Mengalami yang namanya pengantin baru, pastinya tidak ingin berjauhan. Apa lagi mereka ini sedang hangat-hangatnya pengantin baru.
"Sayang..., sudah lah jangan begini. Sudah punya suami lagi juga masih saja manja pada papanya. Memang tidak kasihan tuh suami mu juga ingin kamu manjanya pada nya. Iya kan nak?"tanya pak Herman pada Fahmi sambil tersenyum menggoda.
Fahmi pun malu ketahuan mertuanya, jika dirinya ingin istrinya bermanja padanya. Karena malu ia tersenyum malu, lalu mengangguk sebagai jawaban.
Asifa melepaskan pelukannya pada papa "Ih papa mah gitu, kan Asifa lagi kangen papa." Lalu menoleh pada suaminya "Kalau sama mas Fahmi sudah 2 hari malam juga. Sebentar saja boleh ya mas Asifa juga belum peluk mama." Dengan nada manja, minta izin pada suaminya.
"Iya sayang, asalkan cuma sama mama, papa, dan ibu. Tidak untuk bapak dan ayah atau pun yang lainnya. Mas ridho sayang, yang penting sayangnya mas bahagia." Jawab Fahmi, dengan tatapan serius dan tegas.
"Iya mas, terima kasih ya mas."Ucapnya sambil tersenyum manis dan mencium tangan suaminya dengan lembut.
Fahmi tersenyum bahagia melihat perlakuan manis istrinya, lalu ia pun mencium balik tangan dan kening istrinya. Tanpa ragu atau sungkan pada kedua mertuanya, karena ia juga ingin menunjukkan. Bahwa dirinya memang senang dengan tingkah polah istrinya yang manja itu.
__ADS_1
*****Bersambung...