APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
148.Ibu masuk di ICU pak


__ADS_3

Tepat jam 7 pagi Fahmi baru sadar dari pingsannya, lebih dari 3 jam Fahmi tidak sadarkan diri. Perlahan matanya terbuka, yang pertama ia lihat adalah atap warna putih. Kemudian ia melihat seisi ruangan tersebut, yang bernuansa putih. Melihat Radit yang sedang sibuk dengan ponselnya, Fahmi berusaha bangun. Setelah duduk ia menyadari bahwa tangan di infus, itu semua karena dia lemah.


Radit yang melihat majikannya sudah sadar dan berusaha bangun pun langsung mematikan ponselnya. Lalu menghampiri majikannya dan memberikan air minum yang sudah di sediakan oleh rumah sakit.


"Ini minum dulu pak," Radit menyodorkan gelas berisi air putih pada Fahmi. Lalu tangan kiri memencet tombol darurat, agar majikannya segera di periksa oleh dokter.


Fahmi meminum air yang disodorkan oleh Radit, yang masih di bantu Radit memegang gelas tersebut. Sampai akhirnya gelas itu sisa setengah lagi, Fahmi menyudahi nya.


"Keadaan putra dan putri saya juga ibunya bagaimana Dit?"tanya Fahmi.


"Ibu belum ada perubahan sekarang ibu masuk di ICU pak. Kalau anak-anak ada di ruangan VVIP tempat ibu di rawat 2 jam lalu. Mereka di temani bu Hafsah, dan kedua orang tuanya bapak." Jawab Radit dengan menunduk tidak berani menatap majikannya. Karena baginya tidak sopan jika berbicara dengan majikannya bertatap muka.


Dada Fahmi bergemuruh hebat dan sedikit kemudian air matanya mengalir deras di pipinya. Di hari yang harus nya bahagia menyambut si kembar dengan kebahagiaan. Namun semua yang ia khawatir kan benar-benar terjadi. Dalam hati ia berharap sang istri masih bisa selamat, dan membesarkan buah hatinya bersama-sama.


Radit melihat majikannya menangis pilu ia sungguh tidak tega. Tidak lama dokter dan perawat laki-laki datang ke ruangan Fahmi. Langsung memeriksa keadaan Fahmi yang sudah berlinang air mata itu. Namun Fahmi belum bisa merespon mereka karena masih syok untuk yang kedua kalinya. Namum ia tidak pingsan kembali, hanya saja ia tidak berdaya seperti tidak bertulang sama sekali.


Yang semula duduk, minum dan bertanya pada Radit masih duduk. Pas dokter masuk dan memeriksa dirinya lemas dan tersandar di branker tersebut. Untuk Radit sigap menangkap kepalanya jika tidak maka akan terbentur. Setelah selesai pemeriksaan, dokter bertanya tentang Fahmi ketika sadar. Radit menyampaikan Apa ia lihat serta jawab saat majikannya bertanya.


"Suster tolong ambilkan kursi roda, dan simpan di ruangan ini." Perintah dokter pada perawat.


"Baik dokter akan saya ambil kan."Kemudian perawat tersebut keluar dari ruangan.


"Jika nanti sewaktu-waktu pak Fahmi ingin bertemu dengan istrinya. Bisa di gunakan, jangan di biarkan berjalan kaki. Ini ikatan batin sama istri sangat kuat, sering di ajak ngobrol ya mas atau keluarganya harus ada di sini. Karena hanya dukungan dari keluarga lah yang dapat membuatnya bangkit dari keterpurukannya." Ujar dokter pada Radit.


"Baik Dok, nanti saya sampaikan pada keluarganya pak Fahmi." Kata Radit.


"Baiklah kalau begitu saya permisi." kata dokter tersebut.


"Ya Dok silahkan." Radit langsung menghubungi pak Daryanto, untuk menemui majikannya yang sudah sadar.


"Assalamualaikum pak," ucap Radit.

__ADS_1


(........)


"Pak Fahmi sudah sadar. Bisa kah bapak datang ke sini?" tanya Radit pada pak Daryanto.


(.......)


"Baik pak, assalamualaikum." Hanya itu yang keluar dari mulut Radit.


Setelah itu Radit duduk di kursi sebelah branker Fahmi, melihat majikannya terpuruk karena merasa jauh dari istrinya.


Fahmi benar-benar terpuruk dengan keadaan istrinya, yang selama ini ia memanjakan istrinya dengan penuh kasih sayangnya. Terutama beberapa bulan terakhir, selama istrinya susah tidur di malam hari. Maka hal itu juga membuat dirinya kurang istirahat.


Sehingga membuat dirinya benar-benar drop, setelah sang istri melahirkan. Dan melihat sang istri tidak sadarkan diri, membuat dirinya tidak berdaya seketika ikut tidak sadarkan diri. Bahkan saat ini yang ia kira istrinya sudah membaik, justru malah masuk ruang ICU. Hal itu seperti kehilangan nyawanya, karena orang yang paling penting dari dirinya kini telah tak sadarkan diri.


...****************...


Asifa di jaga oleh pak Herman di luar ruang ICU itu, ia tidak beranjak kemana pun. Kecuali ada yang menggantikan dirinya, yaitu Andik. Saat ini Andik sedang menyambut kedatangan keluarga Dinata. Yang baru datang dari Jakarta setelah mendapat kabar bahwa Asifa melahirkan.


Setelah bakda subur tadi keadaan Asifa semakin terpuruk, dan harus pindah ke ruang ICU. Untuk penanganan yang instensif, dan harus di pasang banyak alat di tubuh Asifa.


"Assalamualaikum mas." Ucap pak Arya dan pak Surya, menyadarkan pak Herman dari lamunannya.


"Wa'alaikumsalam, eh mas, pak, mari duduk." Ajak pak Herman.


"Pa, saya mau ke ruangan bayi dulu ya mau melihat keadaan di sana. Apakah ada yang di perlukan atau tidak, sekalian tuan mau makan dan minum apa? biar nanti anak-anak carikan. Pasti belum sarapan kan datang jam segini? tanya Andik.


"Boleh itu kamu belikan bubuk ayam, sama air teh manis hangat." Jawab pak Arya.


"Baiklah tuan tunggu di sini saja." ujar Andik dan di angguki oleh pak Arya.


"Kalian juga mau bubur atau nasi?" tanya Andik pada para pengawal.

__ADS_1


"Kami nasi saja tuan," jawab Rendra mewakili yang lain.


"Baiklah akan saya pesan kan di restoran kalau begitu." Kata Andik dan langsung pergi dari sana.


Hari ini Andik benar-benar di sibukkan urusan rumah sakit dan yang lain. Sambil berjalan ia menghubungi anak buahnya di restoran yang berada di restoran untuk membawakan makanan kerumah sakit. Untuk kedua keluarga dan keluarga Dinata berikut pengawal mereka yang berjumlah 4 orang.


...****************...


Di ruang VVIP di mana para bayi berada.


Andik yang mengurus semua ini dan meminta secara khusus bayi Asifa dan Fahmi di rawat di ruangan tersebut. Dan meminta persediaan ASI pada dokter untuk ketiga bayi Asifa. Dan tadi pak Herman dan pak Daryanto lah yang mengadzani si kembar. Sebab kasihan jika menunggu sang ayah sadar dari pingsannya.


Kini sampai pintu Andik mendengar percakapan pak Daryanto dengan Radit. Bahwa Fahmi saat ini sudah sadar dari pingsannya.


"Wa'alaikumsalam,"jawab pak Daryanto.


(.......)


"Baik saya akan segera ke sana." Jawabnya lagi.


(.......)


"Wa'alaikumsalam," jawabnya.


"Saya mau ke ruangan Fahmi dulu, Radit bilang sudah sadar. Saya ingin melihat keadaannya dulu ya bu." Pamit pak Daryanto.


"Oh iya pak, nanti tolong kabarin jika ada sesuatu. Perasaan ibu kurang nyaman pak ini, jangan menyembunyikan apa pun dari ibu." Pesan bu Fatimah.


"Iya tolong kabarin kami." Timpal bu Hafsah.


"Baik bu, sekarang saya kesana dulu. Assalamualaikum," langsung pergi dari ruangan itu yang sudah di buka oleh Andik.

__ADS_1


*****Bersambung.....


__ADS_2