APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
97. Fahmi refleks


__ADS_3

Malam hari yang di tunggu telah tiba. Acara pertama yaitu pembaca doa, yang di pimpin oleh ustadz setempat. Di lanjutkan dengan acara santunan anak yatim piatu dari dua panti asuhan. Di sampaikan bahwa santunan tersebut di berikan oleh almarhumah ibu Gina.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,"ucap Asifa saat berada di atas mimbar.


"Selamat malam semua, pasti sudah kenal ya dengan saya. Apa lagi saya sering jadi, kejaran wartawan dari berbagai awak media lokal." Sengaja menjeda untuk melihat para tamu yang datang.


"Untuk itu acara ini memang saya adakan. Sekalian untuk saling mengenal antara tetangga. Sekalian saya menyampaikan apa yang sudah di tambahkan. Terima kasih atas ke datang bapak, ibu, kakak dan adik sekalian saya ucapkan. Sekalian dari saya terima kasih ."


Asifa kemudian melanjutkan acara berbagi pada anak-anak sambil memberikan senyuman manis. Tidak hanya itu Asifa/ memberikan kecupan manis, di kepala mereka semu. Kecuali anak-anak laki-laki yang sudah balik. Dan data itu sudah di atur dari usia mereka sehingga Asifa sudah tahu. Ketika sampai pada anak yang berusia 12 tahun, Asifa hanya menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Fahmi, Taufiq, Zaki dan Yosi ikut serta dalam acara berbagi ini. Membantu untung membagikan bingkisan sovernir, pada anak-anak dan remaja pelajar dari panti asuhan.


Asifa bernafas lega, setelah acara selesai sesuai rencana. Tinggal acara barbeque dan obrolan muda-mudi. Namun saat Asifa berjalan dia lupa jika kaki sedang sakit. Baru satu langkah saja, ia melangkah kan kakinya sudah jatuh. Belum sampai Asifa jatuh di atas mimbar itu, Fahmi refleks menahan tubuhnya. Tanpa sengaja Fahmi memeluk Asifa dengan erat agar tidak terjatuh.


Asifa yang mendapat pertolongan dari seseorang pun, menatap wajah siapa yang menolongnya. Mendapati bahwa calon suaminya yang menolongnya, ada debaran di jantungnya. Apa lagi perlakuan manis yang Fahmi berikan, membuat hati Asifa terenyuh.


Sementara Fahmi terpesona dengan kecantikan calon istrinya. Ia juga terkejut dengan apa yang terjadi, refleks ketika melihat Asifa akan terjatuh. Tanpa berpikir lagi, ia mendekap Asifa yang hampir saja terjatuh.


Sehingga Asifa tanpa sengaja, tangannya berpegangan bahu Fahmi. Tidak menyangka bahwa ia bisa menatap wajah cantik Asifa sedekat ini. Seketika jantung berdebar kencang, saat dengan posisi seperti.


Kini tatapan mata mereka berdua saling bertemu, sama-sama terpana kan pemandangan yang ada di depan mata. Mereka berdua saling menatap dalam, sampai mereka di kejutkan dengan suara orang tua mereka.


"Sayang," suara dari kedua orang tua mereka.


Keduanya tersadar dari pikiran masing-masing, lalu Fahmi perlahan melepaskan pelukannya. Walau pun dalam hati ia tidak rela melepaskan pelukannya.


"Maaf dek, apa kakinya tambah sakit?"tanya Fahmi dengan menunduk, menatap arah kaki Asifa yang terbungkus kaos kaki.

__ADS_1


"Iya mas, tidak apa-apa. Maaf juga karena ke cerobohan Asifa, jadi pusat perhatian orang." Asifa melirik ke arah depan.


"Adek hati-hati, jangan sampai jatuh. Nanti kakinya akan tambah parah."Ucap Fahmi dengan lembut dan penuh perhatian, Asifa hanya mengangguk sebagai jawaban.


sementara para tamu pada berbisik, saat Fahmi dengan sigap menangkap Asifa. Membuat mereka heboh, dengan keterkejutan nya saat melihat Asifa akan jatuh. Belum hilang keterkejutan nya, kini melihat Asifa berada dalam dekapan Fahmi.


Yang di kenal warga sekitar, adalah seorang duda dan juga seorang dosen. Pada akhirnya mereka mengambil kesimpulan, bahwa apa yang di lihat hal yang wajar. Tapi kenapa harus Asifa, bukan putri dari mereka yang berada di dekapan Fahmi.


Zaki yang penasaran sejak sore tadi, tanya juga tidak di jawab oleh Fahmi. Melihat yang punya acara naik mimbar, menerka-nerka apa yang ini yang calon istri sahabatnya. Melihat adegan di depan matanya ia semakin yakin kalau seleb yang di maksud adalah Asifa.


Beberapa mahasiswa universitas tempat Fahmi mengajar pun ternganga. Siapa lagi kalau bukan grup Sarah dan Rais. Sarah mengajak Ratna dan Nina, kalau Rais mengajak Iqbal dan Wandi.


Grup Sarah.


"Eh itu tidak salah kan? pak Fahmi memeluk jandanya Ardi Kusuma Dinata?" tanya Nina setengah berbisik.


"Ah pak Fahmi, kenapa harus nona Asifa sih yang kau peluk." Kesal Sarah menatap adegan di depan yang seperti drama Korea. Ia meremas baju tunik nya, untuk menahan emosi.


Ratna mengusap punggung Sarah, ia tahu saat ini sahabat nya sedang terbakar api cemburu.


Grup Rais.


"Waaaw kita seperti sedang nonton drama di dunia nyata." Ucap Iqbal.


"Romantis nya pak Fahmi, jangan perempuan aku yang laki-laki saja terpesona dengan perlakuan manisnya." Ucap Wandi.


"Tapi sayang bukan aku yang berada di sana menjadi pahlawan nya."Si Rais yang menatap iri dengan dosen nya.

__ADS_1


"Yah... Ini anak menghayal jadi berondong. Kayak gak ada perempuan lain saja."Kata Iqbal sambil menepuk pundak Rais.


"Apa salahnya? bukan kah cinta tak pandang usia."Kata Rais dengan santainya.


"Ingat Restu ibu Rais! ibu yang sudah melahirkan mu."Ucap Wandi dan Iqbal bersamaan. Membuat yang lain menatap mereka bertiga.


"Pak kira-kira Fahmi akan di terima jadi menantu apa tidak ya?" tanya salah satu warga si A


"Saya juga tidak tahu pak, tapi paling juga karena kasihan dengan Asifa. Secara Asifa itu depresi, karena kekurangan nya di tinggal nikah sama Ardi. Bahkan yang di nikahi itu adalah sahabat Asifa sendiri. Di tambah lagi dia adalah perempuan mandul, perempuan mana yang tidak depresi. Kalau saya yang jadi pak Herman, tidak Sudi jika masih terus berhubungan." Kata yang B.


Yang bagian ibu-ibu pun kurang lebih nya sama yang di bahas. Yang berpikir positif, tentang nasib Asifa. Karena mereka menggambarkan jika yang Asifa, kini mereka alami.


Sementara di sisi lain Lasmi yang dari tadi kaget dengan kehadiran mantan suaminya. Yang bisa berada di tengah-tengah keluarga Hermansyah, menatap dengan tatapan tidak percaya.


Saat acara selesai mata di suguhi adegan romantis, yang membuat semua menatap iri. Ia teringat akan perlakuan hangat dan mesra Fahmi dahulu. Tapi segera ia tepis, karena ingat jika Fahmi laki-laki yang miskin. Dari itu ia tidak mau hanyut dengan masa lalu.


Kembali pada Asifa yang sudah berada di dekat papa dan mamanya. Sementara Fahmi berada di dekat ibu dan bapaknya.


Dari arah depan ada rombongan yang datang, siapa lagi kalau bukan keluarga Dinata beserta pengawal nya. Pak Arya dan Rendra memapah pak Surya yang langsung menuju mimbar.


Dengan senyum bahagia yang tampak di wajah pak Arya dan pak Surya. Sehingga orang yang melihatnya, tidak meragukan lagi. Kalau hubungan Asifa dengan keluarga Dinata masih baik-baik saja.


"Kita sudah di acara selanjutnya. Akhirnya kedatangan tamu agung, yang kita tunggu-tunggu."ucap MC.


"Assalamualaikum,"Ucap pak Arya ......


*****Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2