APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
137.Hadiah istimewa


__ADS_3

Setelah tangis mereka tenang, Fahmi melepaskan pelukannya dan membungkus rapi kotak kecil itu. Seperti sebuah kado mungil dengan warna yang sama.


"Mas kok bisa pas banget sih ini di siapkan semua? padahal kan tadi itu belum yakin kalau aku hamil?"tanya Asifa.


"Mas yakin, sebab sayang sudah lama tidak datang bulan. Mas kan perhatikan waktu belum nikah itu adek kapan sholat dan tidaknya. Dan tadi mas mampir di restoran, pas mata ini melihat pengunjung minum cappuccino. Mas tiba-tiba saja ingin sekali minum bahkan rasanya sudah di ujung lidah. Pas sudah ngerasain itu rasanya nikmat banget, sayang mas seperti gimana gitu. Sedangkan sayang mas ini, pipinya tambah gembul, ini tambah besar dan keras." Jawabnya sambil meremas kedua buah dadanya milik Asifa.


"Ih,,,, sakit mas. Ya sudah ayu keluar kamar, aku lapar banget." Ajak Asifa, sambil membawa kantong plastik yang berisi kado.


Keduanya bergandengan tangan berjalan menuju ruang tamu, di mana keluarga Hermansyah dan Daryanto kumpul.


"Assalamualaikum semua,"ucap Asifa setengah berlari, padahal di gandeng Fahmi.


"Hati-hati sayang,"Fahmi mengencangkan genggaman tangannya, Asifa menoleh dan nyengir.


"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya.


"Wah, sayang sini." Bu Hafsah dan bu Fatimah.


Asifa duduk di tempat yang di tunggu ibu mertua dan mamanya. Sementara Fahmi membagi kado pada mama mertua, ibunya, kakak iparnya dan istrinya Andik.


"Wah, tidak sia-sia berombongan datang. Setiap keluarga dapat hadiah istimewa." Ucap Taufiq "di buka kapan ini?" tanyanya.


"Langsung aja," jawab Fahmi, sambil tersenyum manis.


Langsung mereka membuka kado tersebut, sedang Andik merekam acara buka kado itu. Hingga terlihat benda pipih, yang tampak ada garis merah dua. Seketika riuh tangis haru kembali terjadi, peluk cium dari dua keluarga berikan pada Asifa dan Fahmi.


"Alhamdulillah, selamat ya sayang. Akhirnya Allah SWT berikan kesempatan untuk mu menjadi seorang bunda."Ucap bu Hafsah sambil nangis haru bahagia, karena apa yang orang katakan bahwa anaknya mandul. Tapi Allah tunjukkan kuasanya, dengan caranya sendiri.

__ADS_1


Kini berganti dengan ibu mertua "Iya ibu juga senang sekali, karena putra semata wayangnya ibu mau jadi. Sekarang di dalam sini ada calon cucu ibu." Ucap bu Fatimah sambil mengusap perut ratanya Asifa.


"Iya bu Asifa senang sekali pas tadi lihat hasilnya, kalau sekarang Asifa mau jadi bunda." Kata Asifa yang kembali nangis yaitu tangis bahagia.


"Selamat ya sayang, Akhirnya impian mu yang ingin menjadi bunga akan terwujud."Ucap Aisyah memeluk dan mencium kening dan kedua pipinya.


"Selamat ya sayang, kakak ikut bahagia dengan kabar ini sehingga bisa memperbaiki citra mu di mata publik. Semoga Allah SWT berikan perlindungan, kesehatan, keselamatan hingga lahir nanti.


"Terima kasih kak, ini semua karena dukungan dan doa kalian semua Allah memberikan mukjizat nya."Ucap Asifa.


Sedangkan di kursi sebelah pak Daryanto dan pak Herman bergantian memberikan selamat pada Fahmi.


"Sayang, kamu hebat sudah bisa menghapus tuduhan buruk pada princess papa. Selamat perjuangan kalian sudah membuahkan hasil, sekarang kamu adalah calon ayah."Ucap Herman memeluk Fahmi dan mencium kening Fahmi penuh kasih sayang. Pak Herman memang memperlakukan menantunya seperti putranya sendiri. Hal tidak pada Fahmi saja tapi pada Taufiq dan Ardi juga.


"Iya pa, ini juga berkat doa papa mama ibu bapak dan semuanya yang sudah menyayangi dek Zahra. Sehingga Allah SWT mengabulkan doa kita semua." senyum bahagia di sertai air mata yang mengalir dengan sendirinya.


"Iya sayang, jagoan bapak sudah mau jadi ayah. Cucu bapak nambah kabar gembira ini harus kita rayakan. Pasti itu calon cucu bapak lapar, mbak Sri sudah siapkan makanan. Ayo kita santap habis, biar yang sudah masak senang makanan habis di makan."Kata pak Daryanto setelah puas memeluk putranya.


"Mas aku kan emang lapar dari tadi, ayo kita semua makan." Ajak Asifa yang sudah berdiri, berjalan duluan.


Fahmi tersenyum bahagia melihat istrinya bahagia, dan semangat untuk makan karena sudah lapar. Sedetik kemudian ada perasaan tidak enak, langsung berjalan cepat menyusul istrinya. Dan benar saja nyaris saja Asifa jatuh, kalau Fahmi telat beberapa detik saja.


"Sayang tolong jaga diri, dan lebih hati-hati ya." Saat Asifa sudah berada di dalam dekapan.


"Maaf ya mas aku gak hati-hati." Ucap Asifa dengan perasaan bersalah pada suaminya.


"Sudah tidak apa-apa sayang." Ucap Fahmi sambil mencium kening dan kepala istrinya.

__ADS_1


Rupanya ada tumpahan puding di lantai tempat asifa nyaris terjatuh. Itu pasti Atifah yang makan berantakan, sehingga membahayakan Asifa. Karena tidak begitu terlihat, jika dengan jarak jauh.


"Alhamdulillah, masih selamat. Maaf sayang, pasti ini ulah princess imut ku. Kamu harus perhatikan jalan ya, supaya tidak terjadi seperti ini lagi." Nasehat Aisyah pada adik kesayangannya, iya juga merasa bersalah karena ulah putrinya. Hampir saja adiknya kehilangan calon anaknya.


"Iya kak," kata Asifa, yang masih di dalam dekapan Fahmi.


"Mas aku lapar, mau jalan lagi."Kata Asifa yang mendongakkan kepalanya.


"Sudah mas akan menggendong mu, mas tidak ingin terjadi seperti ini lagi." Langsung menggendong Asifa ala bridal style, menuju ke ruang makan.


"Mbak Sri, saya minta tolong di bersihkan itu di lantai ruang keluarga ada tumpahan puding." Saat sampai ruang makan, dan melihat Sri.


"Baik mas, segera laksanakan."Langsung menjalankan perintah majikannya.


Aisyah yang dari tadi mengikuti adik iparnya ini, menarik kursi. "Sini dek," kata Aisyah.


"Iya kak, terima kasih." Ucap Fahmi pada kakak iparnya.


"Princess, di sini sekarang ada calon cucu papa. Maka princess akan menjadi bunda, yang mana seorang bunda harus bisa menjaga putra atau putrinya. Jadi harus lebih hati-hati lagi dalam segala hal, ya." Nasehat pak Herman, yang berjongkok di samping Asifa. Sambil mengusap perut rata Asifa, setelah itu berdiri mencium kening kedua pipinya dan yang kepalanya. Dangan penuh kasih sayang dan menyalurkan rasa rindunya. Kini putrinya akan segera menjadi ibu, ia juga tidak bisa lagi memperlakukan putrinya seperti anak kecil lagi.


"Insya Allah pa, jangan bosan yang ingetin Asifa ya." Kata Asifa pada papanya yang sudah berdiri lalu duduk kursi.


"Tentu sayang, katanya lapar makan yang banyak ya itu nak Fahmi sudah siapkan."Ucap pak Herman. Yang sudah meletakkan piring di depan Asifa.


"Betul yang di katakan papa, sayang harus banyak makan. Karena sekarang sayang tidak makan sendiri lagi ada yang perlu nutrisi yang cukup biar tumbuh kembang sehat." Ujar Fahmi, yang angguki oleh Asifa.


"Mau makan sendiri apa mas suapin?"tanya Fahmi.

__ADS_1


"Aku......


*****Bersambung....


__ADS_2