
"Benar nyonya, dia sudah seminggu di sana."Jawab Haris.
Tak lama panggil untuk penumpang yang menuju Yogyakarta.
Bu Gina dan Haris serta dua pengawalnya berangkat, bahkan bu Gina hampir jatuh saat asik ke pesawat. Haris dengan sigap menangkap bu Gina, lalu menuntunnya sampai ke tempat duduknya.
Haris memang duduk bersebelahan dengan bu Gina, itu juga atas permintaan minta bu Gina.
Setelah 45 menit mereka menempuh jalur udara. Kini mereka harus menempuh perjalanan 45 menit pula menuju rumah kediaman Hermansyah.
Saat sampai di depan rumah milik Asifa, bu Gina tidak langsung turun ia memperhatikan Asifa yang main dengan Atifah dan anak tetangga sebelah.
"Atifah sudah sayang yuk kita pulang sudah sore pasti umi sebentar lagi jemput."Ajak Zahra pada Atifah.
"Tapi Ifah masih mau main sama mbak Saena."Tolak Atifah.
"Tante Zahra Fitri juga masih mau main sama Ifah." Anak-anak pada panggil Ifah karena Atifah saat berkenalan dengan nama Ifah.
"Besok kan hari libur bagaimana jika kalian main di taman pagi nanti. Sekarang sudah sore sudah cukup untuk bermainnya ya."Bujuk Zahra.
"Heem baiklah" mereka bertiga kompak.
Akhirnya mereka mau untuk menyudahi mainnya.
Saat Zahra dan Atifah balik kanan ada dua mobil berhenti tepat di depan rumahnya. Bahkan salah satu masuk halaman rumah Zahra.
Keluar lah penumpang mobil semua dan yang terakhir adalah bu Gina.
Tidak hanya Asifa yang kaget para tetangga yang melihat rumah Asifa kedatangan dua mobil pun heran.
Saat melihat siapa tamunya, semua menganga baru pagi tadi melihat di TV. Tapi sekarang orang tersebut ada di depan matanya seperti melihat artis.
Asifa mematung menatap semua orang yang ada di depannya. Tatapan nya mungkin karena sudah sangat lemas.
Asifa yang melihat ibu mertuanya pucat dan lemas pun segera menghampiri.
"Asifa"
"Ibu"
Mereka bersamaan dan bu Gina merentangkan tangannya lalu di sambut oleh Asifa. Akhirnya mereka berdua saling memeluk erat dan bu Gina menangis haru bahagia.
Bu Gina mencium kening, dan kedua pipi Asifa berkali-kali sambil menangis dan memeluk kembali Asifa.
__ADS_1
Ya Asifa memang sangat mungil dan bu Gina lebih tinggi dari Asifa. Dan Bu Gina selalu memperlakukan Asifa seperti anak kecil.
Sama dengan pak Herman selalu memanjakan Asifa, baginya Asifa bak princess atau Queen.
Karena harapannya untuk bisa bertemu dengan menantunya dan putri kesayangannya.
"Sayang maafkan ibu, karena ibu kamu harus menghindari keluarga Dinata. Ibu mohon maaf atas nama keluarga Dinata."Kata bu Gina.
"Sudah bu tidak ada yang harus di maafkan.
Karena ini memang yang harus saya jalani, saya hanya ingin menenangkan diri."Kata Asifa.
Aisyah yang datang untuk menjemput putrinya pun kaget, segera ia menelpon Taufiq.
"Halo mas papa kedatangan bu Gina, mas kesini ajak Amir sekalian."Aisyah langsung memutuskan sambungan telepon, setelah memberitahu suaminya.
"Umi" Panggil Atifah karena takut saat melihat banyak orang yang datang ke rumah kakek neneknya.
"Sayang sini sama umi." Aisyah langsung mengendong putrinya.
Ya bu Gina memang dari Jakarta hanya 4 orang, begitu sampai Jogja menjadi 8 orang. Yaitu bu Gina, Haris, dan 4 pengawal dua mata-mata.
"Assalamualaikum"Ucap Aisyah.
"Wa'alaikumsalam"
"Aisyah ibu kangen kamu" Bu Gina berjalan memeluk Aisyah "kemarin waktu ke Jakarta ibu tidak ketemu dengan mu. Ibu juga minta maaf ya sudah membuat mu repot. Sampai harus pindah ke Jogja baik kerjanya Taufiq atau pun sekolah Amir."Ucap Bu Gina.
"Tidak repot bu kebetulan mas Taufiq dapat kerja di sini. Jadi sekalian Asifa mau berada di Jogja. Apa ibu cuma datang dengan Haris?"tanya Aisyah.
"Iya sayang ibu hanya ingin datang untuk berjumpa dengan Asifa. Dan berharap Asifa mau ikut dengan ibu untuk berjumpa dengan opa. Karena opa ngedrop sampai sekarang belum ada perubahan. Mungkin kalau sudah berjumpa dengan Asifa akan lebih baik. Itu pun jika Asifa berkenan."Jawab bu Gina.
"Apa papa dan mama ada? Ibu ingin bertemu bisa?"tanya bu Gina.
"Mama ada di rumah bu tapi papa lagi ke toko."Jawab Zahra.
"Assalamualaikum"Ucap Taufiq.
"Wa'alaikumsalam"Jawab semua.
"Kenapa tidak di ajak masuk dek tamunya, ini juga mau magrib. Biar saya ajak para pengawal dan Haris sholat di masjid. Kalian ajak ibu masuk, kelihatan ibu lelah dan kurang sehat. Perlu istirahat juga habis perjalanan jauh." Perintah Taufiq pada Asifa.
"Hehehe lupa kak, Baiklah mari bu kita ke dalam. Maaf ya kedatangan ibu membuat kami terkejut, jadi tidak ada penyambutan."Asifa cengengesan.
__ADS_1
"Iya sayang ibu paham, kamu tadi sempat syok dengan kedatangan ibu, maaf jadi merepotkan kalian. Taufiq terima kasih sudah menjaga Asifa seperti adikmu sendiri."Ucap bu Gina dengan lembut dan sendu.
"Saya sangat senang bisa menjaga Asifa karena memang sudah kewajiban seorang kakak menjaga dan melindungi adiknya. Ya sudah mau magrib ibu masuk dulu ya" Taufiq menoleh pada istrinya "sayang ajak ibu masuk ya. Mas mau ke masjid dulu." Pamit Taufiq pada istrinya, ia pun mencium kening istrinya dan putrinya.
Menggenggam tangan putranya Amir, dan mengajak Haris dan para pengawal.
"Ayo Haris ajak sekalian anak buah mu yang muslim."Ajak Taufiq.
"Baik tuan, Antonio kamu jaga di sini ya. Kabari saya jika ada apa-apa."Perintah Haris.
"Siap tuan"jawab Antonio yang non muslim.
Setelah itu mereka berjalan mengikuti Taufiq ke masjid.
Asifa, Aisyah dan bu Gina masuk ke dalam rumah, bu Hafsah kaget ada besan sekaligus sahabatnya datang.
"Assalamualaikum"ucap mereka yang baru masuk.
"Wa'alaikumsalam, mbak Gina" Bu Hafsah menganga, beberapa detik kemudian langsung menyambut dengan pelukan.
"Bagaimana kabar mu mbak Hafsah?"tanya Bu Gina.
"Alhamdulillah sehat mbak, mbak seperti kelelahan sini duduk." bu Hafsah mengajak duduk di sebelahnya.
"Sayang ambil kan minum untuk ibu."Titah bu Hafsah.
"Iya ma, sebentar ya saya ke belakang dulu.
Pamit Asifa.
"Maaf jadi merepotkan."Kata bu Gina.
"Tidak repot kebetulan cuma minum sebentar lagi juga mas Herman pulang. Pasti tadi sudah di kabari sama Taufiq."Kata bu Hafsah.
"Ini minum dulu bu," Asifa menyuguhkan air teh dan kue yang di bawa bu Hafsah pulang pas siang tadi.
"Terima kasih ya sayang, sini duduk dekat ibu."Ujar bu Gina.
Mereka menikmati teh buatan Asifa, dan kue.
Dan adzan magrib sudah tiba, akhirnya mereka sholat berjamaah.
*****Bersambung....
__ADS_1
...Maaf ya teman-teman jika masih ada yang berantakan dalam penulisan....